Kuah Rebusan Mie Instan Jangan Dibuang, Dokter Ungkap Fakta, Ada Kandungan Vitamin

Mie instan merupakan salah satu makanan yang cukup digemari.

Selain rasanya yang nikmat, pembuatannya pun sederhana dan tidak makan waktu.

Tapi tak sedikit yang masih khawatir tentang kandungan gizi mie instan.

Sebagian masyarakat kerap membuang air rebusan mie instan. Lalu menggantinya dengan yang baru.

Hal ini dilakukan karena dianggap kuah bekas rebusan mie instan tidak baik untuk kesehatan.

Namun tahukah, ternyata kuah bekas rebusan mie instan tidak perlu dibuang.

Bahkan baik dikonsumsi.

Hal ini diungkapkan oleh dr Santi dari Medical Center Kompas Gramedia.

Baca juga :  5 Manfaat Jahe Untuk Kesehatan: Lancarkan Pencernaan Hingga Tingkatkan Kesehatan Jantung

“Sebetulnya di dalam air rebusan itu, malah terkandung vitamin-vitamin yang luruh dari mie nya,” ungkap dr Santi pada kanal YouTube Sonora FM, Senin (20/6/2022).

Karena ketika dalam proses pembuatan mie, produsen menambahkankan vitamin.

Dan kandungan vitamin dan mineral terlarut dalam perebusan mie yang kering tadi.

Sehingga kalau kuah rebusan diganti, berarti ada sebagian nutrisi yang terbuang. Jadi gak usah khawatir.

Dr Santi pun menyarankan agar air rebusan pertama tidak perlu diganti.

“Lagi pula kalau merebus mie instan tambahkan potongan ayam, kaldunya ada di sana. Justru kaldu yang bikin enak,” papar dr Santi lagi.

Baca juga :  Saran Ahli Gizi Agar Tak Kalap Makan Saat Lebaran

Benarkah Ada Lilin di Dalam Mi Instan? Di sisi lain ia pun menjawab dugaan ada larutan lilin dalam mi instan.

Menurut pemaparan dr Santi, pengawetan mie instan dilakukan bukan karena zat kimia atau pun lilin.

“Pengawetan mi instan bisa dilakukan karena kadar air di mie instan sedemikian rendahnya. Sehingga bakteri gak ada yang tahan,” kata dr Santi lagi.

Bakteri seperti manusia, butuh air untuk bertahan hidup. Jadi kalau jika tidak ada air, bakteri tidak bisa hidup.

Baca juga :  Perbedaan Cacar Monyet Dengan Cacar Air, Dari Penyebab Hingga Cara Pencegahan

“Jadi jangan kehawatir, tidak ada lilinnya. Mie instan bisa awet bukan karena penambahan bahan pengawet dan seterusnya. Tapi karena kadar air sangat rendah,” pungkas dr Santi.