6 Tips Menjaga Kesehatan Mental Menurut UNICEF

 Kesehatan tidak melulu soal fisik, namun mental juga diperlukan.

Mental yang dimaksud adalah hal yang berkaitan dengan batin manusia.

Jika kesehatan mental terganggu, maka akan timbul gangguan mental atau penyakit mental.

Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan mental?

Mengutip UNICEF, berikut adalah 6 tips menjaga kesehatan mental bagi remaja di masa pandemi:

1. Sadari bahwa kecemasanmu adalah hal yang wajar

Para psikolog sudah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang bisa membuat kita waspada terhadap ancaman, dan membantu kita untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri.

Dr. Damour menjelaskan, kecemasan akan membantu mengambil keputusan yang harus dibuat.

2. Cari pengalihan

Menurut para psikolog, ketika kita berada dalam kondisi yang sangat sulit, akan sangat membantu untuk mengenali masalah menjadi dua kategori, yakni hal-hal yang bisa kita kendalikan, dan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan.

Baca juga :  Pandemi Bikin Stress, Kelola Gangguan Ini Dengan Solusi Wellness

Saat berada di kategori kedua, carilah pengalihan untuk diri sendiri.

Hal yang dimaksud contohnya menonton film kesukaan, membaca novel sebelum tidur atau mengerjakan PR.

3. Temukan cara baru untuk berkomunikasi dengan teman-teman

Jika kamu ingin bersosialisasi dengan teman di tengah kondisi social distancing, media sosial adalah solusi yang bagus untuk berkomunikasi.

4. Fokuslah pada dirimu

Fokus pada diri sendiri dan mencari cara untuk memanfaatkan waktu tambahan yang kamu dapatkan adalah cara yang produktif untuk menjaga kesehatanmu.

Baca juga :  Kopi Mengandung Viagra Beredar Dengan Izin Palsu BPOM, Bahayanya Bisa Picu Kanker Dan Kematian

“Kalau sudah bicara tentang perasaan yang menyakitkan, satu-satunya jalan keluar adalah berusaha melaluinya.” kata Dr. Damour.

5. Selami Perasaanmu

Apabila kamu merasa kecewa, biarkan dirimu merasakan kekecewaan itu.

“Kalau soal mengalami perasaan yang menyakitkan, satu-satunya jalan keluar adalah berusaha melaluinya. Lanjutkan hidupmu dan jika merasa sedih, selami perasaanmu. Jika kamu bisa membiarkan dirimu merasa sedih, akan lebih cepat pula kamu merasa lebih baik.” ujar Dr. Damour.

Setiap orang punya cara berbeda untuk mengolah perasaan.

6. Berbaik hatilah pada diri sendiri dan orang lain

Beberapa remaja mengalami bullying dan pelecehan di sekolah karena coronavirus.

“Menjadi bystander yang aktif (pembela) adalah cara terbaik untuk menghadapi segala jenis bullying,” kata Dr. Damour.

Baca juga :  5 Obat Covid-19 Tak Lagi Digunakan, BPOM: Belum Ada Data Uji Klinik Terkait Keamanan Dan Khasiatnya

Anak-anak dan remaja yang menjadi target bullying tidak seharusnya diminta untuk melawan para pelaku bullying secara langsung.

Sekarang, dibanding masa-masa sebelumnya, adalah saat yang paling penting bagi kita untuk untuk lebih bijaksana dalam memutuskan apa yang akan kita bagikan atau katakana kepada orang lain.

Artikel Terkait Kesehatan Mental

(Tribunnews.com/Widya)