Manfaat Dark Chocolate Untuk Kesehatan: Dapat Turunkan Tekanan Darah

Inilah sederet manfaat dark chocolate atau cokelat hitam yang perlu kamu tahu.

Cokelat hitam kaya akan nutrisi yang dapat berdampak positif bagi kesehatan.

Terbuat dari biji pohon kakao, cokelat hitam adalah salah satu sumber antioksidan terbaik.

Selain itu, dark chocolate memiliki banyak kalium, fosfor, seng, dan selenium.

Studi menunjukkan bahwa dark chocolate dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Namun, cokelat ini paling baik dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Berikut sederet manfaat kesehatan dari dark chocolate, dikutip dari Healthline:

1. Sumber antioksidan yang kuat

ORAC adalah singkatan dari kapasitas absorbansi radikal oksigen.

Ini adalah ukuran aktivitas antioksidan makanan.

Berdasarkan penelitian tersebut, cokelat dianggap kaya akan antioksidan.

Tetapi relevansi biologis dari nilai ORAC dipertanyakan, karena diukur dalam tabung reaksi dan mungkin tidak memiliki efek yang sama pada tubuh.

Penelitian pada manusia tidak selalu menunjukkan kisaran efek antioksidan yang sama untuk cokelat.

Tetapi para ahli mengatakan belum ada cukup bukti untuk mengatakan dengan pasti.

Baca juga :  Manfaat Tidur Siang: Turunkan Tekanan Darah Hingga Tingkatkan Kewaspadaan

Dark chocolate sarat dengan senyawa organik yang aktif secara biologis dan berfungsi sebagai antioksidan.

Ini termasuk polifenol, flavanol, dan katekin.

Menurut penelitian, polifenol dalam cokelat hitam dapat membantu menurunkan beberapa bentuk kolesterol LDL (“jahat”) bila dikombinasikan dengan makanan lain seperti almond dan kakao.

Satu studi menunjukkan bahwa kakao dan dark chocolate memiliki aktivitas antioksidan, polifenol, dan flavanol lebih banyak daripada buah lain yang diuji, termasuk blueberry dan acai berry.

2. Tingkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah

Flavanoid dalam dark chocolate dapat merangsang endotelium, lapisan arteri, untuk menghasilkan oksida nitrat (NO).

Salah satu fungsi NO adalah mengirim sinyal ke arteri untuk rileks, yang menurunkan resistensi aliran darah dan karenanya mengurangi tekanan darah.

Banyak penelitian terkontrol menunjukkan bahwa kakao dan cokelat hitam dapat meningkatkan aliran darah dan menurunkan tekanan darah, meskipun efeknya biasanya ringan

Namun, satu penelitian pada orang dengan diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi tidak menunjukkan efek, jadi konsumsilah ini dengan sebutir garam.

Baca juga :  Apa Itu Lesi Otak? Berikut Penyebab, Gejala, Dan Cara Pengobatannya

3. Kurangi risiko penyakit jantung

Senyawa dalam dark chocolate tampaknya sangat protektif terhadap oksidasi LDL.

Dalam jangka panjang, ini akan menyebabkan lebih sedikit kolesterol yang menempel di arteri, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

Bahkan, penelitian menunjukkan peningkatan yang cukup drastis.

Seiring waktu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kakao atau cokelat yang kaya flavanol dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

Sebuah tinjauan studi mengungkapkan bahwa makan cokelat 3 kali per minggu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 9 persen.

Makan cokelat lebih sering menunjukkan sedikit manfaat tambahan.

Ulasan lain menunjukkan bahwa makan 45 gram cokelat per minggu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 11 persen.

Mengkonsumsi lebih dari 100 gram per minggu tampaknya tidak menghasilkan manfaat kesehatan.

Sebuah uji klinis 2017 menemukan bahwa subjek yang mengonsumsi almond dengan atau tanpa cokelat hitam menunjukkan peningkatan kadar kolesterol LDL.

Baca juga :  7 Manfaat Tomat Bagi Kesehatan: Melindungi Kesehatan Jantung Hingga Melindungi Dari Kanker

4. Tingkatkan fungsi otak

Cokelat hitam juga dapat meningkatkan fungsi otak.

Studi menunjukkan bahwa makan kakao flavanol tinggi dapat meningkatkan aliran darah ke otak pada orang dewasa muda.

Ini mungkin menjelaskan mengapa makan kakao setiap hari tampaknya meningkatkan perhatian, pembelajaran verbal, dan memori.

Flavanoid kakao juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua dengan gangguan kognitif ringan dan mengurangi kemungkinan berkembang menjadi demensia.

Selain itu, kakao mengandung zat stimulan seperti kafein dan theobromine, yang mungkin menjadi alasan utama mengapa kakao dapat meningkatkan fungsi otak dalam jangka pendek.

(Tribunnews.com/Yurika)

Artikel Kesehatan lainnya