Bahaya Gas Air Mata Bagi Tubuh, Sebabkan Kebutaan Sementara Hingga Gagal Napas

Inilah sejumlah bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan gas air mata. Penggunaan gas air mata saat ini menjadi semakin umum.

Dikutip dari Healthline, lembaga penegak hukum di Amerika Serikat, Hongkong, Yunani, hingga Mesir, menggunakan gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan dan membubarkan masa.

Terlepas dari namanya, gas air mata bukanlah gas, melainkan bubuk bertekanan yang menyebabkan kabut saat digunakan.

Gas air mata terdiri dari kumpulan bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit, pernapasan, dan mata.

Anak-anak dan orang-orang dengan komplikasi pernapasan mungkin berada pada risiko tinggi terkena komplikasi ketika terkena gas air mata.

Lantas, bagaimanakah bahaya jika tubuh terkena gas air mata?

Berikut sejumlah bahaya yang akan terjadi jika tubuh terkena gas air mata:

Bahaya Gas Air Mata Bagi Tubuh

Jika seseorang terkena gas air mata, maka akan menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit.

Baca juga :  Tes Genetika Berbasis Urine Kini Bisa Ketahui Risiko Anda Terkena Kanker Payudara

Tingkat keparahan gejala yang ditimbulkan setelah terpapar gas air mata bergantung pada hal-hal berikut:

– Terjadi di ruang terbuka atau tertutup

– Banyaknya gas air mata yang digunakan

– Jarak seseorang dengan gas air mata saat dilepaskan

– Seseorang memiliki riwayat penyakit yang akan menjadi parah jika terpapar gas air mata

Sebagian orang dapat pulih dari efek paparan gas air mata jika tanpa gejala yang signifikan.

1. Gejala Mata setelah Terpapar Gas Air Mata

Ketika seseorang terpapar gas air mata, maka matanya akan timbul gejala langsung sebagai berikut:

– Robek

– Kelopak mata menutup dengan tidak sengaja

– Gatal

– Sensasi terbakar

– Kebutaan sementara

– Pandangan kabur

– Luka bakar kimia

Namun efek jangka panjang bagi mata yang terpapar gas air mata yakni dapat menyebabkan:

Baca juga :  Sebagian Negara Di Eropa Tak Wajibkan Warganya Pakai Masker, Kenapa Indonesia Belum Ke Tahap Itu?

– Kebutaan

– Pendarahan

– Kerusakansaraf

– Katarak

– Erosi kornea

2. Gejala Pernapasan setelah Terpapar Gas Air Mata

Menghirup gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Seseorang dengan riwayat penyakit pernapasan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas setelah terpapar gas air mata.

Gejala pernapasan dan gastrointestinal meliputi:

– Tersedak

– Terbakar dan gatal pada hidung hingga tenggorokan

– Kesulitan bernapas

– Batuk

– Mengeluarkan liur

– Sesak dada

– Mual

– Muntah

– Diare

– Gagal napas

3. Gejala Kulit setelah Terpapar Gas Air Mata

Ketika gas air mata bersentuhan dengan kulit yang terbuka, dapat menyebabkan iritasi dan rasa sakit.

Dalam kasus yang lebih parah, iritasi kulit yang terkena gas air mata akan berlangsung selama berhari-hari.

Gejala yang terjadi jika kulit terpapar gas air mata yakni:

Baca juga :  Jangan Mengonsumsi Es Batu Yang Terbuat Dari Air Mentah Jika Tak Ingin Alami Diare & Gagal Ginjal

– Gatal

– Kemerahan

– Melepuh

– Dermatitis alergi

– Luka bakar kimia

4. Gejala Lainnya Paparan gas air mata yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan gejala gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Paparan gas air mata dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung atau tekanan darah.

Pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya, paparan gas air mata dapat menyebabkan serangan jantung atau kematian.

Jika gas air mata dengan konsentrasi tinggi dilepaskan di ruang tertutup dan dalam waktu yang lama maka dapat menyebabkan kematian.

(Tribunnews.com/Enggar Kusuma)