Gejala Dan Penyebab Gagal Jantung Yang Perlu Diketahui

Masyarakat kerap tidak menyadari atau bahkan mengabaikan gejala penyakit kardiovaskular atau jantung, sehingga cenderung penyakitnya tidak terkontrol dan menyebabkan terjadinya kondisi gagal jantung.

Padahal, jika pasien tidak segera mendeteksi dini gagal jantung, dan juga gagal mengikuti anjuran dokter, maka kondisi pasien dapat memburuk, bahkan hingga kematian.

Awalnya, mungkin gejala dari penyakit gagal jantung belum terlalu dirasakan. Seiring dengan waktu, jantung akan mulai berjuang memompa cukup banyak darah ke tubuh, gejala akan mulai muncul dan dapat memburuk apabila tidak ditangani segera.

“Hal ini disebut kompensasi. Seiring dengan hal itu, overaktivitas dari sistem tubuh akan menyebabkan fase dekompensasi yang ditandai dengan perburukan gejala,” kata Dokter spesialis bedah horaks kardiovaskuler Vebiona Kartini Primaputri dalam talkshow bersama Occam, Rabu (15/6/2022).

Baca juga :  Manfaat Kentang Untuk Kesehatan: Bagus Untuk Jantung, Menyehatkan Tulang

Pada tahap awal, tubuh mungkin akan: -Merasa mudah lelah, lemah. – Kehabisan napas saat melakukan aktivitas sehari-hari. – Jantung terasa berdebar lebih kencang atau berdebar-debar.

Saat penyakit gagal jantung bertambah parah, cairan mulai terakumulasi di paru-paru dan di bagian tubuh lainnya. Hal ini dapat menyebabkan:

– Merasa sesak napas yang semakin berat meski saat istirahat. – Penumpukan cairan, terutama di kaki, bagian pergelangan kaki. – Batuk atau sesak napas, terutama saat berbaring, lebih nyaman tidur dengan bantal tinggi. – Perlu buang air kecil lebih banyak di malam hari.

Ia pun merinci beberapa penyebab gagal jantung:

Pertama, penyakit jantung koroner.

Terjadi akibat adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah arteri koroner yang memberi suplai darah dan oksigen ke jantung sehingga aliran darah ke otot jantung akan berkurang.

Baca juga :  Belum Bisa Disembuhkan, Ini Cara Deteksi Dini Penyakit Talasemia

“Akibatnya otot jantung akan mengalami kerusakan dan gangguan metabolisme yang mengakibatkan penurunan fungsi otot jantung,” tuturnya.

Kedua, serangan jantung.

Kondisi saat pembuluh darah koroner tersumbat secara mendadak, sehingga aliran darah ke otot-otot jantung terhenti.

Serangan jantung dapat merusak otot-otot jantung, yang dapat menimbulkan jaringan parut pada area tertentu sehingga area tersebut mati, rusak dan tidak berfungsi memompa dengan baik.

Ketiga, Kardiomiopati.

Artinya, kelemahan otot jantung yang bukan disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah atau aliran darah, namun lebih disebabkan oleh infeksi, inflamasi pemakaian alkohol secara berlebihan, obat-obatan tertentu, atau perubahan hormonal.

Keempat, kerja jantung berlebihan.

Baca juga :  Penyebab Gangguan Tidur Dewasa Hingga Anak-anak, Dari Depresi Hingga Obesitas

Hal ini dapat disebabkan antara lain karena tekanan darah tinggi, penyakit katup jantung, penyakit tiroid, penyakit ginjal, anemia, atau cacat jantung bawaan.

Dokter Vebiona menuturkan, penyakit gagal jantung dapat dikendalikan dengan tatalaksana yang tepat oleh dokter spesialis jantung.

Minum obat secara teratur sesuai yang diresepkan oleh dokter, menjaga berat badan, menjaga jumlah makanan dan diet rendah garam, hindari mengomsumsi cairan berlebihan, serta berolahraga secara teratur dan juga berhenti merokok.