3 Buah Untuk Mempercepat Penyembuhan Demam Berdarah

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.

Penderita DBD biasanya akan mengalami sejumlah gejala seperti sakit kepala hebat, sakit di belakang mata, demam tinggi tiba-tiba, nyeri otot dan sendi, lelah, mual, muntah, muncul ruam, mimisan atau gusi berdarah.

Dilansir dari promkes.kemkes.go.id, obat untuk membunuh virus dengue hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD juga masih dalam tahap ujicoba.

Baca juga :  20 Manfaat Jalan Kaki Pagi: Menurunkan Berat Badan Hingga Mencegah Diabetes

Oleh karena itu, penting bagi penderita DBD untuk mendapatkan asupan makanan yang seimbang antara syaur, buah, dan lauk.

Dikutip dari Kompas.com, berikut ini jenis buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita DBD:

Jambu biji

Jambu biji memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi.

Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk memicu pembentukan platelet atau trombosit darah baru.

Seperti diketahui, salah satu tanda seseorang menderita penyakit DBD adalah nilai trombositnya turun.

Sementara itu, mengingat pasien demam berdarah dianjurkan makan makanan atau minuman yang mudah dicerna, maka buah jambu biji bisa dikonsumsi dengan cara dijus.

Baca juga :  Gejala Awal Penyakit TBC Yang Perlu Diketahui

Kandungan airnya juga baik untuk mencegah dehidrasi.

Kurma

Buah kurma mengandung gula alami, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Mengonsumsi kurma diyakini dapat mengembalikan energi tubuh pada penderita DBD.

Zat besi pada kurma secara alami juga dapat menambah jumlah trombosit dalam tubuh.

Buah Naga

Buah naga mengandung vitamin C yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Baca juga :  Heat Stroke Atau Serangan Panas: Gejala, Cara Mencegah Dan Pertolongan Pertama

Selain itu, buah ini juga dapat meningkatkan hemoglobin dengan cepat sehingga baik untuk dikonsumsi para penderita DBD.

Buah naga juga mengandung antioksidan kuat, serat tinggi, fosfor hingga zat besi.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah) (Kompas.com/Irawan Sapto Adhi)