Alasan Menu Protein Hewani Wajib Diberikan Saat MPASI 

Dokter Anak dari RS Mayapada, Jakarta, dr. Kurniawan Satria Denta M.Sc. SpA, mengatakan, protein hewani penting dalam mencegah dan mengatasi stunting.

Meski demikian, semua zat gizi mulai dari karbohidrat, lemak, dan mikronutrien, semua tetap diperlukan.

“ASI adalah asupan bayi yang wajib diberikan setelah lahir, setelah MPASI, maka bayi harus diberikan gizi yang lengkap dan seimbang. Mulai MPASI, susu sebagai sumber protein hewani adalah pelengkap dan bisa dikombinasikan dengan Sumber protein hewani lainnya seperti adalah daging, ikan, atau telur,” kata dia dalam kegiatan beberapa waktu lalu.

Menurut Dokter Denta, prinsip pemberian MPASI adalah makanan dengan gizi lengkap dan seimbang. Jadi harus mengandung juga karbohidrat, lemak dan vitamin serta mineral. MPASI tidak bisa menu tunggal.

Baca juga :  Waspadai 3 Penyakit Akibat Mengonsumsi Gula Berlebihan

Misalnya hanya diberikan sayur atau buah saja. Tetap harus menu lengkap dengan tekstur yang disesuaikan usia anak.

Oleh karena itu ada makanan pendamping ASI yang sudah difortifikasi dengan kandungan gizi lebih lengkap.

**Cegah stunting dengan susu dan telur dan susu**

Dokter Denta memaparkan, stunting merupakan kondisi kurang gizi yang sangat kronis dalam jangka panjang, bukan sekadar gangguan pertumbuhan.

Stunting adalah hasil dari asupan gizi yang tidak adekuat mencukupi dalam waktu lama atau kondisi status gizi buruk yang dibiarkan dalam waktu lama. Kalau gizi buruk biasanya berat badannya tidak bertambah, tetapi jika sudah stunting tinggi badannya pun ikut terpengaruh.

Baca juga :  Sajikan Jus Buah Atau Soft Drink Saat Lebaran? Ini Kata Dokter Spesialis Gizi

Ia menegaskan dampak yang paling jelas dari stunting ini selain secara fisik anak jadi pendek, kerusakan akibat stunting pun sudah sampai ke otaknya.

“Jadi sulit dipulihkan lagi. Akan lebih sulit dikejar daripada gangguan pertumbuhan atau gangguan status gizi yang lain,” ujarnya.

Jika selama hamil, asupan gizi dari ibu baik, maka bayi tidak mungkin kekurangan gizi. Setelah itu langsung diberikan ASI ekslusif 6 bulan, dilanjutkan MPASI.

“Di tahap MPASI ini bisanya terjadi masa kritis, atau risiko kekurangan gizi. Kebutuhan nutrisi di usia 6 bulan selepas ASI ekslusif ini meningkat,” imbuhnya.

Baca juga :  Ini Beda Gejala Cacar Biasa Dengan Cacar Monyet

Orangtua harus bisa memenuhi kebutuhan gizi karena ada gap yang lebar antara kebutuhan nutrisi dan kebutuhan kalori yang tidak bisa dipenuhi dengan ASI saja.

“Jika gap tidak terpenuhi, maka tentu akan terjadi gangguan pertumbuhan, ganggun status gizi, dan bila dibiarkan saja tanpa intervensi, maka terjadilah stunting,” papar dr. Denta.