Apa Saja Komplikasi Diabetes? Penyakit Kardiovaskular Hingga Alzheimer

Berikut ini penyakit-penyakit komplikasi dari diabetes militus.

Diabetes militus yang berlangsung lama dapat mengakibatkan penyakit komplikasi lain.

Mengutip Kemenkes.go.id, ketika terlalu banyak gula menetap di aliran darah dalam waktu lama, akan mempengaruhi pembuluh darah, saraf, mata, ginjal, dan sistem kardiovaskular.

Komplikasi diabetes akan terjadi dalam jangka panjang dan berkembang dalam beberapa tahap.

Semakin lama menderita diabetes dan semakin tak terkontrol kadar gula darah, maka akan semakin tinggi pula risiko komplikasi.

Komplikasi termasuk serangan jantung dan stroke, infeksi kaki yang berat (menyebabkan gangren, dapat mengakibatkan amputasi), gagal ginjal stadium akhir dan disfungsi seksual.

Tak hanya itu, setelah 10 hingga 15 tahun dari waktu terdiagnosis, kemungkinan komplikasi diabetes akan meningkat.

Ada banyak komplikasi yang bisa ditimbulkan.

Melansir Mayo Clinic, berikut ini komplikasi diabetes yang bisa saja dialami penderita diabetes

Baca juga :  Manfaat Mengonsumsi Vitamin Di Masa Pandemi Covid-19

1. Penyakit kardiovaskular

Diabetes meningkatkan risiko masalah kardiovaskular.

Seperti penyakit arteri koroner dengan nyeri dada, serangan jantung, stroke, dan penyempitan arteri.

Mereka yang terkena diabetes, ada kemungkinan memiliki penyakit jantung atau stroke.

2. Kerusakan saraf (neuropati)

Kelebihan gula dapat melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memberi nutrisi pada saraf, terutama bagian kaki.

Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar, atau nyeri yang biasanya dimulai dari ujung jari kaki atau jari tangan dan secara bertahap menyebar ke atas.

Jikat tidak diobati, pasien bisa saja kehilangan semua indra perasa pada anggota tubuh yang terkena.

Kerusakan saraf yang berhubungan dengan pencernaan dapat menyebabkan masalah seperti mual, muntah, diare, hingga sembelit.

Baca juga :  15 Manfaat Daun Kelor Dari Segi Kesehatan Dan Kecantikan

Bagi penderita pria, bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

3. Kerusakan ginjal (Nefropati)

Ginjal mengandung jutaan kelompok pembuluh darah kecil (glomeruli) yang menyaring limbah dari darah.

Diabetes dapat merusak sistem penyaringan yang halus ini.

Kerusakan parah dapat menyebabkan gagal ginjal atau penyakit ginjal stadium akhir ireversibel, yang mungkin memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

4. Kerusakan mata (Retinopati)

Diabetes dapat merusak pembuluh darah retina (diabetic retinopathy), berpotensi menyebabkan kebutaan.

Diabetes juga meningkatkan risiko kondisi penglihatan serius lainnya, seperti katarak dan glaukoma.

5. Kerusakan kaki

Kerusakan saraf di kaki atau aliran darah yang buruk ke kaki meningkatkan risiko berbagai komplikasi kaki.

Jika tidak diobati, luka dan lecet dapat menyebabkan infeksi serius, yang seringkali tidak sembuh dengan baik.

Baca juga :  Waktu Yang Baik Untuk Olahraga Dan Manfaat Olahraga Secara Rutin Di Pagi Hari

Infeksi ini pada akhirnya mungkin memerlukan amputasi jari kaki, kaki atau tungkai.

6. Kondisi kulit

Diabetes dapat membuat Anda lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri dan jamur.

7. Gangguan pendengaran

Masalah pendengaran lebih sering terjadi pada penderita diabetes.

8. Alzheimer

Diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko demensia, seperti penyakit Alzheimer.

9. Depresi

Gejala depresi sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Depresi dapat mempengaruhi manajemen diabetes.

(Tribunnews.com, Renald)