Cara Tangani Cedera Engkel: Pertolongan Pertama Dengan Metode RICE

Berikut ini cara menangani cedera angkel atau keseleo pada pergelangan kaki.

Dalam bahasa Inggris, pergelangan kaki dinamakan ankle.

Dalam bahasa medis, bila seseorang mengalami keseleo pergelangan kaki, maka disebut ankle sprain.

Cedera angkel atau pergelangan kaki yang terkilir merupakan cidera umum yang terjadi ketika ligamen pergelangan kaki robek atau diregangkan terlalu jauh (melampaui batasnya).

Mengutip Cleveland Clinic, cedera tersebut sering terjadi setelah jatuh atau saat pergelangan kaki memutar tidak pada tempatnya.

Sebagian besar keseleo sembuh dengan sendirinya, tapi perawatan bisa dilakukan untuk memperkuat otot yang cedera dan dapat mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.

Cedera pergelangan kaki bisa dialami siapapun dan usia berapapun.

Namun, sering terjadi pada atlet yang sering melakukan olahraga fisik seperti sepakbola, badminton, basket, hingga futsal.

Meski begitu, cerdera pergelangan kaki juga dapat terjadi selama aktivitas sehari-hari.

Ada tiga jenis keleseo pergelangan kaki, yakni ringan, sedang, dan parah.

Cedera ringan terjadi jika serat ligamen meregang sedikit atau ada robekan yang sangat kecil.

Pergelangan kaki akan mengalami pembengkakan dan nyeri saat disentuh.

Lalu, cedera sedang yakni saat ligamentumnya robek, tapi bukan robekan total.

Baca juga :  Cacar Monyet Bisa Timbulkan Gangguan Paru-paru, Berikut Penjelasannya

Pergelangan kaki akan bengkak karena cedera dan sakit untuk digerakkan.

Yang terakhir kelas 3 atau parah, ligamen akan robek sepenuhnya.

Pergelangan akan membengkak secara signifikan, umumnya sangat menyakitkan dan sulit untuk berjalan.

Perawatan Cedera Pergelangan Kaki

Sebagian besar penyedia layanan kesehatan merekomendasikan penggunakan metode RICE salama 23-48 jam pertama setelah cedera.

RICE adalah Rest (istirahat), Ice (es), Compression (pengomperasan) dan Elevation (.

Dalam Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia yang berjudul Cedera Keseleo pada Pegerlangan kaki (Ankle Sprains) karya Sri Sumartiningsih, dijelaskan mengenai penangananya sebagai berikut.

– Rest (Istirahat)

Batasi aktivitas fisik yang dapat menyebabkan stres hingga keseleo (seperti berlali, melompat, dan berolahraga)

– Ice (Es)

Kompres dengan es ke pergelangan kaki secara bertahap selama 20 menit untuk mengurangi pembengkakak

– Compression (Pengomperasan)

Balut pergelangan kaki dengan perban elastis lembut untuk membantu mengurangi pembengkakak

– Elevation (Ketinggian)

Angkat pergelangan kaki di atas bantal saat duduk atau berbaring, sehingga kaki lebih tinggi dari jantung.

Jika keseleo yang dialami sangat nyeri dan bengkak, atau menyulitkan saat berjalan, segera kunjungi fasilitas kesehatan.

Apa yang harus dilakukan setelah mengalami keseleo?

Baca juga :  Manfaat Pola Kerja Hybrid Di Era Pasca-Pandemi

Tindakan alternatif seperti diurut atau dipijat sangat tidak disarankan.

Keseleo pada pergelangan kaki tidak jarang juga disertai dengan patah pada jari kaki, pergelangan kaki, atau dengan cedera urat lain.

Oleh karena itu, datanglah ke dokter untuk segera menegakkan diagnosis yang tepat.

Mengutip laman RS Carolus, setelah periode istirahat selama dua minggu dengan memakai ankle brace, pasien dianjurkan untuk menjalani program pemulihan dengan bantuan tim rehabilitasi medik dan fisioterapi.

Latihan pemulihan ini terdiri atas latihan kekuatan (strength), kelenturan (flexibility and stretching), keseimbangan (balance), dan kelincahan (agility).

Kesemuanya ini dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi pergelangan kaki agar tidak lagi gampang keseleo.

Mengapa keseleo tidak kunjung sembuh?

Banyak kejadian ankle sprain yang tidak tertangani dengan baik. Pada umumnya, keseleo hanya dianggap angin lalu dan cedera biasa.

Namun, jangan anggap remeh keseleo karena banyak struktur urat dan tulang yang mengalami cedera, robekan, atau retak yang bila dibiarkan begitu saja akan menyebabkan pergelangan kaki mengalami bengkak dan nyeri kronis yang hilang-timbul sejalan kita menjalani aktivitas harian.

Selain itu, riwayat ankle sprain yang tidak tertangani dengan baik akan membuat pergelangan kaki rentan mengalami keseleo yang berikutnya (recurrent ankle sprain).

Baca juga :  Dianjurkan Setiap Hari, Ini Cara Komsumsi Vitamin D Yang Benar Menurut Dokter

Pada tahap ini, terapi konservatif mungkin tidak cukup sebagai talataksana utama dan perlu dipertimbangkan tatalaksana bedah, seperti rekonstruksi ATFL, rekonstruksi CFL atau penanganan fraktur yang terlibat dengan pemasangan implant (pen).

Pencegahan

Mengutip Mayoclinic.org, ada beberapa cara pencegahan kaki terkilir berulang:

1. Lakukan pemanasan sebelum berolahraga atau berolahraga.

2. Berhati-hatilah saat berjalan, berlari, atau bekerja di permukaan yang tidak rata.

3. Gunakan penyangga atau pita penyangga pergelangan kaki pada pergelangan kaki yang lemah atau cedera sebelumnya.

4. Kenakan sepatu yang pas dan dibuat untuk aktivitas Anda.

5. Kurangi penggunaan sepatu hak tinggi.

6. Jangan berolahraga atau berpartisipasi dalam aktivitas yang tidak Anda kondisikan.

7. Pertahankan kekuatan dan kelenturan otot yang baik.

8. Latih latihan stabilitas, termasuk latihan keseimbangan.

(Tribunnews.com, Renald)