WASPADA Tumor Otak, Kenali Gejala Umum Dan Faktor Yang Dapat Tingkatkan Risiko Tumor Otak

 Tumor otak adalah penyakit yang berasal dari pertumbuhan sel-sel di otak yang berkembang biak dengan cara yang tidak normal dan tidak terkendali.

Tumor otak dikategorikan dalam beberapa tingkat berdasarkan seberapa cepat mereka tumbuh dan seberapa besar kemungkinannya untuk tumbuh kembali setelah perawatan.

Menurut NHS, tumor stadium 1 dan 2 adalah grade rendah, sedangkan tumor stadium 3 dan 4 adalah grade tinggi.

Ada 2 jenis utama tumor otak:

1. Tumor otak non-kanker (jinak)

Tumor otak jinak dalah tingkat rendah (tingkat 1 atau 2), yang berarti mereka tumbuh perlahan dan kecil kemungkinannya untuk kembali setelah perawatan.

2. Tumor otak kanker (ganas)

Tumor otak ganas adalah tingkat tinggi (tingkat 3 atau 4) dan baik muncul di otak (tumor primer) atau menyebar ke otak dari tempat lain (tumor sekunder).

Tumor otak ini lebih mungkin untuk tumbuh kembali setelah perawatan.

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak bervariasi tergantung pada bagian otak yang terkena. Tanda-tanda umum meliputi:

1. Sakit kepala

2. Kejang

3. Terus-menerus merasa sakit (mual), sakit (muntah) dan mengantuk

4. Perubahan mental atau perilaku, seperti masalah ingatan atau perubahan kepribadian

Baca juga :  Punya Banyak Khasiat, Jamu Terus Didorong Masuk Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

5. Kelemahan progresif atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh

6. Masalah penglihatan atau bicara

Terkadang seseorang mungkin tidak memiliki gejala apapun yang menandai tumor otak.

Tumor otak dapat berkembang sangat lambat dari waktu ke waktu.

Seseorang yang memiliki jenis gejala di atas sebaiknya menghubungi dokter umum, terutama jika ia memiliki sakit kepala yang terasa berbeda dari jenis sakit kepala yang biasa dialami, atau jika sakit kepala semakin parah.

Pada beberapa kasus, seseorang mungkin tidak memiliki tumor otak, tapi jenis gejala sakit kepala ini harus diperiksa.

Jika dokter umum tidak dapat mengidentifikasi penyebab dari gejala tumor otak, mereka mungkin merujuk pasien ke dokter spesialisasi otak dan sistem saraf (ahli saraf) untuk penilaian dan tes lebih lanjut, seperti pemindaian otak.

Tumor otak dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia, termasuk anak-anak, meskipun mereka cenderung lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Faktor Risiko Tumor Otak

Penyebab sebagian besar tumor otak tidak diketahui, tapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang terkena tumor otak, meliputi:

Baca juga :  Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Menjaga Organ Paru Tetap Sehat

1. Usia

Risiko terkena tumor otak meningkat seiring bertambahnya usia.

Kebanyakan tumor otak terjadi pada orang dewasa yang lebih tua berusia 85 hingga 89 tahun.

Namun, beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi pada anak-anak.

2. Radiasi

Paparan radiasi menyumbang sejumlah kecil tumor otak.

Beberapa jenis tumor otak lebih sering terjadi pada orang yang telah menjalani radioterapi, CT scan atau rontgen kepala.

3. Riwayat keluarga dan kondisi genetik

Beberapa kondisi genetik diketahui meningkatkan risiko terkena tumor otak.

Risiko seseorang menjadi lebih tinggi daripada orang lain dalam populasi umum, jika ia memiliki kerabat dekat yang menderita tumor otak, terutama orang tua, saudara kandung atau anak.

Sebagian kecil tumor otak terkait dengan kondisi genetik yang diketahui.

Orang yang memiliki satu dari sindrom langka berikut ini memiliki peningkatan risiko terkena tumor otak.

Sindrom yang meningkatkan risiko tumor otak, yaitu:

– Neurofibromatosis (NF) tipe 1 dan tipe 2

– Sklerosis tuberosa (TSC)

– Sindrom Li-Fraumeni

Baca juga :  Gejala Hepatitis Akut Misterius Lengkap Dengan Langkah Pencegahannya

– Sindrom Von Hippel-Lindau (VHL)

– Sindrom Turner

– Sindrom Turcot

– Sindrom Gorlin

4. Kegemukan dan obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk jenis tumor otak yang disebut meningioma.

Sekitar 2 dari 100 tumor otak atau dua persen yang didiagnosis di Inggris setiap tahun disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas.

Sehingga, menjaga tubuh tetap yang sehat dengan cara tetap aktif secara fisik dan makan makanan yang sehat dan seimbang.

Disclaimer*:

Risiko seseorang terkena kanker tergantung pada banyak hal termasuk usia, genetika, gaya hidup, dan faktor lingkungan.

Apapun yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker adalah sebatas faktor risiko.

Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang akan terkena kanker.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Tumor Otak