Gejala Hernia Pada Bayi: Muncul Tonjolan Di Bagian Pusar Hingga Alami Demam

Hernia adalah ketika bagian dari usus mendorong melalui titik lemah di otot perut (perut).

Hernia menciptakan benjolan lunak atau tonjolan di bawah kulit.

Bayi dapat mengalami Hernia pada beberapa bulan setelah kelahirannya, yang dapat dilihat dari pusar.

Menurut laman NHS, Hernia terjadi karena kelemahan pada otot perut.

Secara lengkap, berikut ini gejala hernia pada bayi.

Gejala Hernia pada Bayi

Pembengkakan akibat Hernia mungkin lebih mudah dilihat ketika bayi menangis, batuk, atau mengejan untuk buang air besar.

Pembengkakan ini mungkin menjadi lebih kecil atau hilang ketika bayi kembali rileks.

Jika penyedia layanan kesehatan anak mendorong dengan lembut benjolan ini saat anak tenang dan berbaring, benjolan itu akan sering mengecil atau mungkin kembali ke perut.

Baca juga :  Makanan Yang Harus Dihindari Agar Asam Lambung Tidak Naik, Apa Saja?

Namun dalam beberapa kasus, hernia tidak dapat didorong kembali ke perut, yang ditandai dengan gejala sebagai berikut:

– Perut yang penuh dan bulat

– Sakit perut dan nyeri

– Muntah

– Bayi sering menangis

– Kemerahan atau perubahan warna di dekat hernia

– Demam.

Jenis-jenis Hernia

Jenis hernia yang sering terjadi pada bayi adalah hernia inguinalis dan umbilikalis terjadi karena alasan yang sedikit berbeda.

Berikut ini penjelasannya menurut Stanford Medicine Children’s Health.

1. Hernia umbilikalis

Hernia umbilikalis sangat umum terjadi pada bayi dan anak kecil, terutama pada bayi yang lahir prematur.

Baca juga :  Lima Tips Jaga Pola Makan Pasca Bulan Ramadan, Pentingnya Sarapan Pagi Hingga Olahraga

Hernia umbilikalis muncul sebagai benjolan tanpa rasa sakit di dalam atau di dekat pusar (pusar).

Ini mungkin menjadi lebih besar saat tertawa, batuk, menangis atau pergi ke toilet dan mungkin mengecil saat bersantai atau berbaring.

Dalam banyak kasus, hernia umbilikalis masuk kembali dan otot-otot menutup kembali pada saat anak berusia 4 atau 5 tahun.

Hernia umbilikalis juga dapat berkembang pada orang dewasa. Tanpa pengobatan, hernia mungkin akan memburuk seiring waktu.

2. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis muncul sebagai tonjolan atau pembengkakan di selangkangan atau skrotum.

Pembedahan diperlukan untuk mengobati hernia inguinalis.

Baca juga :  Sederet Manfaat Beras Merah Untuk Kesehatan Tubuh Hingga Bantu Turunkan Berat Badan

Dalam banyak kasus, pembedahan dilakukan segera setelah hernia ditemukan.

Hernia jenis ini perlu segera ditangani karena usus bisa tersangkut di kanalis inguinalis.

Jika hal ini terjadi, suplai darah ke usus bisa terputus dan usus bisa rusak.

Anak-anak yang menjalani operasi untuk hernia inguinalis seringkali dapat pulang pada hari yang sama.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Hernia