Beda Blender Dan Juicer, Mana Yang Bagus Untuk Diet? Jangan Salah Pilih

Selain berolahraga, mengonsumsi buah dan sayur sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Terlebih bagi orang sedang diet, kandungan zat gizi dalam buah serta sayur baik untuk mendukung program diet.

Untuk mengonsumsinya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Bisa dengan konsumsi secara langsung, atau bisa juga dengan menjadikannya minuman segar seperti jus.

Nah, untuk membuat jus segar, bisa dengan alat yang cukup banyak dikenal, yakni blender dan juicer.

Juicer dan blender di pasaran ada yang berbagai jenis dan tipe.

Ada juicer biasa dan ada pula slow juicer. Dari ukurannya ada pula yang berbentuk mini atau yang biasa disebut portable juicer.

Lantas mengenai manfaatnya, manakah yang lebih baik jika dimaksudkan untuk diet? Blender atau juicer yang bagus?

Nah, sebelum membeli blender atau juicer, simak terlebih dulu perbedaan keduanya, ketahui mana yang bagus untuk diet.

Blender

Salah satu produk blender yang cukup terkenal dipasaran adalah merk blender philips.

Secara fungsi, blender tidak hanya bisa digunakan untuk membuat jus, tapi juga bisa untuk menghaluskan bumbu masak, daging, bahkan es batu.

Cara kerja blender adalah dengan mata pisau yang berputar dengan kecepatan tinggi untuk mencabik buah atau sayur.

Jika menggunakan blender, seluruh bagian buah atau sayur yang diolah akan tetap berada di dalam satu wadah atau menyatu.

Alat ini tidak hanya memisahkan bulir-bulir atau sari dari buah dan sayuran tapi juga mencampurnya, menghancurkannya, dan melembutkan semua yang masuk ke dalam alat tersebut.

Menggunakan blender cukup dengan memasukkan buah atau sayur ke dalam wadah dan setelah itu mesin blender langsung mulai menghaluskannya.

Baca juga :  Merokok Dapat Memicu Penyakit Ginjal Kronis

Blender akan membuat jus jadi lebih padat karena ampas dari sayur atau buah yang dimasukkan ikut dihancurkan.

Namun, karena buah dicabik dengan menggunakan mata pisau yang berputar dengan kecepatan tinggi, ini akan berdampak pada hasil jus.

Tingginya kecepatan putaran pisau bisa membuat oksidasi yang mempengaruhi kandungan gizi pada jus.

Blender lebih cocok digunakan untuk membuat jus dengan buah yang berserat halus seperti melon, semangka, tomat dan pepaya.

Juicer

Juicer merupakan alat yang digunakan untuk membuat jus segar, alat ini menghasilkan jus murni saja.

Di pasaran ada berbagai macam tipe juicer, tapi yang paling populer yakni juicer biasa atau konvensional dan slow juicer.

Juicer biasa atau konvensional biasa dikenal dengan centrifugal juicer, sedangkan slow juicer dikenal dengan masticating juicer.

Ukuran keduanya bervariasi, ada yang besar dan juga ada yang mini atau portable juicer.

Keduanya sama-sama bisa untuk mengekstrak sari dari buah dan sayuran.

Perbedaan signifikan antara juicer dan slow juicer terlihat dari cara kerjanya.

Juicer biasa pada umumnya menggunakan pisau pemotong yang berputar sangat cepat, hampir sama pada blender.

Pengguna bisa langsung memasukkan buah atau sayur utuh ke dalam mesin, setelah itu sari buah dan sayuran akan dipisahkan dari ampasnya.

Parutan berbentuk cakram akan merobek dan mencabik bahan untuk melepaskan jus yang tersimpan di dalamnya.

Jus yang dilepaskan kemudian ditarik oleh gaya sentrifugal ke tepi disk, yang dikelilingi oleh bungkus mesh halus.

Baca juga :  8 Kebiasaan Buruk Yang Dapat Merusak Otak, Tips Pencegahan, Dan Cara Menerapkannya

Jaring kemudian memisahkan jus dari ampas yang tersisa saat melewatinya.

Jus yang disaring kemudian menetes ke bawah piringan pemotong dan disalurkan keluar dari juicer melalui cerat ke dalam wadah yang disiapkan.

Juicer biasa bisa bekerja dengan cepat. Begitu menekan seluruh tutup juicer, sari buah dan sayuran bisa langsung terekstrak.

Tapi alat ini saat sedang bekerja bisa mengeluarkan suara yang cukup berisik.

Sementara itu, pada slow juicer, alat ini tidak menggunakan mata pisau tapi dengan menggunakan teknologi pemeras perlahan yang memanfaatkan ulir penghancur.

Slow juicer bekerja dengan putran ulir yang lambat, yang melumat buah atau sayur secara perlahan saat buah atau sayur dimasukkan.

Menggunakan slow juicer perlu pemantauan dan pengguna harus menambahkan satu potong demi satu potong ke dalam juicer.

Itu sebabnya, jika menggunakan slow juicer proses kerja untuk menghasilkan jus akan lebih lama dibanding juicer biasa dan blender.

Kecepatan putar mesin pada alat ini biasanya sekitar 40-100 RPM, berbeda dari juicer yang sangat tinggi, yakni lebih dari 10 ribu RPM.

Cara kerja tersebut mempengaruhi hasil jus yang didapat. Pada slow juicer akan diperoleh hasil jus yang maksimal.

Kandungan gizi jus akan tetap terjaga lantaran tidak menghasilkan panas seperti jus pada blender atau juicer biasa.

Sari yang dikeluarkan dari mesin ini lebih banyak dan sedikit berbusa serta memiliki rasa yang lebih dominan.

Serta-serat pada buah atau sayur akan menjadi bagian terpisah atau menjadi ampas kering, lebih kering dibanding juicer biasa.

Baca juga :  Gigi Anak Telat Tumbuh, Benarkah Karena Stunting?, Ini Penjelasan Dokter Gigi UNAIR

Sehingga hasil jus akan lebih cair jika dibanding jus dengan juicer biasa, apalagi blender.

Mana yang Baik untuk Diet?

Gula menjadi salah satu musuh utama saat menjalankan program diet.

Seseorang yang menggunakan blender untuk membuat jus, biasanya akan menambahkan gula kedalamnya.

Untuk itu, ketika membuat jus dengan blender, penting untuk mengurangi konsumsi gula, bahkan menghindarinya, karena buah dihaluskan tanpa meninggal ampas.

Sementara itu, mengolah buah dengan juicer hampir jarang menambahkan gula karena hanya mengambil kandungan air dari buah.

Selain itu, seperti yang dijelaskan di atas, cara kerja slow juicer akan membuat nutrisi yang didapat lebih maksimal dibanding juicer biasa dan blender.

Bagaimana untuk Harganya?

Setelah mengetahui perbedaannya, lantas manakah yang memiliki harga terjangkau?

Di pasaran, slow juicer memiliki harga yang relatih lebih tinggi dibanding juicer biasa dan blender.

Hal ini karena juicer tidak hanya menghaluskan buah dan sayuran, tetapi juga membuang ampasnya sehingga menghasilkan jus dengan gizi maksimal.

Bisa dibilang, mesin yang digunakan juicer pun lebih canggih daripada blender.

Tapi jika memiliki anggaran yang terbatas dan tetap menginginkan minuman segar dan sehat, maka bisa memilih juicer biasa atau blender.

(Tribunnews.com/Tio)