Ibu-ibu Perlu Tahu! Manfaat Pijat Bayi, Tingkatkan Nafsu Makan Dan Berat Badan Hingga Cegah Stunting

Manfaat pijat bayi ternyata baik terhadap tumbuh kembang sang anak.

Manfaat pijat bayi ini dikatakan Ketua Perkumpulan Pelatih Pijat Bayi Indonesia (PERPIBI) yang juga instruktur pijat bersertifikasi Internaional Association of Infant Massage (IAIM), Tiur Hutagalung.

Menrutnya, pijat bayi juga dapat meningkatkan berat badan dan nafsu makan si kecil.

Ia menjelaskan pemijatan bayi sebaiknya dilakukan oleh orangtua sendiri dan bukan orang lain.

“Penting banget karena manfaatnya salah satunya menambah atau meningkatkan nafsu makan, mengurangi tangisan pada bayi dan banyak hal lain yang bisa didapat.

Jadi yang seharusnya melakukan pemijatan bayi itu adalah orang tuanya, bukan orang lain.

Jadi harus yang kenal dengan si bayi karena bayi sebaiknya dipijat pada saat bayi terbangun dan siap atau happy,” kata Tiur Hutagalung dalam kegiatan dalam seminar pijat bayi dan relaucnhing PERPIBI di Jakarta, pada akhir pekan lalu.

Tiur Hutagalung menegaskan, memijat merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi ibu dan ayah serta si kecil, sehingga bisa menciptakan ikatan emosional yang akan dirasakan langsung oleh anak hingga ia tumbuh dewasa.

Baca juga :  Lima Fakta Soal Virus Hendra, Berasal Dari Hewan Hingga Belum Ditemukan Vaksin Dan Obatnya

Lalu kapankah waktu terbaik untuk melakukan pijat pada bayi?

Menurut Tiur Hutagalung, hal tersebut tergantung pada keinginan sang anak.

Ia menyarankan agar orangtua untuk melakukan pijatan rutin secara terus menerus dan bisa dilakukan di mana saja, selama pijatan yang diberikan oleh ibu dan ayah dapat membuat bayi merasa nyaman.

“Waktu yang tepat semua bayi pasti berbeda, karena waktu yang tepat pijat bayi adalah saat quite alert atau bayi terbangun dalam keadaan tersadar penuh,” ungkap dia.

Ada 6 tingkah laku aktivitas pada bayi, yaitu, tertidur dalam, tertidur dangkal, mengantuk, menangis, bayi aktif dan bayi terbangun dalam keadaan tersadar penuh.

” Nah, waktu yang tepat untuk dipijat oleh orangtua yaitu saat bayi bangun tersadar penuh (Quite Alert) Jadi jam berapa quite alert pastinya setiap bayi berbeda-beda,” kata dia.

Tiur Hutagalung menegaskan, PERPIBI adalah perkumpulan untuk para CIMI (Certified Infant Massage Instructor) yang berada diwilayah Republik Indonesia, dan semua CIMI melatih para orangtua agar mampu belajar memahami sinyal ketika bayi akan dipijat dan juga mereka bisa memijatnya setiap waktu di rumah.

Baca juga :  7 Manfaat Tomat Bagi Kesehatan: Melindungi Kesehatan Jantung Hingga Melindungi Dari Kanker

“Kalau seminggu sekali atau sebulan sekali itu tidak mendapatkan apa yang manfaat pijat seperti yang diinginkan orang tuanya. Jadi orang tua bisa belajar ke kita jadi dari mulai nol bulan sampe satu tahun. Tapi Gerakan pijatnya dapat mereka aplikasikan sampai anaknya besar, selama anaknya masih menginginkan,” ujar Tiur.

Seperti diketahui, saat ini mulai dirasakan oleh masyarakat betapa pentingnya bayi mendapatkan ASI dari ibunya dan akhir-akhir ini pemerintah sedang menggalakkan pemberian ASI ekslusif untuk bayi 0-6 bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun.

Hormon Prolaktin dan Oksitosin merupakan hormon yang sangat penting dalam memperlancar produksi ASI dan melalui pijat bayi yang dilakukan langsung oleh ibunya adalah salah satu penunjang lancarnya proses pemberian ASI. Disamping itu kebutuhan akan pijat bayi untuk tumbuh dan kembang anak sangat diperlukan. Pijat bayi memberikan efek yang positif baik secara jasmani bayi maupun secara rohani yaitu dengan meningkatnya hubungan emosional (bonding) antara ibu dan bayi baik secara kualitas maupun kuantitas.

Baca juga :  Cegah Stunting, Pemerintah Imbau Calon Pengantin Periksa Kesehatan Sebelum Menikah

“PERPIBI adalah Perkumpulan yang mandiri tanpa terikat pada suatu lembaga Agama atau kegiatan politik tertentu. PERPIBI merupakan Organisasi Nirlaba. PERPIBI adalah Perkumpulan yang mandiri tanpa terikat pada suatu lembaga Agama atau kegiatan politik tertentu. PERPIBI merupakan Organisasi Nirlaba,” kata Tiur Hutagalung.

Selain itu, Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo dan Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Pendidikan Kementierian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, DR. Endah Sri Rejeki, juga turut memberikan sambutan seminar dan relaunching PERBIBI.

Kedua lembaga tersebut menegaskan, pijat bayi dapat membantu mengatasi masalah gizi serta menjadi salah satu solusi pencegahan stunting atau tumbuh pendek. Dengan pijat bayi, dapat menjadi bentuk stimulasi terhadap bayi untuk mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal.