Cara Sederhana Deteksi Mandiri Kelainan Gigi Dan Mulut

Penting bagi masyarakat untuk rutin melakukan deteksi mandiri kesehatan gigi dan mulut.

Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran Dr. Netty Suryanti, drg., MARS, mengatakan, deteksi mandiri ini diperlukan sebagai bentuk antisipasi dini terhadap kemungkinan munculnya kelainan yang ada di gigi dan mulut.

“Jadi bisa mendeteksi segera. Sehingga kalau ada suatu kelainan di gigi atau mulut kita, kita bisa segera tahu dan bisa datang langsung konsultasi ke dokter gigi,” kata Netty dikutip dari laman unpad.ac.id.

Adapun cara deteksi mandiri kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan menggunakan cermin atau kamera pada ponsel.

“Berdiri di depan cermin, mulutnya buka lebar-lebar, lalu miringkan ke atas sehingga kelihatan gigi yang belakang, gigi di atas. Kalau kurang terang cahayanya gunakanlah senter atau nisar dari handphone,” ujarnya.

Baca juga :  Bahaya Virus PMK, Menkes Budi Pastikan Tak Akan Bahayakan Manusia

Saat mendeteksi, perlu diperhatikan gigi, gusi, dan lidah. Pada gigi, dilihat apakah ada gigi yang hitam atau berlubang.

Pada gusi, diperhatikan apakah ada kemerahan, pembengkakan, gusi turun, benjolan, luka pedih, atau sariawan.

Pada lidah, diperhatikan apakah ada selaput putih, merah sakit, bengkak, atau luka. Selain itu, perlu juga diperhatikan kemungkinan adanya kelainan seperti sensitif atau berwarna, ada gigi yang goyang atau berdarah, ada plak atau kalkulus, adanya susuan gigi yang berjejal atau mengganggu, atau adanya sakit pada sendi rahang.

“Lakukan deteksi tersebut rutin. Perlu satu atau dua menit sebulan sekali saja, itu bisa menolong supaya gigi kita tetap sehat,” kata Netty.

Baca juga :  Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi Dan Mulut Sejak Dini Untuk Mencegah Munculnya Penyakit Sistemik

Konsultasi setelah Mendeteksi

Jika ada kelainan pada gigi dan mulut, Netty pun menekankan perlunya konsultasi dan pemeriksaan lanjut ke dokter gigi. Jangan sampai diabaikan atau diobati sendiri.

“Kalau dokter gigi itu penuh dengan pertimbangan-pertimbangan, analisis, kemudian merencanakan bagaimana risikonya supaya minim. Semuanya itu harus kita perhitungkan,” ujarnya.

Ia juga menganjurkan adanya kunjungan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Hal ini penting untuk mendeteksi lebih akurat kelainan gigi dan mulut karena banyak kelainan yang tidak disadari atau tidak mudah dideteksi sendiri.

Masalah Gigi dan Mulut Harus Ditangani Sedini Mungkin

Jika tidak, dapat semakin parah atau muncul permasalahan lain. Salah satunya adalah gigi yang sakit dapat menjadi fokal infeksi di tempat lain.

Baca juga :  Tanda Gejala Awal Anak Terkena Hepatitis Akut Dan Gejala Lanjutan Yang Mungkin Dialami

“Biasanya ada luka terbuka di dalam mulut. Dari situ bakteri masuk ke pembuluh darah dan membawa bakteri ke anggota tubuh yang lain,” ujar Netty.

Selain itu, sakit di gigi dan mulut juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan, kesulitan mengunyah makanan, kesulitan berbicara, hingga mengganggu kualitas hidup. Jika sudah parah, biaya yang harus dikeluarkan juga tinggi dan memerlukan waktu pemulihan yang lama.