Herpes Zoster Dan Monkeypox, Bagaimana Cara Membedakannya ?

Saat dunia belajar untuk hidup berdampingan dengan virus corona atau Covid-19, ancaman virus baru mulai muncul satu per satu.

Kasus cacar monyet (Monkeypox) perlahan meluas dan kini tengah mengalami peningkatan.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran banyak orang.

Terlebih, saat ini kecemasan publik tentang ancaman virus baru bercampur dengan yang lama semakin tinggi.

Dikutip dari laman The Express, Senin (6/6/2022), terlepas dari kekhawatiran terkait Monkeypox, penting untuk mencatat tiga poin utama terkait penyakit ini.

Baca juga :  TIPS PUASA SEHAT - Cegah Perut Begah, Perbanyak Serat Dan Cairan

Poin pertama adalah ini bukan merupakan virus corona baru, sehingga tidak akan ada pembatasan skala besar yang diterapkan.

Kedua, virus yang biasa ditemukan di Afrika Barat ini merupakan bentuk kondisi yang paling tidak mematikan dan paling mudah diobati.

Ketiga, Inggris telah melihat Monkeypox sebelum dan sebagai akibat dari Covid-19.

Sehingga sangat memperhatikan setiap kasus baru atau mutasi pada virus itu.

Kendati demikian, ini bukan berarti seseorang harus menghapus virus Monkeypox dari daftar penyakit yang mereka khawatirkan.

Baca juga :  Mitos Atau Fakta, Saat Jatuh Cinta Picu Munculnya Jerawat? Dokter Kulit Beri Penjelasan

Salah satu masalah yang muncul ke permukaan saat ini adalah kesamaan penampilan Monkeypox dengan infeksi lainnya, yakni Herpes Zoster.

Kesamaan utamanya adalah keduanya menyebabkan ruam yang menyakitkan.

Perlu diketahui, Herpes Zoster menyebabkan ruam kemerahan, sedangkan Monkeypox menyebabkan bintik-bintik yang berisi cairan dan nanah.

Terlepas dari perbedaan ini, teori konspirasi hingga kini masih terus menyebar.

Selanjutnya, situs pengecekan fakta Full Fact pun berupaya menginformasikan kepada publik tentang beberapa teori yang tidak benar.

Baca juga :  Cara Mudah Menjaga Kadar Kolesterol Saat Menjalankan Ibadah Puasa

Satu diantaranya adalah virus Monkeypox disebut disebabkan oleh vaksin Covid-19, dan jawaban sederhananya adalah tidak.