Kelainan Ibu Dan Anak Dapat Dihindari Berkat Skrining Dan Deteksi Dini Kehamilan

Bagi pasangan suami istri, kehamilan merupakan hal yang membahagiakan. Kondisi kehamilan yang baik, yakni keadaan sang ibu maupun janin dalam kondisi sehat pun menjadi harapan yang dapat menjadi kenyataan.

Maka itu, bagi calon ibu dan ayah diharapkan untuk waspada terhadap beberapa penyakit (gangguan medis) atau masalah kesehatan lainnya, termasuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga memerlukan penanganan antenatal/asuhan kehamilan yang lebih ketat dan komprehensif.

Adapun risiko tinggi yang dapat terjadi pada kehamilan antara lain keguguran, partus macet, perdarahan antepartum, kematian janin dalam kandungan (Intra Uterine Fetal Death), keracunan dalam kehamilan (preeklamsia), eklampsia, bayi lahir belum cukup bulan (premature) dan bayi berat lahir rendah.

Pentingnya edukasi kehamilan dan persiapan persalinan sedini mungkin

Untuk mencegah kemungkinan terburuk di atas, pada saat kehamilan, para calon ibu sedini mungkin wajib untuk melakukan Ante Natal Care (ANC) atau perawatan ibu dan janin selama masa kehamilan, mencari dan mempelajari berbagi informasi serta edukasi terkait kehamilan dan persiapan persalinan.

Kunjungan ANC pun menjadi kunci, sebab seringkali para ibu kurang paham mengenai tanda bahaya kehamilan akibat kurangnya kunjungan ANC. Kurangnya kunjungan ANC ini dapat menyebabkan bahaya bagi ibu maupun janin, seperti terjadinya perdarahan pada masa kehamilan karena tidak terdeteksinya tanda bahaya.

“Berbagai penelitian terkait ANC menyatakan bahwa keberhasilan ANC lebih berarti dapat menyelamatkan nyawa atau menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Melalui ANC, kesempatan untuk menyampaikan edukasi dan promosi kesehatan pada ibu hamil khususnya bisa dilakukan lebih baik,” ujar dr. Maurin Susanna, Sp.OG – KFM, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal, Mayapada Hospital Surabaya.

Baca juga :  Kenali Tanda Dan Gejala Kanker Pada Anak, Beda Dengan Orang Dewasa

dr. Maurin Susanna, Sp.OG menambahkan, fungsi suportif dan komunikatif dari ANC tidak hanya mampu menurunkan AKI, tapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup bagi ibu dan bayi yang akan dilahirkan. “Selain itu, secara tidak langsung kualitas dari pelayanan kesehatan juga ikut meningkat,” ujarnya.

Salah satu komplikasi dalam kehamilan yang sering timbul adalah preeklamsia, yakni keadaan di mana adanya peningkatan tekanan darah yang hanya terjadi pada saat kehamilan dan dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kerusakan pada organ vital, khususnya ginjal dan hati.

Preeklamsia sendiri biasanya dimulai setelah minggu ke-20, dan seringkali menimpa ibu hamil yang bahkan sebelumnya tidak memiliki riwayat hipertensi.

“Preeklamsia dapat muncul tiba-tiba, biasanya ibu hamil tidak menyadari saat tensinya tinggi karena sebelum kehamilan riwayat tensi baik. Maka dari itu, penting untuk dilakukan antenatal care dan skrining apalagi ibu hamil memiliki faktor risiko atau riiwayat kehamilan sebelumnya bermasalah,” ujar dr. Agustinus Giri Respati, Sp.OG-KFM, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal, Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Pemeriksaan USG cegah kelain pada calon anak

Pemeriksaan USG pada ibu dan bayi sangat penting dilakukan secara berkala selama masa kehamilan. Pada masa awal kehamilan, pemeriksaan USG penting dilakukan karena pemeriksaan dapat menentukan usia kehamilan dan mengetahui kondisi awal janin.

Baca juga :  Ingin Minum Kopi, Tapi Punya Asam Lambung? Ini Jenis Kopi Yang Aman

Pada trimester kedua pun, pemeriksaan USG penting juga dilakukan untuk mengevaluasi kemungkinan kelainan anatomi pada janin. Sedangkan pada Pemeriksaan di trimester ketiga dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan janin dan posisi janin beserta plasenta atau ari-ari di dalam rahim untuk merencanakan persiapan persalinan.

“Pemeriksaan USG skrining anatomi janin lengkap paling optimal dilakukan pada usia kehamilan 26-28 minggu. Beberapa negara juga menambahkan pemeriksaan kelainan anatomi rutin pada usia hamil 11-14 minggu untuk mengevaluasi kemungkinan kelainan kromosom, contohnya sindroma Down atau trisomi 21,” ujar dr. Sandhy Prayudhana, Sp.OG-KFM, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal, Mayapada Hospital Tangerang.

Jika terdeteksi adanya kehamilan dengan risiko tinggi seperti down syndrome atau kelainan kromosom lainnya, maka dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

dr. Manggala Pasca Wardhana, Sp.OG – KFM, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Konsultan Fetomaternal, Mayapada Hospital Surabaya mengungkapkan bahawa pemeriksaan Chorionic Villous Sampling(CVS) di trimester pertama dapat dilakukan saat minggu ke-10 dan ke-12, atau saat pemeriksaan amniosentesis dengan mengambil sampel cairan ketuban pada trimester kedua dengan tujuan untuk menemukan kelainan genetik kromosomal yang terjadi pada janin.

Ia pun menambahkan bahwa untuk melihat kemungkinan janin memiliki kelainan kromosom juga dapat dilakukan secara invasive melalui pemeriksaan Non Invasive Prenatal Testing/Diagnostic (NIPT/NIPD) yang mengevaluasi DNA janin menggunakan sampel darah ibu.

Baca juga :  Dokter Boyke Berbagi Tips Percepat Kehamilan: Ada 6 Cara

“Pemeriksaan ini penting dilakukan jika didapatkan kecurigaan kelainan pada janin untuk memperkirakan prognosis luaran janin serta menentukan rencana penatalaksaan yang tepat bagi janin yang akan dilahirkan,” ujarnya.

Oleh karena itu, para calon ibu penting untuk melakukan deteksi sedini mungkin untuk menghindari risiko yang serius baik pada Anda dan calon anak Anda. Jangan tunda melakukan tindakan apabila ada gejala yang dirasakan, dan jika Anda memiliki pertanyaan bisa melakukan konsultasi dengan dokter melalui link berikut: https://mayapadahospital.com/askdoctor dan dapatkan voucher diskon pemeriksaan dan medical check up.

Obstetrics & Gynecology Center Mayapada Hospital sudah terbukti dapat Anda andalkan selama masa kehamilan berkat dukungan dokter spesialis kandungan, kebidanan, dan subspesialisasi, serta ditunjang dengan layanan komprehensif untuk kesehatan wanita segala usia, mulai dari kesehatan organ reproduksi wanita, pemantauan kehamilan hingga persalinan, penanganan kehamilan risiko tinggi, keluarga berencana, pilihan tindakan bedah untuk kasus ginekologi hingga persiapan dan perawatan menopause.

Jadi jangan ragu untuk mengunjungi Obstetrics & Gynecology Center Mayapada Hospital demi masa depan acara Anda dan keluarga!