Gejala Mastitis, Peradangan Jaringan Payudara Yang Sebabkan Nyeri Dan Bengkak

Inilah gejala Mastitis, peradangan jaringan payudara yang terkadang melibatkan infeksi.

Peradangan ini menyebabkan nyeri payudara, pembengkakan, kehangatan dan kemerahan.

Penderita Mastitis mungkin juga mengalami demam dan kedinginan.

Mastitis paling sering menyerang wanita yang sedang menyusui (mastitis laktasi).

Namun, mastitis juga dapat terjadi pada wanita yang tidak menyusui dan pada pria.

Mastitis laktasi dapat menyebabkan penderita merasa lelah, sehingga sulit untuk merawat bayi, dikutip dari Mayoclinic dan Clevelandclinic.

Gejala Mastitis

Gejala Mastitis dapat muncul secara tiba-tiba.

Beberapa gejala tersebut yaitu:

– Kelembutan payudara atau kehangatan saat disentuh

– Pembengkakan payudara

– Penebalan jaringan payudara, atau benjolan payudara

– Nyeri atau sensasi terbakar terus menerus atau saat menyusui

Baca juga :  3 Jenis Olahraga Untuk Mengecilkan Perut Dan Caranya, Lakukan Di Rumah

– Kulit kemerahan, seringkali dalam pola berbentuk baji

– Umumnya merasa sakit

– Demam 101 F (38,3 C) atau lebih besar.

Penyebab Mastitis

Saluran susu yang terperangkap di payudara adalah penyebab utama mastitis.

Penyebab lainnya termasuk:

– Saluran susu yang tersumbat

Jika payudara tidak sepenuhnya kosong saat menyusui, salah satu saluran ASI bisa tersumbat.

Penyumbatan menyebabkan susu untuk kembali, menyebabkan infeksi payudara.

– Bakteri memasuki payudara

Bakteri dari permukaan kulit dan mulut bayi dapat masuk ke saluran susu melalui celah di kulit puting atau melalui lubang saluran susu.

Susu yang tergenang di payudara yang tidak dikosongkan menyediakan tempat berkembang biak bagi bakteri.

Baca juga :  Tips Aman Bagi Penderita Asam Lambung Berpuasa Di Bulan Ramadan

Faktor Risiko Mastitis

Seorang wanita berisiko terkena mastitis jika sering menggunakan bra yang ketat.

Selain itu, penggunaan sabuk pengaman atau membawa tas berat terlalu sering dapat membatasi aliran ASI.

Biasanya, serangan mastitis terjadi sebelum menyusui.

Penderita akan merasakan puting sakit atau pecah-pecah, meskipun mastitis dapat berkembang tanpa kulit yang rusak.

Sering merokok dan nutrisi yang buruk juga dapat meningkatkan risiko terkena Mastitis.

Pencegahan Mastitis

Mastitis biasanya menyerang wanita yang akan menyusui bayi.

Sebelum menyusui bayi, seorang ibu dapat berkonsultasi kepada konsultan laktasi.

Selain itu, berikut ini beberapa cara pencegahan yang dapat diterapkan.

– Tiriskan sepenuhnya ASI dari payudara sang ibu saat menyusui.

Baca juga :  Makanan Yang Mengandung Asam Folat, Baik Untuk Program Hamil Hingga Ibu Hamil

– Biarkan bayi mengosongkan satu payudara sepenuhnya sebelum beralih ke payudara lainnya selama menyusui.

– Ubah posisi yang digunakan untuk menyusui dari satu kali menyusui ke yang berikutnya.

– Pastikan bayi menyusu dengan benar selama menyusui.

– Jika ibu menyusui adalah perokok, tanyakan kepada dokter tentang berhenti merokok.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Mastitis