Kondom Alat Pelindung Yang Tak Sekadar Aman Tapi Juga Sehat

Penggunaan kondom di masyarakat masih rendah. Padahal penggunaan kondom sangatlah penting.

Terlebih sosialisasi penggunaan kondom yang gencar dilakukan sebagai edukasi seksual sering dianggap mendorong hubungan seksual pranikah.

Sekjen POGI JAYA (Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia – Jakarta Raya) dr ulul albab, SpOG mengatakan, selain dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), kondom bisa menjadi alat pencegahan penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Kondom memberikan perlindungan lengkap.

“Kondom itu satu-satunya alat kontrasepsi yang bisa mencegah penyakit seksual. Itu keunggulan yang tidak dimiliki alat kontrasepsi lain,” ungkap dokter Ulul saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (30/9/2022).

Ia mengatakan, saat melakukan hubungan seks yang tidak sehat, maka risiko terkena penyakit menular sangat tinggi.

Baca juga :  3 Jenis Teh Terbaik Untuk Penderita Diabetes, Teh Hijau Hingga Teh Chamomile

“Risiko terkena IMS itu sangat tinggi berlaku pada mereka yang hubungan seksual yang tidak sehat. Apa itu hubungan yang tidak sehat? Pertama, bukan dengan pasangan resmi, di luar pernikahan, bertukar partner,” jelas dia.

Selain itu, melakukan hubungan seksual dengan cara yang kurang bersih dan tidak higienis.

Sehingga dengan kondom bisa melindungi segala sesuatu yang ditimbulkan dari sesuatu yang tidak sehat.

Pakar kesehatan sekaligus dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) Prof Zubairi Djoerban menambahkan, hanya pasangan suami istri yang saling setia dan berstatus HIV jelas (negatif) bisa dikatakan aman berhubungan seks tanpa kondom.

Baca juga :  Apa Itu Sindrom Jaundice? 114 Orang Di Jatim Suspect Jaundice Atau Penyakit Kuning

Namun, bagi yang ganti-ganti partner dan main ke prostitusi, pakailah kondom.

“Saya bukan promo, ini soal pencegahan karena ada 500 ribu kasus HIV di Indonesia,” terang penemu kasus AIDS pertama di Indonesia ini.

Sebagai upaya menekan angka penularan penyakit IMS seperti HIV dan pengendalian fertilitas, pemerintah melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan alat kontrasepsi kondom sah digunakan.

Karena itu, pihaknya tidak dapat mengawasi penggunaannya.

Adapun dalam Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 mengungkap, mayoritas pengguna kondom berpendidikan lebih tinggi, dan tinggal di daerah perkotaan.

Mereka cenderung setuju dengan penggunaan kondom mencegah kehamilan, HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual lainnya.

Baca juga :  Manfaat Buah Sukun Untuk Kesehatan, Baik Untuk Jantung Hingga Kurangi Risiko Kanker

Lebih jauh merencanakan keluarga adalah poin penting yang harus dipersiapkan setelah menikah.

Perencanaan keluarga yang matang, membuat pasangan suami istri bisa mengembangkan diri dan karier.

Kemampuan untuk merencanakan kehamilan termasuk memilih kontrasepsi juga dipercaya dapat meningkatkan kesehatan mental dan kebahagiaan bagi perempuan.

Di sisi lain, kasih sayang dan kebutuhan finansial untuk anak bisa dimaksimalkan.