Ketahui Cedera Yang Sering Terjadi Pada Olahraga Lari Serta Cara Penanganannya 

Lari menjadi salah satu olahraga yang paling diminati. Selain mudah, olahraga ini terbilang murah karena tidak butuh modal yang besar.

Namun, tidak dapat dihindari jika lari juga bisa berisiko mengakibatkan cedera.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Sport Medicine Injury Recovery Center RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Grace Joselini Corlesa, MMRS, Sp.KO .

Menurut dr Grace ada beberapa cedera yang sering terjadi pada pelari. Pertama, cedera plantar fasciitis atau nyeri di bagian tumit kaki.

Baca juga :  Konsumsi Jamu Dengan Telur Mentah, Sehat Atau Bahaya?

Kedua, patellofemoral pain syndrome atau runner’s knee. Yaitu terjadi kerusakan pada tulang rawan di bawah tempurung lutut.

Ketiga, Shin splint yaitu nyeri di sekitar tulang kering dampak dari teknik berlari yang kurang tepat (heel strike).

Keempat, Iliotibial band syndrome atau cedera pada jaringan ikat (ligamen) yang memanjang dari tulang panggul ke tulang kering, menjadi sangat ketat sehingga menggosok tulang paha.

Berujung terjadi sebuah kesakitan di daerah tersebut. Dampak dari cedera overuse, otot bokong yang lemah, dan pemanasan yang tidak adekuat.

Baca juga :  Bahaya, Ini Penyebab Serangan Jantung Dan Gejalanya

Kelima, achilles tendinitis, adanya nyeri di pangkal betis dampak dari cedera overuse dan otot betis yang lemah.

Lantas apa yang perlu dilakukan saat mengalami beberapa cedera di atas saat melakukan olahraga lari? Dr Grace pun menyarankan untuk melakukan ini.

“Jika mencurigai adanya cedera selama latihan yang semakin lama semakin nyeri, serta mulai menganggu teknik berlari, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga,” ungkapnya pada keterangan resmi, Selasa (20/9/2022).

Baca juga :  Jangan Langsung Buka HP Saat Bangun Tidur, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Tujuannya agar mendapatkan diagnosis, penanganan, dan terapi latihan yang tepat serta sesuai untuk pemulihan cedera.