Apa Itu Lesi Otak? Berikut Penyebab, Gejala, Dan Cara Pengobatannya

Lesi adalah jenis kerusakan yang terjadi di otak.

Penyakit ini awalnya tidak menimbulkan gejala, namun dapat memburuk dari waktu ke waktu.

Mengutip WebMD, Lesi adalah area jaringan yang telah rusak karena cedera atau penyakit.

Jadi, Lesi Otak adalah area cedera atau penyakit di dalam otak.

Walaupun definisinya terdengar sederhana, memahami Lesi Otak bisa jadi rumit karena ada banyak jenisnya.

Lesi Otak dapat berkuran kecil hingga besar, dari sedikit hingga banyak, dari yang relatif tidak berbahaya hingga mengancam jiwa.

Penyebab Lesi Otak

Lesi otak dapat disebabkan oleh cedera, infeksi, dan paparan bahan kimia tertentu.

Penyakit ini juga bisa karena terdapat masalah dengan sistem kekebalan tubuh.

Gejala Lesi Otak

Gejala Lesi Otak bervariasi tergantung pada jenis, lokasi, dan ukuran lesi.

Gejala umum untuk beberapa jenis Lesi Otak, di antaranya:

Jenis-jenis Lesi Otak

Meskipun mereka memiliki definisi yang sama, cedera atau kerusakan jaringan di dalam otak, Lesi Otak sangat bervariasi.

Baca juga :  8 Mitos Dan Fakta Tentang Penyakit Diabetes Yang Perlu Diketahui, Mulai Obesitas Hingga Asupan Gula

Berikut adalah beberapa Lesi Otak yang umum.

1. Abses

Abses otak adalah area infeksi, termasuk nanah dan jaringan yang meradang.

Abses tidak umum, tetapi mengancam jiwa.

Abses otak sering terjadi setelah infeksi, biasanya di area terdekat, seperti infeksi telinga, sinus, atau gigi.

Penyakit ini juga dapat muncul setelah cedera atau operasi pada tengkorak.

2. Malformasi arteriovenosa (AVM)

AVM adalah jenis Lesi Otak yang terjadi selama perkembangan awal.

Arteri dan vena di otak tumbuh menjadi kusut dan dihubungkan oleh struktur seperti tabung yang disebut fistula.

Arteri tidak sekuat arteri normal.

Vena sering membesar karena aliran darah yang konstan langsung dari arteri melalui fistula ke vena.

Pembuluh yang rapuh ini bisa pecah, membocorkan darah ke otak.

Selain itu, jaringan otak mungkin tidak menerima cukup darah untuk berfungsi dengan baik.

Baca juga :  Amankah Berpuasa Bagi Ibu Hamil? Simak Penjelasan Dokter Kandungan

Kerusakan otak dapat menyebabkan kejang sebagai gejala pertama AVM.

3. Infark serebral

Infark mengacu pada kematian jaringan.

Infark serebral, atau stroke, adalah Lesi Otak di mana sekelompok sel otak mati ketika mereka tidak mendapatkan cukup darah.

4. Cerebral palsy

Jenis Lesi Otak ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan ibu.

Cerebral palsy tidak berkembang seiring waktu.

Lesi otak mempengaruhi kemampuan anak untuk bergerak, yang juga dapat membuat komunikasi dan keterampilan terkait menjadi sulit.

Namun, banyak anak dengan cerebral palsy memiliki fungsi intelektual yang normal.

5. Multiple sclerosis (MS)

Dengan kondisi ini, sistem kekebalan menyerang dan merusak lapisan saraf (myelin) di otak dan sumsum tulang belakang.

Lesi ini mempersulit pesan untuk dikirim dan diterima dengan baik antara otak dan bagian tubuh lainnya. Pelajari lebih lanjut tentang gejala MS .

Cara Pengobatan Lesi Otak

Baca juga :  Kebiasaan Ini Bisa Membuatmu Alami Penuaan Dini, Maraton Film Hingga Kurang Tidur

Dikutip dari CleveClinic, perawatan Lesi Otak bervariasi pada setiap kasus individu tergantung pada jenis, lokasi, dan penyebabnya.

Hal pentingnya adalah bahwa pemeriksaan menyeluruh diselesaikan oleh dokter untuk mengembangkan rencana perawatan yang tepat.

Pilihan pengobatan tergantung pada jenis lesi dan tingkat keparahan gejala.

Biasanya obat-obatan dapat digunakan untuk mengobati penyebab yang mendasarinya.

Pembedahan dapat menjadi pilihan dalam beberapa kasus, seperti ketika lesi disebabkan oleh tumor otak.

Terkadang, lesi dan gejala tidak membaik bahkan setelah diagnosis yang tepat dan pengobatan yang tepat dan tujuannya adalah untuk mengelola gejala.

(Tribunnews.com/Yurika)

Artikel Kesehatan lainnya