Waspadai Penyakit Yang Disebabkan Oleh Gigitan Nyamuk Dan Cara Memberantas Aedes Aegypti

Tidak hanya DBD (Demam Berdarah Dengue), berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Gigitan nyamuk tidak hanya menyebabkan gatal saja, melainkan juga dapat mengancam nyawa.

Terdapat jenis nyamuk yang membahayakan manusia karena bisa menularkan penyakit.

Nyamuk dapat membawa virus penyakit serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Ketika sedang digigit nyamuk, jangan sepelekan dan segeralah menggunakan lotion anti nyamuk atau pasang obat nyamuk.

Kenali penyakit yang disebabkan oleh nyamuk berikut ini:

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Negara Asia Tenggara rentan dengan penyakit DBD karena kondisi geografis dan iklim yang cocok untuk perkembangbiakan nyamuk.

Penyakit DBD di Indonesia memiliki tingkat prevalensi yang cukup tinggi, dikutip dari sinkarkes.kemenkes.go.id.

Pelaku utama penyebaran peyakit DBD adalah nyamuk jenis Aedes aegypti.

Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang berbahaya karena dapat membawa virus penyebab DBD.

Maka dari itu, perhatikanlah kebersihan lingkungan rumah dan berantas air menggenang agar tidak menjadi sarang nyamuk berkembangbiak.

Baca juga :  Amankah Berpuasa Bagi Ibu Hamil? Simak Penjelasan Dokter Kandungan

Berikut gejala Demam Berdarah Dengue :

– Mendadak panas tinggi selama 2 – 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara 38C sampai 40C atau lebih.

– Tampak binti-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah itu tidak hilang.

– Kadang-kadang perdarahan di hidung ( mimisan).

– Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segeralah periksa ke dokter.

2. Malaria

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang kedua adalah Malaria.

Dikutip dari rs-soewandhi.surabaya.go.id, parasit plasmodium adalah penyebab penyakit malaria.

Sedangkan, jenis nyamuk yang menularkan penyakit malaria disebut Nyamuk Anopheles betina.

Ciri-ciri nyamuk Anopheles bertubuh kecil dan pendek, alat sengatnya seperti belalai, menurut health.grid.id.

Perutnya beruas-ruas dan bisa mengembang secara signifikan ketika menghisap darah.

Pada bagian sayap terdapat balok sisik hitam dan putih yang terpisah.

Baca juga :  Apakah Gangguan Pendengaran Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan DokterĀ 

Gejala Malaria adalah demam, menggigil, sakit kepala, berkeringat banyak, lemas, pegal linu, kurang darah bahkan mual atau muntah.

Segeralah ke rumah sakit jika merasakan gejala-gejala tersebut.

3. Demam Kuning

Seperti DBD, demam kuning juga disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti, menurut kemenkes.go.id.

Nyamuk Aedes aegypti dapat membawa virus jenis Flavivirus penyebab demam kuning.

Penyakit demam kuning memiliki gejala awal demam akut dalam waktu dua minggu.

Demam tersebut juga disertai dengan salah satu atau lebih dari gejala berupa pendarahan dari hidung, gusi, kulit, atau saluran pencernaan.

4. Virus Zika

Virus Zika dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti.

Menurut situs resmi WHO, Virus Zika juga ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan, melalui kontak seksual, transfusi darah dan produk darah, serta transplantasi organ.

Baca juga :  Kegiatan Bersih-bersih Rumah Bisakah Turunkan Berat Badan? Berikut Penjelasan Ahli

Diagnosanya hanya dapat dikonfirmasi dengan tes laboratorium darah atau cairan tubuh lainnya.

Namun, gejalanya seperti demam dan ruam.

Cara Memberantas Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes berkembang biak di genangan air kecil di sekitar rumah, sekolah, dan tempat kerja.

Anda dapat melakukan 3M sebagi berikut :

– Menguras atau membersihkan bak mandi secara berkala, tak hanya itu, juga kolam atau wadah yang terdapat genangan air.

– Menutup, yaitu menutup rapat tempat penampungan air

– Mengubur atau mendaur ulang, menyingkirkan barang bekas tidak terpakai agar lebih bersih.

(Tribunnews.com/Tartila Safira)