8 Jenis Cedera Lari Yang Paling Umum Terjadi Dan Cara Pencegahannya

Simak jenis cedera yang paling umum terjadi saat olahraga lari dan cara pencegahannya dalam artikel ini.

Olahraga lari dikenal sebagai olahraga yang paling mudah dan murah untuk dilakukan serta memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Namun seringkali seseorang mengalami cedera saat berlari.

Cedera lari sangat bervariasi dan kasus yang selama ini terjadi bersifat individual.

Berikut ini 8 (delapan) cedera lari yang paling sering terjadi dan cara pencegahannya, dikutip Tribunnews.com dari marathonhandbook.com:

1. Lutut Pelari (Sindrom Patellofemoral)

Cedera berlebihan yang sangat umum terjadi adalah nyeri lutut yang terletak di depan lutut atau di sekitar tempurung lutut.

Nyeri lutut pelari sering dikaitkan dengan kelemahan atau ketidakseimbangan pada pinggul pelari atau pada otot di sekitar lutut.

Mengatasi kelemahan pada pinggul atau otot sekitar lutut adalah kunci untuk memulihkan dan menghindari masalah lutut di masa depan.

2. Tendinitis Achilles

Baca juga :  Kenali Keluhan Serangan Jantung Pada Laki-laki Dan Perempuan, Ini Penjelasan Dokter

Tendinitis Achilles terjadi ketika tendon Achilles menjadi meradang dan sakit.

Cedera lari ini sering terjadi karena pelari meningkatkan beban latihannya baik jarak tempuh maupun intensitas lari dengan terlalu cepat.

3. Sindrom Band IT (Sindrom Illiotibial Band)

Pita iliotibial atau pita IT adalah pita otot dan jaringan yang membentang di sepanjang bagian luar kaki bagian atas, ini menghubungkan pinggul ke lutut.

Sindrom pita TI adalah cedera berlebihan yang menyebabkan pita TI pelari menjadi meradang atau kencang.

Sindrom pita IT dapat diobati dan dicegah dengan meregangkan dan memperkuat inti serta meningkatkan jarak tempuh secara bertahap.

4. Shin Splints

Shin splints adalah cedera pada bagian depan atau dalam betis atau tulang kering.

Jenis cedera shin splints dapat terjadi sebagai akibat dari peningkatan beban latihan Anda terlalu cepat.

Shin splints merupakan tanda awal dari cedera fraktur stres.

Baca juga :  6 Kebiasaan Kecil Ini Bisa Membantumu Menurunkan Berat Badan, Berdiri Tegap Ternyata Membantu

Oleh karena itu, jika Anda mengalami shin splints, tindakan terbaik adalah fokus pada istirahat dan pemulihan.

5. Cedera Hamstring

Cedera hamstring dapat disebabkan oleh hamstring yang lelah atau lemah.

Jika paha belakang Anda lemah, pertimbangkan untuk tidak melakukan latihan kekuatan.

6. Fasciitis Plantar

Plantar fasciitis adalah salah satu cedera kaki lari yang paling umum.

Hal ini disebabkan oleh degradasi iritasi pada fasia atau lapisan jaringan yang tebal pada telapak kaki.

Plantar fasciitis memiliki sejumlah penyebab, mulai dari kurangnya mobilitas pada jempol kaki, hingga sesak dan kurangnya fleksibilitas pada otot betis.

Fokus pada pelatihan mobilitas dapat menjadi teknik pencegahan cedera yang bagus untuk plantar fasciitis.

7. Fraktur Stres

Fraktur stres adalah cedera lari terkait dampak serius.

Saat itulah retakan garis rambut terbentuk di tulang dan, untuk pelari, umumnya terkait dengan tulang kaki bagian atas, tumit, dan tulang kaki bagian bawah.

Baca juga :  Cara Mencegah Dampak Depresi Agar Tidak Parah, Termasuk Menyasar Anak-anak

Fraktur stres dapat dicegah dengan memperbaiki bentuk lari, meningkatkan jarak tempuh dan intensitas mingguan secara bertahap, juga makan cukup dan memakai sepatu lari yang sesuai.

Jika Anda menduga mengalami fraktur stres, segera temui pihak medis.

8. Ketegangan Pergelangan Kaki

Strain pergelangan kaki disebabkan oleh peregangan berlebihan pada tendon dan ligamen di pergelangan kaki.

Cedera ini biasanya terjadi jika seorang pelari memutar atau memutar pergelangan kakinya saat berlari.

Ketegangan pergelangan kaki dapat dicegah dengan memperkuat otot-otot di sekitar pergelangan kaki Anda.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)