Amankah Penderita Diabetes Konsumsi Makanan Manis?

Diabetes merupakan kondisi kronis yang menyebabkan kadar glukosa darah seseorang menjadi terlalu tinggi.

Orang dengan diabetes sering kali perlu mengatur pola makan mereka secara sangat hati-hati.

Namun, memasukkan menu makanan yang terasa manis seperti dessert ‘sesekali’ ke dalam menu diet sehat anda ternyata masih bisa dilakukan.

Memantau asupan karbohidrat dan gula dengan hati-hati tentunya sangat penting saat anda tengah mengelola penyakit diabetes, karena dampak potensialnya pada kadar glukosa darah atau gula.

Faktor inilah yang kerap menimbulkan sedikit informasi keliru bahwa penderita diabetes harus menghindari semua makanan manis.

Diabetes, gula dan diet

Dikutip dari laman Medical News Today, Selasa (7/6/2022), jumlah karbohidrat dan gula yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes tergantung pada beberapa faktor, termasuk diantaranya:

1. Tingkat aktivitas penderita diabetes

Hal ini bisa dilihat dari apakah mereka sedang mencoba menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan yang sehat dan mencoba menurunkan kadar glukosa darah.

Seorang dokter atau ahli gizi dapat membantu pasien dalam menetapkan tujuan pribadi dan memberikan masukan tentang rencana diet yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut American Diabetes Association, penderita diabetes masih dapat mengkonsumsi makanan manis seperti cokelat atau makanan manis lainnya, selama dikonsumsi sebagai bagian dari rencana makan yang sehat atau dikombinasikan dengan kegiatan olahraga.

Penting bagi penderita diabetes untuk mempertimbangkan rencana makan yang sehat.

Mereka bisa mengkonsumsi makanan yang memiliki lemak jenuh yang terbatas, mengandung garam dan gula dalam jumlah sedang, termasuk protein tanpa lemak, sayuran non-tepung, biji-bijian, buah-buahan, dan lemak sehat.

Baca juga :  Hemorrhoid, Penyakit Wasir Yang Kerap Dipandang Aib: Lakukan Deteksi Sejak Dini

Namun, yang terbaik adalah menyimpan makanan manis untuk camilan sesekali dan menikmatinya dalam porsi kecil.

Saat memilih makanan apapun, penting bagi penderita diabetes untuk memahami bagaimana hal itu dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mereka.

Nah, membaca label nutrisi pada kemasan makanan yang anda konsumsi tentu dapat mempermudah hal ini.

Banyak makanan yang diklaim ‘bebas gula’ atau ‘tanpa tambahan gula’, namun makanan tersebut tetap bisa mengandung kalori dan jenis karbohidrat yang bisa berdampak pada kadar gula darah seseorang.

Jenis gula

Gula alami dan gula tambahan tentu akan ada dalam makanan yang anda konsumsi.

Contoh gula alami antara lain:

fruktosa yang ada dalam buah-buahan dan laktosa yang ada dalam produk susu.

Sementara untuk gula tambahan, produsen menggunakan lebih dari 60 nama berbeda untuk produk gula ini pada daftar bahan label makanan mereka.

Beberapa nama umum termasuk diantaranya:

Sukrosa yang juga dikenal sebagai gula meja, sirup jagung fruktosa tinggi, sirup jagung, sirup beras merah, agave nektar, sirup maple, maltosa, dekstrosa, sirup malt, glukosa, maltodekstrin, malt jelai, dan gula bit.

Saat seseorang makan, sistem pencernaan mereka akan memecah karbohidrat dari makanan menjadi glukosa yang merupakan gula sederhana.

Tubuh kemudian akan menyerap glukosa ini ke dalam aliran darah.

Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh, hormon yang disebut insulin menginstruksikan sel untuk menyerap glukosa dari darah.

Orang dengan diabetes tidak akan menghasilkan cukup insulin atau sel mereka tidak merespons hormon dengan tepat.

Baca juga :  Rekomendasi Obat Herbal Anak Yang Mengandung 5 Kandungan Bahan Alami

Hal ini tentunya menyebabkan kadar glukosa darah menjadi terlalu tinggi.

Gula sederhana cenderung meningkatkan kadar glukosa darah lebih cepat dan lebih tinggi dibandingkan karbohidrat kompleks seperti gandum utuh dan oatmeal.

Pengganti gula

Pengganti gula adalah alternatif rendah atau tanpa kalori untuk gula, yang biasanya berdampak lebih kecil pada kadar glukosa darah seseorang.

Produsen biasanya menambahkannya pada banyak produk makanan, terutama produk yang mereka gambarkan sebagai ‘rendah gula’, ‘gula yang dikurangi’, ‘diet’, atau ‘rendah kalori’.

Namun, bahan lain dalam produk ini mungkin masih menambahkan kalori atau karbohidrat ke total asupan.

Sebelum membeli produk rendah gula, penting bagi anda untuk memeriksa detail nutrisi pada labelnya.

Pengganti gula juga dapat menyebabkan seseorang mengkonsumsi banyak makanan pada kemudian hari.

Mungkin juga dapat mengubah indera perasa seseorang, membuat makanan manis alami menjadi kurang menggugah selera.

Berikut ini adalah pengganti gula yang umum, yakni:

Pemanis buatan

Pemanis buatan yang juga dikenal sebagai pemanis nonnutrisi, adalah pengganti gula sintetis yang biasanya mengandung nol atau sangat sedikit kalori.

Menurut American Diabetes Association, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) telah menyetujui 6 pemanis buatan, meliputi Aspartame, Acesulfame potassium atau Acesulfame k, Saccharin, Sucralose, Neotame dan Advantame

Orang juga dapat membeli banyak dari pemanis buatan ini untuk digunakan sebagai pengganti gula meja atau dalam memasak maupun membuat kue.

Gula alkohol

Gula alkohol adalah jenis karbohidrat yang terjadi secara alami pada tumbuhan.

Baca juga :  Mengatasi Jerawat Dengan Menjaga Kesehatan Kulit Dari Dalam

Namun, produsen perlu memprosesnya sebelum menggunakannya dalam produk makanan sebagai pemanis.

Gula alkohol memiliki kalori lebih sedikit dibandingkan gula biasa, namun masih dapat meningkatkan kadar glukosa darah seseorang.

Gula alkohol yang umum termasuk diantaranya Sorbitol, Manitol, Xylitol, Eritritol, Maltitol, Isomalt dan Laktitol.

Pada beberapa orang, gula alkohol dapat memiliki efek pencahar yang dapat menyebabkan diare dan gas bagi mereka yang mengkonsumsinya.

Stevia

Stevia adalah pemanis yang ‘umumnya diakui aman’ dikonsumsi.

Namun, produsen perlu mengekstrak dan memurnikan pemanis dari tanaman Stevia rebaudiana menggunakan proses kimia.

Stevia juga dikenal sebagai Rebaudioside A, Reb-A atau rebiana.

Tanaman ini tidak mengandung gula atau kalori, dan produsen menambahkannya pada banyak produk makanan dan minuman yang berbeda sebagai pengganti gula.

Monk fruit

Monk Fruit atau luo han guo adalah tanaman asli Asia Tenggara.

Jus dari Monk fruit sangat manis, sekitar 150 hingga 250 kali lebih manis dari gula meja.

Produsen biasanya menambahkannya pada berbagai makanan dan minuman sebagai pengganti gula.

Serupa dengan Stevia, ekstrak Monk Fruit adalah pemanis GRAS, tidak mengandung gula atau kalori, dan produk yang mengandung buah ini disebut sebagai ‘pemanis alami’.

Monk Fruit juga tersedia sebagai pemanis meja.