Kenali Faktor Risikonya, Kanker Serviks Bisa Dicegah

Kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara.

Dokter M. Ary Zucha, Ph.D, Sp.OG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKKMK UGM menuturkan kanker serviks sangat bisa dicegah.

“Jadi ini suatu kanker yang sangat preventable,” kata dia dalam webinar beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, kanker serviks sangat berhubungan dengan kejadian infeksi virus HPV (humanpapilloma virus). Sebagian besar penularannya melalui kontak seksual.

Kemudian, non-seksual.

“Misalnya melalui pakaian dalam yang berganti-ganti orang, kurang bersih, sarung tangan dokter yang tidak berganti setiap pasien, dan sebagainya,” ujarnya.

Pencegahan

Pencegahan kanker serviks bisa dilakukan dengan vaksinasi HPV/humanpapilloma virus (pencegahan primer) dan lesi prakanker (pencegahan sekunder).

Baca juga :  Tanda-tanda Tubuh Mengalami Burnout

Vaksinasi atau imunisasi HPV dilakukan untuk mencegah infeksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

“Yang kedua, proses terjadinya kanker panjang, dari pertama kali terinfeksi HPV sampai menjadi kanker membutuhkan proses 3-17 tahun. Dalam prosesnya, dari infeksi HPV sampai jadi kanker melewati suatu proses panjang yang dinamakan lesi pra kanker. Kita anggaplah luka, jadi ada luka yang terjadi karena infeksi HPV namun belum bisa dianggap kanker,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pencegahan kanker serviks itu ada 2.

Satu yaitu pencegahan primer.

Kedua adalah deteksi dini dengan cara mengenali (lesi prakanker).

“Sudah terinfeksi tapi jangan sampai jadi kanker,” paparnya.

Baca juga :  Inikah Yang Disebut 'Kemacetan' Pada Sistem Peredaran Darah Manusia?

Zucha memaparkan terdapat dua kelompok virus HPV yaitu HPV risiko tinggi dan HPV risiko rendah.

HPV risiko tinggi dikaitkan dengan perkembangan menjadi kanker serviks, sedangkan HPV risiko rendah tidak menyebabkan kanker serviks tapi menyebabkan kutil.

“Yang ganas atau berisiko tinggi, yaitu kelompok HPV yang menyebabkan kanker, misalnya tipe 16 dan 18. Sedangkan yang berisiko rendah tidak menyebabkan kanker, tetapi menyebabkan kutil, misalnya tipe 6 dan 11,” papar Zucha.

Ia menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan skrinning kanker serviks dengan menjalani pap smear atau IVA di puskesmas/bidan/dokter terdekat.

“Apabila kita mengenali lesi prakanker atau sebelum terjadinya kanker serviks dan kita obati, maka angka kesembuhannya 86-95 persen. Jadi kalau kita mengetahui dari awal, angka kesembuhannya tinggi sekali. Jika dideteksi atau di diagnosis pada stadium awal, masih bisa dioperasi dan pengobatannya tuntas, angka kesembuhannya juga semakin baik, namun semakin stadium lanjut, maka angka kesembuhannya rendah,” kata dia.

Baca juga :  Apa Itu Penyakit Ain? Penyakit Non-Medis Yang Bisa Datangkan Kesengsaraan Pada Manusia

Skrinning kanker serviks di puskesmas atau dokter untuk mendeteksi sedini mungkin lesi prakanker.