Gangguan Pendengaran Bisa Terjadi Pada Segala Usia, Ketahui Gejalanya!

Gangguan pendengaran adalah istilah untuk semua kondisi dan penyakit yang menyebabkan terjadinya gangguan pada proses mendengar. Ada berbagai faktor penyebab dari gangguan pendengaran, mulai dari infeksi, faktor kongenital, paparan suara bising dan keras dalam waktu yang lama, tumor, hingga penyakit degeneratif.

Kondisi ini dapat terjadi pada seluruh kalangan usia, baik bayi, anak, dewasa, dan usia tua. Telinga luar, telinga tengah, telinga dalam yaitu rumah siput (koklea), dan sistem saraf pendengaran adalah bagian-bagian telinga yang dapat mengalami gangguan pendengaran.

Terdapat tiga tipe gangguan pendengaran. Pertama adalah gangguan pendengaran konduktif, di mana kelainan terjadi pada telinga luar, seperti penumpukan kotoran telinga dan infeksi dan kelainan pada telinga tengah, seperti infeksi maupun lubang pada gendang telinga).

Yang kedua adalah gangguan pendengaran sensorineural. Jenis gangguan pendengaran ini merupakan kelainan yang terjadi pada telinga bagian dalam, lebih tepatnya di ujung saraf pendengaran pada rumah siput (koklea) di telinga bagian dalam yang terhubung ke otak.

Jenis gangguan pendengaran ketiga yaitu gangguan pendengaran campuran. Kondisi ini merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran konduksi dan sensorineural.

Gejala dan faktor penyebab gangguan pendengaran

Saat seseorang mengalami gangguan pendengaran, gejala yang dirasakan di antaranya adalah kesulitan mendengar perkataan orang lain serta sering meminta orang lain untuk mengulang pembicaraan. Selain itu, kondisi ini umumnya akan membuat mereka berbicara lebih keras serta mengalami telinga berdenging atau tinnitus, yang bisa disertai dengan keluarnya cairan dari telinga (otore) .

Baca juga :  Alasan Menu Protein Hewani Wajib Diberikan Saat MPASI 

“Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala di atas, terutama ketika gangguan pendengaran tersebut mengganggu kegiatan sehari-hari. Segera temui dokter bila mendadak tidak bisa mendengar apa pun,” ujar Konsultan Neurotologi, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Mayapada Hospital Surabaya, dr. Haris Mayagung Ekorini, Sp.THT-KL (K).

Tak hanya mereka yang berada pada usia tua dan usia produktif, gangguan pendengaran pun dapat terjadi pada bayi dan anak-anak. Menurut Konsultan Otologi, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Diana Rosalina, Sp.THT-KL(K), gejala gangguan pendengaran pada bayi dan anak-anak dapat berbeda dengan orang dewasa.

“Ketika anak seperti tidak kaget saat mendengar suara nyaring, lambat saat belajar bicara atau tidak jelas saat berbicara, dan tidak mendengar atau menoleh ketika namanya dipanggil, gejala tersebut bisa merupakan gangguan pendengaran. Segera konsultasikan anak Anda ketika tanda-tanda tersebut terjadi untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Namun Anda tak perlu khawatir, karena saat ini gangguan pendengaran pada bayi atau anak dapat segera dideteksi lewat Skrining pendengaran bayi baru lahir (Newborn Hearing Screening), yang merupakan suatu program untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran pada bayi baru lahir.

Sejalan dengan perkembangan teknologi skrining seperti ditemukannya Otoacoustic Emission (OAE), Automated Auditory Brainstem Response (AABR), Auditory Brainstem Response (ABR) dan Auditory Steady State Response (ASSR), skrining pendengaran pada bayi sudah menjadi program yang realistis.

Baca juga :  Penyakit Difteri Kembali Muncul, Bagaimana Mencegahnya?

Sementara itu menurut Fellow Otologi Sp.THT-KL Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher, Mayapada Hospital Bogor BMC, dr. Anantha Sena, gangguan pendengaran dapat terjadi akibat berbagai faktor.

“Gangguan pendengaran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti penuaan, genetik, paparan suara keras, beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, stroke, tumor dan cedera otak, serta infeksi selama kehamilan seperti infeksi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) yang dapat memicu terjadinya kelainan bawaan gangguan pendengaran pada bayi,” jelasnya.

Atasi dengan segera

Dalam mengatasi gangguan pendengaran, salah satu langkah yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan pengobatan. Pengobatan gangguan pendengaran bertujuan untuk mengatasi penyebab yang mendasari dan mencegah perburukan gangguan yang terjadi, sebut dr. Alexander Nur Ilhami, Sp.THT-KL Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher, Mayapada Hospital Tangerang

“Pada gangguan sensorineural akibat proses penuaan, rehabilitasi pendengaran bertujuan untuk membantu kemampuan pasien untuk mendengar dengan alat bantu dengar (ABD) serta membantu pasien untuk beradaptasi. Pada gangguan pendengaran tipe konduktif umumnya dapat disembuhkan dengan pengobatan maupun tindakan pembedahan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk gangguan pendengaran tipe konduktif, termasuk kelainan pada gendang telinga maupun tulang pendengaran (ossicles), cara mengatasinya adalah lewat pembedahan seperti lewat Timpanoplasti.

“Timpanoplasti adalah prosedur operasi untuk memperbaiki gendang telinga. Tujuan timpanoplasti adalah untuk memperbaiki lubang atau kelainan pada gendang telinga. Selain itu, operasi ini juga dapat bertujuan untuk memperbaiki fungsi pendengaran dan mencegah infeksi telinga tengah,” jelas dr. Ayu Astria, Sp.THT-KL Fellow Otologi, Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Kepala Leher Mayapada Hospital Kuningan.

Baca juga :  Kenali Faktor Risiko Yang Bisa Sebabkan Anak Alami ISPA Akut

Jika Anda dan keluarga pernah mengalami gejala-gejala seperti di atas dan membutuhkan penanganan segera untuk berbagai tipe gangguan pendengaran, Anda dapat berkunjung ke THT Center Mayapada Hospital dengan segera.

THT Center Mayapada Hospital memiliki layanan skrining pendengaran pada bayi, diagnostik, dan perawatan end-to-end ditunjang dengan dokter spesialis THT dan konsultan untuk penyakit dan kondisi yang berhubungan dengan telinga, hidung, dan tenggorokan pada anak-anak dan dewasa.

Layanan THT Center Mayapada Hospital juga menyediakan konsultasi, perawatan hingga tindakan operasi dengan tindakan advanced oleh tenaga medis profesional yang terlatih.

Lakukan deteksi sedini mungkin untuk menghindari risiko penyakit menjadi serius. Jangan tunda melakukan tindakan apabila ada gejala yang dirasakan.

Bila Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter dengan mengklik link berikut: https://mayapadahospital.com/askdoctor. Dapatkan voucher diskon pemeriksaan medical check up!