7 Buah Yang Baik Untuk Ibu Hamil: Konsumsi Jeruk Hingga Alpukat

Simak tujuh buah yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil. Buah-buahan dan sayuran dipenuhi dengan nutrisi.

Selama kehamilan, nutrisi si kecil bergantung pada apa yang dikonsumsi oleh ibunya.

Itulah mengapa sangat penting memilih makanan terbaik untuk bayi dan untuk ibu.

Jika seorang ibu mengonsumsi berbagai makanan sehat, kemungkinan besar akan mendapatkan sebagian besar vitamin, mineral, dan serat yang ibu dan bayi butuhkan.

Lantas, buah apa saja yang baik dikonsumsi ibu hamil?

Dikutip dari Healthline, berikut tujuh buah yang baik untuk ibu hamil:

1. Jeruk

Jeruk membantu ibu hamil tetap terhidrasi.

Buah ini juga merupakan sumber folat, atau asam folat.

Folat adalah vitamin B yang sangat penting dalam membantu mencegah cacat otak dan sumsum tulang belakang, juga dikenal sebagai cacat tabung saraf.

American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) merekomendasikan untuk mengonsumsi 400 mikrogram (mcg) asam folat per hari sebelum hamil.

Kemudian mengonsumsi setidaknya 600 mcg per hari saat hamil.

Jeruk juga merupakan sumber vitamin C.

Vitamin C adalah antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel.

Jeruk juga membantu tubuh menyerap zat besi.

Baca juga :  Sederet Manfaat Nanas Untuk Kesehatan: Melancarkan Pencernaan Hingga Kurangi Risiko Kanker

2. Mangga

Sumber vitamin C lainnya adalah mangga.

Mangga juga mengandung vitamin A yang tinggi.

Kekurangan vitamin A saat lahir dikaitkan dengan kekebalan yang lebih rendah dan risiko komplikasi yang lebih tinggi, seperti diare dan infeksi pernapasan.

Meski jarang, mungkin saja mendapatkan terlalu banyak vitamin A, menurut ulasan penelitian.

Mangga adalah tambahan yang bagus untuk diet kehamilan, tetapi makanlah dalam jumlah sedang, bersama dengan berbagai buah lainnya.

3. Alpukat

Alpukat memiliki lebih banyak folat dibandingkan buah lainnya.

Buah ini banyak mengandung vitamin, di antaranya:

Beberapa wanita mengatakan bahwa alpukat membantu meredakan mual, mungkin karena potasium dan magnesium dalam buah.

Kalium juga dapat membantu meredakan kram kaki, gejala kehamilan yang umum.

Kram kaki sering disebabkan oleh rendahnya kalium dan magnesium.

Kolin penting untuk perkembangan otak dan saraf bayi.

Kekurangan kolin dapat menyebabkan cacat tabung saraf dan gangguan memori seumur hidup.

4. Lemon

Dalam satu studi, orang hamil melaporkan beberapa keberhasilan dalam menggunakan lemon atau aroma lemon untuk membantu meringankan mual terkait kehamilan.

Baca juga :  Menderita Asam Lambung, Jangan Lakukan Hal-hal Ini Agar Tidak Bertambah Parah

Lemon juga tinggi vitamin C.

Lemon membantu merangsang sistem pencernaan untuk meredakan sembelit.

5. Pisang

Pisang adalah buah yang mengandung kalium.

Buah ini juga mengandung vitamin B6, vitamin C, dan serat.

Sembelit sangat umum terjadi selama kehamilan.

Hal ini mungkin disebabkan oleh:

– Tekanan rahim pada usus

– Khawatir

– Kecemasan

– Diet rendah serat

– Zat besi dalam vitamin prenatal.

Vitamin B6 dapat membantu meredakan mual dan muntah pada awal kehamilan juga.

6. Berry

Buah beri, seperti blueberry, raspberry, stroberi, blackberry, dan goji berry kaya akan segala macam kebaikan, seperti:

Buah-buah ini juga mengandung fitonutrien seperti flavonoid dan anthocyanin.

Karbohidrat memberi energi yang sangat dibutuhkan, dan beries dengan mudah melewati plasenta untuk memberi makan bayi.

Sangat penting untuk makan sebagian besar karbohidrat kompleks padat nutrisi seperti buah beri daripada karbohidrat sederhana yang diproses seperti donat, kue, dan kue kering.

7. Apel

Apel tinggi serat dan merupakan sumber vitamin C.

Apel juga mengandung vitamin A, potasium, dan pektin.

Pektin adalah prebiotik yang memberi makan bakteri baik di usus.

Baca juga :  Obesitas Pada Anak Berisiko Picu Komplikasi Dari Ujung Kepala Hingga Kaki, Salah Satunya Depresi

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari nutrisi, makanlah kulitnya, pastikan untuk membilasnya dengan banyak air terlebih dahulu.

Perhatikan Keamanan Buah

Jika memungkinkan, belilah buah organik yang belum diolah dengan pestisida dan pupuk sintetis.

Namun perlu diingat bahwa makan buah nonorganik jauh lebih baik daripada tidak makan buah sama sekali.

Untuk mengurangi risiko mengonsumsi residu pestisida atau bakteri, ikuti tips berikut:

– Cuci buah secara menyeluruh, bahkan jika sudah dicuci sebelumnya.

– Singkirkan area memar di mana bakteri mungkin mengintai.

– Minum hanya jus buah yang dipasteurisasi atau direbus.

– Hindari makan melon yang sudah dipotong, atau langsung dimakan setelah dipotong.

– Simpan buah segar di lemari es, jauhkan dari daging mentah.

(Tribunnews.com/Yurika)

Artikel Kesehatan lainnya