Ketahui Faktor Penyebab Gangguan Malnutrisi Pada Lansia

Sejauh ini, Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menyebutkan bahwa jumlah lansia di Indonesia mencapai 29,3 juta jiwa (10,82 persen).

Orang lanjut usia di Indonesia, berdasarkan Undang-undang Nomor 13 tahun 1998 adalah mereka yang sudah berusia 60 tahun.

Saat sudah lansia, telah terjadi perubahan berbagai organ, dan hal tersebut menyebabkan perubahan kebutuhan nutrisi. Di sisi lain,asupan nutrisi dalam tubuh pin menurun seiring meningkatnya usia.

Baca juga :  Jadi Nomor Urut Dua Pembiayaan Pengobatan Terbesar, Kemenkes Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Ginjal

Hal ini dikarenakan kondisi fisik lansia yang tidak bisa mengonsumi makanan seperti biasa. Padahal lansia tetap membutuhkan nutrisi seimbang.

“Jangan lupa lansia yang utama adalah asupan protein. Ada kebutuhan untuk menjaga kualitas otot, dan kesehatan tubuh. Nadi sekali lagi protein menjadi penting,” ungkapnya pada acara Konferensi Pers “Gerakan 4 Sehat 5 Bahagia: Tetap Sehat, Aktif & Bahagia di Sepanjang Usia oleh Nestle, Jumat (24/6/2022).

Situasi ini memunculkan terjadinya masalah kesehatan kelompok lansia. Salah satunya adalah mal nutrisi. Menurut Prof Setiati, beberapa hal yang menyebabkan terjadinya mal nutrisi pada lansia.

Baca juga :  Manfaat Mangga Untuk Kesehatan Tubuh, Atur Kadar Kolesterol Hingga Tingkatkan Kesehatan Jantung

Bisa karena faktor kesehatan gigi yang seringkali kurang diperhatikan. Gigi berlubang dan gigi palsu goyah misalnya. Lalu lidah pada lansia semakin kering.

Nafsu makan menurun pada lansia diakibatkan gangguan menelan. Di sisi lain faktor kesepian juga membuat lansia malas makan.

Selain itu tidak jarang mengalami penyakit kronis sepertinya demensia yang membuat mereka lupa makan. Faktor di atas yang menyebabkan terjadinya mal nutrisi pada lansia.