Daftar Bahan Pangan Yang Mengandung Alergen

Alergen merupakan istilah yang digunakan untuk pemicu alergi.

Alergi sendiri adalah reaksi tubuh terhadap zat asing yang nampak berbahaya bagi tubuh dan mengeluarkan reaksi berlebihan terhadap zat tersebut.

Mengutip laman RS Dr. Sardjito, bahan dalam makanan terkadang mengandung zat pemicu alergi.

Bahan ini sudah diolah sehingga sulit dikenali dari rasa atau teksturnya.

Padahal seseorang yang memiliki alergi, jika mengonsumsi pangan yang mengandung bahan alergen dapat memberikan risiko kesehatan bagi konsumen tersebut.

Di Indonesia, keterangan tentang adanya komposisi bahan mengandung alergen telah diatur dalam Peraturan Kepala Badan POM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

Dalam aturan tersebut, produsen wajib mencantumkan bahan alergen pada label yang mengandung alergen.

Baca juga :  Apa Itu Operasi Pembedahan Suara? Operasi Untuk Tegaskan Suara, Ini Rangkaian Dan Risikonya

Diatur juga pangan olahan yang diproduksi menggunakan sarana produksi yang sama dengan pangan olahan yang mengandung alergen wajib mencantumkan informasi tentang kandungan alergen.

Dari Balai POM, berikut bahan makanan yang dikategorikan sebagai alergen:

Sementara itu, mengutip Healthline, ada beberapa makanan atau bahan makanan yang paling umum menyebabkan alergi.

Berikut daftarnya:

1. Susu Sapi

Alergi susu sapi sering terjadi pada bayi dan anak kecil.

Alergi susu sapi ini menjadi alergi anak-anak yang paling umum dan terjadi pada 2-3 persen bayi dan balita.

Lalu, 90 persen anak-anak tak akan alergi susu lagi saat mereka berusia tiga tahun, sehingga jarang terjadi ketika mereka dewasa.

2. Telur

Alergi telur adalah penyebab paling umum kedua dari alergi makanan pada anak-anak

Baca juga :  Apa Itu Kateter Urine? Ini Kegunaan, Jenis, Dan Prosedur Pemasangannya

68 persen anak-anak akan mengatasi alergi tersebut saat mereka berusia 16 tahun.

3. Kacang-kacangan

Alergi kacang sering terjadi dan termasuk alergi yang parah dan berpotensi fatal.

Mereka yang alergi kacang, sebagian besar berlangsung seumur hidup.

4. Kedelai

Alergi kedelai mempengaruhi hingga 0,5 persen anak-anak dan paling sering terlihat pada bayi dan anak di bawah tiga tahun.

Alergi tersebut dipicu oleh protein dalam kedelai atau produk yang mengandung kedelai.

Namun, sekitar 70 persen anak-anak yang alergi pada kedelai bisa sembuh dari alerginya.

5. Kerang

Alergi kerang disebabkan oleh tubuh Anda menyerang protein dari keluarga ikan krustasea dan moluska, yang dikenal sebagai kerang.

Baca juga :  Kegiatan Bersih-bersih Rumah Bisakah Turunkan Berat Badan? Berikut Penjelasan Ahli

Selain itu, hewan laut lainnya yang bisa menyebabkan alergi adalah udah, lobster, kepiting, dan cumi-cumi.

Pemicu paling umum dari alergi makanan laut adalah protein yang disebut tropomiosin.

Protein lain yang mungkin berperan dalam memicu respon imun adalah arginin kinase dan parvalbumin.

6. Gandum

Alergi gandum adalah respons alergi terhadap salah satu protein yang ditemukan dalam gandum.

(Tribunnews.com, Renald)