Apakah Semua Wanita Mengalami Gejala Awal Kehamilan?

Setiap wanita memiliki perbedaan, begitu pula dengan pengalaman kehamilan mereka.

Karena tidak semua wanita memiliki gejala yang sama pada kehamilan pertama atau bahkan gejala serupa dari satu kehamilan ke kehamilan berikutnya.

Selain itu, karena gejala awal kehamilan sering kali menyerupai gejala yang mungkin anda alami pada momen sebelum dan selama menstruasi, anda mungkin tidak menyadari bahwa anda sedang hamil.

Dikutip dari laman www.webmd.com, Jumat (10/6/2022), berikut ini adalah penjelasan dari beberapa gejala awal kehamilan yang paling umum.

1. Bercak dan Kram

Setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi akan menempel pada dinding rahim, ini dapat menyebabkan salah satu tanda awal kehamilan, yakni bercak dan terkadang disertai kram.

Kondisi ini disebut pendarahan implantasi dan terjadi di mana saja dari masa 6 hingga 12 hari setelah sel telur dibuahi.

Gejala kram tersebut menyerupai kram menstruasi, sehingga beberapa wanita terkadang salah mengira bahwa kram dan pendarahan yang mereka alami sebagai awal masa menstruasi.

Selain pendarahan, sebagian wanita mungkin akan melihat cairan putih susu keluar dari vagina mereka.

Itu terkait dengan penebalan dinding vagina yang dimulai segera setelah pembuahan.

Peningkatan pertumbuhan sel-sel yang melapisi vagina menyebabkan keluarnya cairan itu.

Keputihan ini dapat berlanjut selama masa kehamilan dan biasanya tidak berbahaya serta tidak memerlukan perawatan.

Baca juga :  Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Menjaga Organ Paru Tetap Sehat

Kendati demikian, jika anda mencium bau tidak sedap yang terkait dengan keputihan atau merasakan sensasi terbakar dan gatal pada bagian tersebut, maka anda perlu memberitahu dokter agar mereka dapat memeriksa apakah anda mengalami infeksi jamur atau bakteri.

2. Perubahan Payudara

Perubahan payudara adalah tanda awal kehamilan lainnya, karena tingkat hormon wanita berubah secara cepat setelah masa pembuahan.

Karena perubahan tersebut, payudara mungkin akan menjadi bengkak, sakit, atau kesemutan satu atau dua minggu kemudian.

Payudara pun akan terasa lebih berat atau lebih penuh hingga terasa lembut saat disentuh.

Begitu pula area di sekitar puting yang disebut areola, juga bisa berubah warna menjadi gelap.

Hal-hal lain memang dapat menyebabkan perubahan pada payudara, namun jika perubahan tersebut merupakan gejala awal kehamilan, maka perlu diingat bahwa anda memerlukan beberapa minggu untuk membiasakan diri dengan tingkat hormon yang baru.

Namun saat itu terjadi, nyeri payudara pun akan mereda.

3. Kelelahan

Merasa sangat lelah adalah hal yang wajar dalam masa kehamilan, dan gejala ini dimulai sejak dini.

Seorang wanita dapat mulai merasa sangat lelah, sesaat setelah satu minggu dinyatakan hamil.

Mengapa? Kondisi ini sering dikaitkan dengan tingkat tinggi hormon yang disebut progesteron, meskipun hal-hal lain seperti kadar gula darah yang lebih rendah, tekanan darah yang lebih rendah, dan peningkatan produksi darah dapat berkontribusi pada kondisi kelelahan ini.

Baca juga :  Anak Ingin Belajar Berpuasa? Penuhi Kebutuhan Cairan, Konsumsi Minumana Manis Secukupnya

Jika gejala kelelahan ini berhubungan dengan kehamilan, maka penting untuk melakukan banyak istirahat.

Mengkonsumsi makanan yang kaya protein dan zat besi pun bisa membantu mengimbanginya.

4. Mual (Morning Sickness)

Morning sickness adalah gejala kehamilan yang paling umum, namun tidak semua wanita hamil mengalami momen ini.

Penyebab pasti mual di pagi hari memang tidak diketahui, namun hormon kehamilan kemungkinan berkontribusi pada gejala ini.

Mual selama masa kehamilan dapat terjadi kapan saja sepanjang hari, namun paling sering terjadi saat pagi hari.

Selain itu, beberapa wanita juga terkadang mengalami ngidam atau gejala mendambakan maupun tidak tahan mencium aroma makanan tertentu (mual) saat mereka hamil, itu juga terkait dengan perubahan hormonal.

Efeknya bisa begitu kuat, bahkan memikirkan apa yang dulunya menjadi makanan favorit pun dapat membuat mood ibu hamil berubah.

Ada kemungkinan bahwa mual, mengidam, dan keengganan mengkonsumsi makanan tertentu dapat berlangsung selama masa kehamilan.

Untungnya, gejalanya biasanya berkurang pada banyak wanita sekitar minggu ke-13 atau ke-14 masa kehamilan mereka.

Sementara itu, pastikan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang sehat sehingga anda dan bayi anda yang sedang berkembang itu mendapatkan nutrisi penting.

Anda dapat berbicara dengan dokter anda untuk mendapatkan saran tentang hal ini.

Baca juga :  Manfaat Mosambi Atau Jeruk Nipis Manis Untuk Kesehatan, Tingkatkan Imunitas Hingga Cegah Dehidrasi

Perlu anda ketahui bahwa gejala tersebut dapat disebabkan oleh hal lain selain hamil.

Sehingga saat anda memperhatikan beberapa gejala ini, tidak mengindikasikan bahwa anda sedang hamil, maka satu-satunya cara untuk memastikannya adalah dengan melakukan tes kehamilan.

Lalu bagaimana dengan periode yang terlewat? Karena biasanya para wanita tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil.

Gejala awal kehamilan yang paling jelas dan menjadi salah satu yang mendorong sebagian besar wanita untuk melakukan tes kehamilan adalah telat haid.

Namun tidak semua menstruasi yang terlewat atau tertunda disebabkan oleh kehamilan.

Wanita juga dapat mengalami beberapa pendarahan selama kehamilan.

Jika anda hamil, tanyakan kepada dokter terkait apa yang harus anda waspadai mengenai pendarahan.

Misalnya, kapan pendarahan itu normal dan kapan itu bisa dikategorikan sebagai tanda kedaruratan?

Masalah hormonal, kelelahan atau stres adalah kemungkinan lain terkait pendarahan ini.

Beberapa wanita melewatkan menstruasi saat mereka berhenti minum pil KB.

Namun jika menstruasi terlambat dan ada kemungkinan hamil, anda mungkin perlu melakukan tes kehamilan.