Apa Itu Epilepsi? Kenali Gejala-gejala Orang Yang Terkena Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) yang membuat aktivitas otak menjadi tidak normal.

Orang yang terkena epilepsi biasanya akan mengalami kejang atau perilaku yang tidak biasa, dan terkadang kehilangan kesadaran.

Epilepsi ini biasanya disebabkan oleh aktivitas abnormal di otak, maka kejang dapat memengaruhi setiap proses koordinasi otak penderita epilepsi.

Dikutip dari mayoclinic.org, gejala kejang yang dialami orang ketika epilepsi sangat bervariasi.

Beberapa orang yang menderita epilepsi hanya menatap kosong selama beberapa detik selama kejang.

Sementara penderita epilepsi lainnya, kadang mengalami kejang berulang kali, seperti menggerakkan lengan atau kaki mereka.

Namun perlu diketahui bahwa, jika sempat mengalami kejang tunggal itu belum tentu menderita epilepsi.

Penderita epilepsi, umumnya mengalami kejang dua kali tanpa pemicu yang diketahui (kejang tak beralasan).

Tanda-tanda Penderita Mengalami Epilepsi

– Kebingungan sementara

– Terdiam kaku, namun mata menatap ke satu arah

Baca juga :  Tes Online Untuk Mengetahui Mata Mengalami Buta Warna Atau Tidak

– otot kaku

– Gerakan menyentak tak terkendali dari lengan dan kaki

– Kehilangan kesadaran atau kesadaran

– Gejala psikologis seperti ketakutan, kecemasan atau deja vu.

Gejala Epilepsi

Gejala bervariasi tergantung pada jenis kejang.

Dalam kebanyakan kasus, seseorang dengan epilepsi akan cenderung memiliki jenis kejang yang sama setiap kali, sehingga gejalanya akan serupa dari kondisi ke kondisi berikutnya.

Dokter umumnya mengklasifikasikan kejang sebagai fokal atau umum, berdasarkan bagaimana dan di mana aktivitas otak abnormal dimulai.

1. Kejang fokal

Ketika kejang muncul akibat aktivitas abnormal hanya di satu area otak Anda, itu disebut kejang fokal. Kejang ini terbagi dalam dua kategori:

– Kejang fokal tanpa kehilangan kesadaran.

– Kejang fokal dengan gangguan kesadaran.

Gejala kejang fokal dapat dikacaukan dengan gangguan neurologis lainnya, seperti migrain, narkolepsi, atau penyakit mental.

2. Kejang Umum

Kejang yang tampaknya melibatkan semua area otak disebut kejang umum.

Baca juga :  Calon Pengantin, Yuk Cegah Stunting Sekarang Demi SDM Unggul Dan Berkualitas

– Absen kejang

Kejang absen, sebelumnya dikenal sebagai kejang petit mal, biasanya terjadi pada anak-anak.

Mereka dicirikan dengan menatap ke luar angkasa dengan atau tanpa gerakan tubuh yang halus seperti mengedipkan mata atau mengecup bibir dan hanya berlangsung antara 5-10 detik.

Kejang ini dapat terjadi dalam kelompok, terjadi sesering 100 kali per hari, dan menyebabkan hilangnya kesadaran singkat.

– Kejang tonik

Kejang tonik menyebabkan otot kaku dan dapat mempengaruhi kesadaran.

Kejang ini biasanya mempengaruhi otot-otot di punggung, lengan dan kaki Anda dan dapat menyebabkan Anda jatuh ke tanah.

– Kejang atonik

Kejang atonik, juga dikenal sebagai kejang drop, menyebabkan hilangnya kontrol otot.

Karena ini paling sering mempengaruhi kaki, sering menyebabkan Anda tiba-tiba pingsan atau jatuh.

– Kejang klonik. Kejang klonik berhubungan dengan gerakan otot yang menyentak berulang atau berirama. Kejang ini biasanya mempengaruhi leher, wajah dan lengan.

Baca juga :  Beda Blender Dan Juicer, Mana Yang Bagus Untuk Diet? Jangan Salah Pilih

– Kejang mioklonik.

Kejang mioklonik biasanya muncul sebagai sentakan atau kedutan singkat yang tiba-tiba dan biasanya mengenai tubuh bagian atas, lengan dan kaki.

– Kejang tonik-klonik.

Kejang tonik-klonik, sebelumnya dikenal sebagai kejang grand mal, adalah jenis kejang epilepsi yang paling dramatis.

Mereka dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan tubuh menjadi kaku, berkedut dan gemetar.

Mereka terkadang menyebabkan hilangnya kontrol kandung kemih atau menggigit lidah Anda.

Jika Anda mengalami gejala dan tanda-tanda tersebut, segera konsultasikan kondisi kesehatan Anda ke dokter.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Berita lain terkait Epilepsi