Cara Mengatasi Skinny Fat, Kondisi Seseorang Yang Miliki Berat Badan Normal Tapi Kadar Lemak Tinggi

Skinny fat adalah kondisi seseorang yang memiliki berat badan normal, namun mempunyai kadar lemak yang tinggi.

Orang-orang dari komposisi tubuh ini mungkin berada pada risiko tinggi terkena diabetes dan penyakit jantung.

Beberapa orang secara genetik lebih cenderung memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan otot yang lebih sedikit daripada yang lain.

Faktor lain seperti kebiasaan olahraga dan nutrisi, usia, dan kadar hormon juga dapat berkontribusi pada ukuran tubuh.

Untuk itu, berolahraga secara teratur dan makan makanan yang seimbang dan padat nutrisi dapat membantu meningkatkan atau mempertahankan komposisi tubuh Anda.

Baca juga :  Pasien Gagal Jantung Tak Dianjurkan Minum Air Terlalu Banyak, Ini Takaran Cairan Yang Bisa Diasup

Tips Memperbaiki Kondisi Skinny Fat

Mengutip Kompas.com, berikut adalah tips untuk memperbaiki kondisi skinny fat:

1. Membuat rencana latihan yang konsisten

2. Mengonsumsi kalori lebih sedikit dari biasanya

3. Menyesuaikan pola makan dengan mengurangi karbohidrat

4. Berkomitmen pada rencana latihan progresif (squat, deadlift dan bench press)

Mengutip Healthline, berikut adalah hal yang harus dilakukan dan jangan dilakukan terkait skinny fat.

Baca juga :  Kurang Konsumsi Buah, Berisiko Terkena Kanker Usus Besar

Yang Harus Dilakukan

1. Carilah cara untuk meminimalkan stres dalam hidup Anda dan luangkan waktu untuk kegiatan yang menghilangkan stres .

2. Tidurlah minimal 7 jam per malam.

3. Jadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas mingguan Anda.

4. Makan diet seimbang

5. Putuskan waktu duduk yang lama dengan istirahat gerakan.

Jangan Lakukan Hal Ini

1. Ikuti diet ketat dalam upaya menurunkan berat badan.

2. Tidur kurang dari 7 jam per malam.

3. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak, baik sekaligus atau dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga :  Kenali Gejala Dan Penanganan Trigeminal Neuralgia, Nyeri Wajah Sebelah

4. Konsumsi kafein menjelang waktu tidur.

5. Mengandalkan sebagian besar pada makanan cepat saji untuk nutrisi.

(Tribunnews.com/Widya) (Kompas.com/Gading Perkasa)