Gangguan Bipolar: Penjelasan, Gejala, Jenis Hingga Penyebab Terjadinya

 Berikut ini penjelasan mengenai apa itu gangguan bipolar.

Dalam artikel ini juga terdapat penjelasan mengenai gejala, jenis hingga penyebab terjadinya gangguan bipolar.

Dikutip dari nimh.nih.gov, terdapat tiga jenis gangguan bipolar.

Ketiga jenis ini melibatkan perubahan yang jelas dalam suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas.

Seakan mempunyai dua kutub, penderita gangguan bipolar punya dua sisi kepribadian yang bersifat ekstrem.

Terkadang bisa merasa sangat bahagia.

Namun beberapa saat kemudian tergantikan oleh rasa sedih yang luar biasa.

Ketika perasaan senang tiba, penderita bipolar seakan bisa melakukan apa saja.

Selain itu dirinya kerap dipenuhi oleh bermacam-macam ide.

Selalu riang gembira tanpa beban.

Hanya saja ketika merasa sedih, ia bisa sampai ketahap depresi sehingga mengalami gangguan secara fisik dan psikis.

Nafsu makan menurun, malas untuk melakukan kegiatan apa pun bahkan yang paling buruk dari tindakan bipolar salah ingin mengakhiri hidupnya sendiri.

Simak penjelasan mengenai apa itu gangguan bipolar, jenis beserta penyebab terjadinya yang dikutip dari berbagai sumber.

Apa Itu Gangguan Bipolar?

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari yang tidak biasa.

Gangguan bipolar ini sebelumnya disebut penyakit manik-depresif atau depresi manik.

Fakta Gangguan Bipolar

Dikutip dari healthline.com, gangguan bipolar bukanlah kelainan otak yang langka.

Faktanya terdapat 2,8 persen orang dewasa AS – atau sekitar 5 juta orang – telah didiagnosis dengan gangguan bipolar.

Rata – rata penderita bipolar mulai menunjukkan gejalanya di usia 25 tahun.

Depresi yang disebabkan oleh gangguan bipolar berlangsung setidaknya dua minggu.

Baca juga :  Manfaat Kopi Untuk Kulit Wajah: Kurangi Peradangan Hingga Anti Penuaan

Beberapa orang akan mengalami episode perubahan suasana hati beberapa kali dalam setahun, sementara yang lain mungkin jarang mengalaminya.

Jenis Gangguan Bipolar

Dikutip dari nimh.nih.gov, terdapat tiga jenis gangguan bipolar yaitu:

– Gangguan Bipolar I

Didefinisikan oleh episode manik yang berlangsung setidaknya 7 hari, atau oleh gejala manik yang sangat parah sehingga orang tersebut membutuhkan perawatan rumah sakit segera.

Biasanya, episode depresi juga terjadi dan berlangsung setidaknya 2 minggu.

Episode depresi dengan ciri campuran (memiliki gejala depresi dan gejala manik pada saat bersamaan) juga mungkin terjadi.

– Gangguan Bipolar II

Ditentukan oleh pola episode depresi dan episode hipomanik, tetapi tidak dengan episode manik total yang khas dari Gangguan Bipolar I.

– Cyclothymic Disorder (juga disebut Cyclothymia)

Didefinisikan oleh periode gejala hipomanik serta periode gejala depresi yang berlangsung setidaknya selama 2 tahun (1 tahun pada anak-anak dan remaja).

Namun, gejala tidak memenuhi persyaratan diagnostik untuk episode hipomania dan episode depresi.

Penyebab Terjadi Gangguan Bipolar

Dikutip dari healthline.com, masih belum jelas apa yang menyebabkan beberapa orang mengalami kondisi tersebut.

Kemungkinan penyebab gangguan bipolar meliputi:

Genetika

Jika orang tua atau saudara Anda menderita gangguan bipolar, Anda lebih mungkin mengembangkan kondisi tersebut dibandingkan orang lain.

Namun, penting untuk diingat bahwa kebanyakan orang yang memiliki gangguan bipolar dalam riwayat keluarga tidak mengembangkannya.

Struktur Otak

Struktur otak Anda dapat memengaruhi risiko penyakit Anda.

Kelainan pada struktur atau fungsi otak Anda dapat meningkatkan risiko Anda.

Faktor Lingkungan

Bukan hanya apa yang ada di tubuh Anda yang dapat membuat Anda lebih mungkin mengembangkan gangguan bipolar. Faktor luar juga bisa berkontribusi. Faktor-faktor tersebut dapat meliputi:

Baca juga :  Bahaya Implan Payudara, Berikut Tanda-tanda Implan Perlu Dilepas

– stres yang ekstrim

– pengalaman traumatis

– penyakit fisik

Masing-masing faktor ini dapat memengaruhi siapa yang mengembangkan gangguan bipolar.

Namun, yang lebih mungkin adalah kombinasi faktor-faktor yang berkontribusi pada perkembangan penyakit.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang potensi penyebab gangguan bipolar.

Faktor Risiko Gangguan Bipolar

Dikutip dari nimh.nih.gov, para peneliti sedang mempelajari kemungkinan penyebab gangguan bipolar.

Sebagian besar setuju bahwa tidak ada penyebab tunggal dan kemungkinan ada banyak faktor yang berkontribusi pada peluang seseorang terkena penyakit tersebut.

– Struktur dan Fungsi Otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa otak orang dengan gangguan bipolar mungkin berbeda dengan otak orang yang tidak memiliki gangguan bipolar atau gangguan mental lainnya.

Mempelajari lebih lanjut tentang perbedaan ini dapat membantu para ilmuwan memahami gangguan bipolar dan menentukan perawatan mana yang paling berhasil.

Saat ini, penyedia layanan kesehatan mendasarkan diagnosis dan rencana pengobatan pada gejala dan riwayat seseorang, daripada pencitraan otak atau tes diagnostik lainnya.

– Genetika

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gen tertentu lebih mungkin mengembangkan gangguan bipolar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan gangguan bipolar memiliki peluang lebih besar untuk mengalami gangguan itu sendiri.

Banyak gen yang terlibat, dan tidak ada satu gen pun yang dapat menyebabkan kelainan tersebut.

Mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana gen berperan dalam gangguan bipolar dapat membantu para peneliti mengembangkan pengobatan baru.

Baca juga :  Penanganan Varises Dan Tiroid Bisa Dilakukan Tanpa Pembedahan

Tes Gejala Gangguan Bipolar

Satu hasil tes tidak dapat membuat diagnosis gangguan bipolar, Dokter akan menggunakan beberapa tes dan ujian.

Berikut tes gejala gangguan bipolar yang dikutip dari healthline.com:

– Ujian Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap.

Mereka mungkin juga melakukan tes darah atau urin untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala gangguan bipolar.

– Evaluasi Kesehatan Mental

Dokter mungkin merujuk ke ahli kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater.

Para dokter ini mendiagnosis dan merawat kondisi kesehatan mental seperti gangguan bipolar.

Selama kunjungan, mereka akan mengevaluasi kesehatan mental dan mencari tanda-tanda gangguan bipolar.

– Jurnal Suasana Hati

Jika dokter mencurigai perubahan perilaku yang merupakan hasil dari gangguan mood seperti bipolar, mereka mungkin meminta untuk memetakan suasana hati.

Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan membuat jurnal tentang perasaan dan berapa lama perasaan tersebut bertahan.

Dokter mungkin juga menyarankan agar mencatat pola tidur dan makan.

– Kriteria Diagnostik

Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM) adalah garis besar gejala untuk berbagai gangguan kesehatan mental. Dokter dapat mengikuti daftar ini untuk memastikan diagnosis bipolar.

Selain itu, dokter mungkin menggunakan alat dan tes lain untuk mendiagnosis gangguan bipolar.

(Tribunnews.com/Nadya)