6 Hal Yang Sering Membuat Kita Terbangun Saat Tengah Malam Dan Cara Mengatasinya

Terbangun ketika tengah malam mungkin menjadi hal biasa.

Tapi hal ini jika dibiarkan berlarut-larut akan mengganggu kualitas tidur hingga menyebabkan gangguan kesehatan.

Padahal, tidur berfungsi untuk membantu memulihkan tubuh yang lelah.

Lantas, apa saja penyebab ilmiah dari kebiasaan terbangun di tengah malam?

Berikut delapan penyebab kamu terbangun di tengah malam dan cara mengatasinya, dirangkum Tribunnews dari medicalnewstoday:

1. Sleep apnea

Sleep apnea adalah penyebab umum seseorang terbangun di tengah malam.

Gangguan ini menyebabkan napas pendek yang dapat menyebabkan seseorang terbangun beberapa kali permalam.

Dalam banyak kasus, seseorang bahkan tidak menyadari bahwa tidurnya terganggu.

Seseorang dengan sleep apnea memiliki gejala-gejala seperti sakit kepala di pagi hari, terengah-engah di malam hari, dan kelelahan siang hari.

Seseorang dengan sleep apnea juga suka mendengkur dan kesulitan berkonsentrasi pada siang hari.

Cara mengatasi

Jika sleep apnea adalah penyebab orang sering terbangun di tengah malam, akan lebih baik jika kamu konsultasi kepada dokter mengenai gangguan ini.

Cobalah untuk mencari pelayanan perawatan gangguan tidur untuk mengatasi sleep apnea.

Kamu juga bisa mempertimbangkan beberapa perawatan lebih lanjut, seperti menjalani operasi, menggunakan alat tekanan jalan napas, atau mencoba alat oral yang membantu membuka saluran udara.

2. Kecemasan, depresi, atau khawatir

Baca juga :  Apa Itu Operasi Pembedahan Suara? Operasi Untuk Tegaskan Suara, Ini Rangkaian Dan Risikonya

Kecemasan dan depresi dapat menyebabkan insomnia.

Hal itu juga berlaku sebaliknya.

Insomnia dapat menyebabkan salah satu dari kondisi ini.

Baik kecemasan maupun depresi mempersulit seseorang untuk menenangkan pikiran mereka atau mematikan proses berpikir mereka.

Ini bisa membuatnya sulit untuk tertidur dan tetap tertidur.

Cara mengatasi

Jika kamu mengalami hal ini, kamu harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan jika merasa cemas atau tertekan.

Kamu juga bisa berbicara dengan terapis.

Jika memungkinkan dan mendapat saran dari terapis mengenai konsumsi obat, minum obat untuk mengatasi kecemasan atau depresi.

Kamu juga perlu berlatih teknik relaksasi.

Selain itu, kamu juga dapat melakukan teknik relaksasi sendiri di rumah, seperti memainkan musik yang menenangkan, berolahraga secara teratur, dan mengurangi beban tugas.

Kamu juga bisa bermeditasi dan menciptakan lingkungan yang menenangkan di kamar tidur.

3. Insomnia

Insomnia adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa sulit atau tidak mungkin untuk tertidur.

Insomnia menyebabkan kelelahan di siang hari dan membuat seseorang menjadi sulit menjalani hari.

Insomnia dikaitkan dengan depresi dan kecemasan.

Gangguan ini juga bisa menjadi penyebab dan gejala dari depresi dan kecemasan.

Cara mengatasi

Ada banyak solusi potensial yang bisa dilakukan seseorang untuk mengurangi keparahan insomnia.

Cara tersebut antara lain tidak makan makanan berat atau pedas sebelum tidur, bermeditasi, berolahraga secara teratur di siang hari, dan tidak tidur siang.

Baca juga :  Penting Bagi Lansia Melakukan Aktivitas Fisik

Kamu juga harus mempertahankan jadwal tidur yang teratur dan melakukan aktivitas berulang di luar kamar tidur.

4. Ingin buang air kecil

Keinginan untuk buang air kecil bisa membangunkan seseorang di malam hari.

Sebagian orang mungkin dapat mencegahnya dengan mengurangi minum di malam hari.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan buang air kecil di malam hari antara lain, kehamilan, pembesaran prostat, diabetes, prolaps kandung kemih, kandung kemih yang terlalu aktif, dan mengomsumsi obat-obatan.

Cara mengatasi

Pengobatan dapat dilakukan tergantung pada apa yang menyebabkan keinginan buang air kecil di malam hari.

Beberapa solusi potensial untuk masalah ini yaitu membatasi asupan cairan sebelum tidur, minum obat lebih awal, dan menghindari makanan pedas.

Jika kehamilan menjadi penyebab hal ini, maka gejala tersebut akan mereda pada akhir kehamilan.

5. Mimpi buruk di malam hari

Seseorang yang mengalami mimpi buruk mungkin tidak benar-benar bangun.

Sebaliknya, mereka mungkin menjerit, meronta-ronta, menangis, atau tampak ketakutan.

Terkadang, orang tersebut tidak ingat apa yang menyebabkan mimpi buruk itu.

Meskipun anak-anak kemungkinan besar mengalami mimpi buruk, hal ini juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Baca juga :  Pentingnya¬†Konsumsi Air Yang Berkualitas Dari Sumber Berkelanjutan Menurut Pakar Dan Ahli Gizi

Cara mengatasi

Anak-anak biasanya dapat mengatasi mimpi buruk seiring bertambahnya usia.

Namun, orang tua harus menghubungi dokter anak jika anak lelah di siang hari, anak dalam bahaya ketika mimpi buruk terjadi, dan frekuensi episode meningkat.

Orang tua juga perlu berkonsultasi ke dokter jika mimpi buruk tersebut membangunkan anak atau orang lain di rumah, dan episode-episode berlanjut hingga dewasa.

6. Terpapar layar elektronik dan kebisingan

Terpapar layar elektronik sebelum tidur dapat menyebabkan masalah seperti pengurangan melatonin dan jam tubuh yang terganggu.

Gangguan ini bisa membuat sulit tidur dan dapat menyebabkan seseorang terbangun di tengah malam.

Selain itu, suara-suara yang berasal dari TV, ponsel, atau perangkat elektronik lainnya dapat menyebabkan seseorang terbangun dari tidur.

Cara mengatasi

Untuk membantu mencegah masalah ini, National Sleep Foundation merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan perangkat elektronik 30 menit hingga 2 jam sebelum tidur.

Ini akan memungkinkan otak untuk mulai tenang dan membuatmu tertidur.

(Tribunnews.com/Faisal Mohay)