Manfaat Pola Kerja Hybrid Di Era Pasca-Pandemi

Situasi pandemi telah mengubah banyak hal dalam tatanan hidup, termasuk pola dan cara kerja masyarakat. Pola kerja hybrid belakangan menjadi tren baru yang muncul untuk menyiasati situasi tersebut.

Model hybrid, secara umum adalah pola kerja yang menggabungkan konsep kerja di kantor dan kerja jarak jauh dalam jadwal karyawan.

Stephen Conchie, Senior Vice President and Managing Director, Herbalife Nutrition Asia Pacific and China, menjelaskan, pola kerja ini mungkin terlihat berbeda untuk setiap perusahaan, tetapi ada satu kesamaannya.

Yakni ada kebutuhan yang lebih besar bagi pimpinan perusahaan untuk memprioritaskan kesejahteraan karyawan, karena mereka bekerja dengan beradaptasi di era new normal.

Dia mengatakan ada beberapa manfaat pola kerja secara hybrid.

Selain menjaga agar tenaga kerja yang lebih sehat, mengutamakan kesejahteraan karyawan, pola kerja Hybrid juga dapat mendorong tim yang terlibat dapat termotivasi, dengan kemampuan untuk mengatasi tantangan dan berkembang pasca-pandemi.

“Selama dua tahun terakhir, kami telah menguji dan belajar dari berbagai inisiatif dan kebijakan tempat kerja yang diterapkan di seluruh pasar Asia Pasifik untuk beradaptasi dengan perubahan pengaturan kerja secara hybrid. Kami telah mengkurasi beberapa tips utama berdasarkan pengalaman ini,” kata Stephen Conchie dikutip dari Grid.id, dikutip Kamis (9/6/2022).

Memprioritaskan Pengembangan Komunitas di Lingkungan Kerja

Stephen menyebut, perusahaan lebih dari sekadar bisnis, organisasi ini juga harus berfungsi sebagai komunitas.

Baca juga :  Vitamin C Bisa Rusak Dan Hilang, Kenali Penyebab Dan Simak Lima Cara Mengatasinya

Namun, pengaturan kerja hybrid dan jarak jauh dapat menyulitkan para pimpinan untuk membangun budaya tempat kerja yang hebat dan bagi karyawan untuk membina hubungan kerja dan rasa memiliki yang lebih kuat.

Untuk mempromosikan pembangunan komunitas dalam lingkungan kerja hybrid, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk mendesain ulang ruang kantor sebagai pusat kolaborasi dan pembangunan komunitas, yang kondusif untuk kolaborasi tim dan rekan kerja lainnya.

“Pimpinan dan kepala divisi human resource juga dapat merancang program yang akan membantu membina hubungan antar dan intra-tim yang lebih baik, seperti membuat suatu tantangan bertema kebugaran dan kesehatan atau kegiatan kelompok yang mempromosikan interaksi dan ikatan yang lebih baik,” ujarnya.

“Mereka juga dapat mengatur saluran bagi karyawan untuk menjangkau pekerjaan dan dukungan terkait pengembangan pribadi, yang akan membantu karyawan merasa seperti mereka adalah bagian dari komunitas dan dipandu dengan tepat dalam perjalanan karier mereka dengan perusahaan,” kata dia.

Dukungan Nutrisi dan Kesehatan

Stephen juga menyebut, pandemi telah mempercepat untuk fokus pada kesejahteraan karyawan, serta kesehatan fisik dan mental mereka.

Menurut laporan Qualtrics’ 2022 Employee Experience Trends, tingkat kesejahteraan karyawan di hub utama APAC yang terendah adalah 65 % di Singapura dan Hong Kong; dan semakin banyak karyawan saat ini yang membuat keputusan pada karier mereka yang secara sadar akan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental mereka dalam jangka panjang.

Baca juga :  Cara Menghadapi Anak-anak Yang Suka Pilih-pilih Makanan

Untuk membantu mengatasi masalah ini, perusahaan mengambil langkah lebih jauh dengan meningkatkan kesehatan fisik dan mental mereka.

Dengan cara menawarkan subsidi untuk keanggotaan pada pusat kebugaran, menjadwalkan sesi workout dan nutrition talk oleh para ahli, selain itu program bantuan kesehatan mental yang menyediakan layanan konseling sesuai permintaan untuk membantu karyawan mengatasi masalah pribadi dan terkait pekerjaan.

“Selain sumber daya kesejahteraan, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam bagaimana dan di mana karyawan bekerja.

Sebagai tim eksekutif, kami mendorong para pemimpin untuk mendengarkan masukan dari karyawan, dan kemudian mengembangkan pendekatan kami untuk menyeimbangkan apa yang terbaik bagi tim mereka dengan persyaratan bisnis,” tambah Stephen.

Mengembangkan kebiasaan nutrisi yang baik

Tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan karyawan tidak boleh dibebankan kepada pemberi kerja saja – karyawan itu sendiri harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental mereka.

Namun, di tengah jadwal mereka yang padat, tidak jarang banyak yang memilih makanan cepat saji yang terkadang tidak sehat, atau melewatkan makan sama sekali – keduanya sama-sama merusak kebiasaan bagi kesehatan.

Terbukti bahwa nutrisi yang baik adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Dalam sebuah artikel oleh Harvard Health Publishing, penelitian menunjukkan bahwa risiko depresi adalah 25 % hingga 35 % lebih rendah di antara mereka yang makan makanan seimbang yang terdiri dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan protein yang tidak diproses.

Baca juga :  Penuhi Kebutuhan Gizi Dan Tingkatkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Program Semangat Pagi Indonesia

Menurut Herbalife Nutrition Asia Pacific Health Inertia Survey 2021, 79 % konsumen di Indonesia melihat peningkatan kesehatan fisik mereka selama pandemi mengaitkannya dengan mengkonsumsi makanan yang lebih sehat.

Makanan merupakan bahan bakar dan menyediakan energi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tubuh kita. Penting bagi karyawan untuk secara teratur makan makanan seimbang setiap kali mereka bekerja di kantor atau di rumah.

Menjaga asupan nutrisi seimbang, memastikan bahwa tubuh mendapatkan vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Apabila menyiapkan atau membeli makanan menjadi merepotkan di tengah kesibukan, mereka selalu dapat memilih protein shake yang menyediakan kebutuhan nutrisi harian mereka.

“Dengan pola kerja hybrid menjadi norma ke depannya, meningkatkan kesejahteraan karyawan di tempat kerja harus menjadi prioritas utama, membutuhkan usaha bersama dari pimpinan perusahaan dan karyawan itu sendiri, untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan tren kerja baru ini,” tutup Stephen Conchie. (*/grid)