Cacar Monyet Bisa Timbulkan Gangguan Paru-paru, Berikut Penjelasannya

Sejak ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan dunia oleh WHO, wabah cacar monyet atau Monkeypox kini telah menjadi perhatian masyarakat.

Nyatanya, tidak hanya timbulkan kelainan kulit, Monkeypox bisa timbulkan gangguan paru-paru?

Sebagai informasi Indonesia telah mengumumkan kasus pertama monkeypox pada 20 Agustus 2022 lalu. Saat ini sudah lebih dari 70 negara yang melaporkan kasus cacar monyet dan lebih dari 40 ribu kasus monkeypox.

Selama pasien tidak memiliki riwayat komorbid, sebenarnya kasus Monkeypox bisa sembuh dengan sendirinya. Namun yang tidak disangka, Monkeypox bisa memicu gangguan paru-paru.

Baca juga :  Cara Menangani Cedera Engkel, Pertolongan Pertama Dengan Metode RICE

Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medik, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM.

Menurut pemaparannya, Monkeypox akan lebih berisiko pada mereka dengan imun seseorang yang tengah menurun.

Terutama pada anak-anak. Saat terinfeksi, dan mengenai paru-paru dapat menimbulkan gejala seperti pneumonia.

“Ke paru bisa gejala seperti halnya infeksi paru pneumonia batuk-batuk, lebih berat lagi ada pengumpulan cairan di paru-paru,”ungkapnya pada talkshow virtual, Selasa (30/8/2022).

Baca juga :  Kenali Faktor Risikonya, Kanker Serviks Bisa Dicegah

Menurutnya, penyakit Monkeypox berasal dari hewan yang dengan penyakit Antrax.

“Sehingga kalau ke manusia yang terkena akan drop sekali. Kemungkinan terjadi pada mereka yang immuno compromise atau mereka dengan imunitas menurun. Anak kecil itu yang sering terjadi dan ini berlangsung pada 2-4 minggu,” paparnya lagi.

Ia pun mengingatkan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah penularan Monkeypox.

Baca juga :  Manfaat Mosambi Atau Jeruk Nipis Manis Untuk Kesehatan, Tingkatkan Imunitas Hingga Cegah Dehidrasi

Misalnya hindari kontak fisik seperti bersentuhan, berpelukan dan tidur bersama dan juga menggunakan barang-barang yang sama dengan pasien terindentifikasi Monkeypox.