Diet Yang Dilakukan Tanpa Memperhitungkan Kebutuhan Gizi Yang Tepat Dapat Berefek Negatif

Diet tentu tidak asing di telinga masyarakat karena sering dikaitkan dengan tujuan menurunkan berat badan.

Sayangnya, diet yang dilakukan oleh kebanyakan orang dilakukan tanpa memperhatikan kebutuhan kalori minimal dan kandungan gizi yang seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin.

Sahnaz Zahiya, S.Gz, Head of Nutritionist dari Sirka, sebuah aplikasi untuk konsultasi diet sehat mengemukakan, diet yang dilakukan dengan tidak memperhitungkan kebutuhan gizi yang tepat dapat berefek negatif untuk jangka panjang dan jangka pendek.

“Rasa lapar, emosi yang tidak stabil, rasa lemas, malas beraktivitas, hingga hal-hal seperti rambut rontok, kulit kusam, dan muncul jerawat adalah contoh dari efek jangka pendek,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6/2022).

Sahnaz mengatakan, diet yang tidak seimbang juga merupakan salah satu pencetus penyakit kronis seperti diabetes, stroke, hipertensi, dan lain sebagainya.

Baca juga :  Tips Kesehatan: Jangan Konsumsi Es Batu Terbuat Dari Air Mentah Untuk Cegah Diare Dan Gagal Ginjal

Sebagai contoh, apabila mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat, maka risiko mengidap diabetes akan menjadi lebih tinggi, begitu pula jika kita mengonsumsi terlalu banyak lemak.

“Kita akan berisiko mendapatkan kolesterol tinggi dan Stroke. Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak makanan asin juga dapat meningkatkan risiko hipertensi,” katanya.

Untuk itu, solusinya adalah memperhatikan kecukupan tiap jenis gizi.

“Konsumsi gizi yang seimbang, sebaiknya jangan hanya satu jenis gizi saja. Lalu, pastikan bahwa kalori yang dikonsumsi tidak kurang atau lebih dari kebutuhan harian. Terakhir, batasi makanan tinggi gula, lemak dan garam,” kata Sahnaz.

Meskipun terdengar sederhana, faktanya, melakukan diet sehat dan seimbang sering kali cukup sulit dilakukan oleh kebanyakan orang. Ditambah dengan harga konsultasi dengan dokter gizi yang terbilang cukup mahal.

Baca juga :  Periksa Kesehatan Mental Melalui Cara Ini, Kenali Tanda-tanda Seseorang Terkena Gangguan Mental

Menyadari kesulitan tersebut, Sirka memberikan pendampingan oleh Ahli Gizi dengan harga yang terbilang cukup murah sehingga program kesehatan ini dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

Rifanditto Adhikara., CEO & Co-Founder Sirka mengatakan bahwa program diet di dalam aplikasi Sirka dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan zat gizi, goal dan aktivitas setiap orang.

Selama program (3 atau 6 bulan), pengguna akan dibantu untuk dapat membangun pola makan sehat sesuai gaya hidup dan rekomendasi dari ahli gizi secara eksklusif.

“Ahli gizi akan melihat kebutuhan zat gizi berdasarkan kebiasaan makan, aktivitas dan penyakit yang klien derita agar diet berjalan efektif sesuai tujuan yang diinginkan,” kata Rifanditto.

Baca juga :  Manfaat Teh Untuk Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Konsumsi Minimal 3 Kali Seminggu

Rifanditto mengemukakan, dirinya ingin membantu masyarakat Indonesia membangun gaya hidup yang lebih sehat.

“Jadi, fokusnya bukan hanya pada menurunkan/menaikkan berat badan, tapi juga memperbaiki gaya hidup untuk jangka panjang. Dengan begitu mereka tetap bisa mengaplikasikan metode yang didapat selama program ke dalam kehidupan sehari-hari seumur hidupnya,” tuturnya.