Posisi Tidur Pengaruhi Kondisi Penderita Gangguan Asam Lambung

 Melonjaknya kasus Covid-19 akibat varian Omicron menimbulkan kecemasan bagi banyak orang.

Di sisi lain, banyak informasi yang bertebaran di media sosial.

Terkadang, informasi yang disajikan belum tentu kebenarannya. Sehingga menyebabkan banyak kesalahpahaman.

Di sisi lain, Covid-19 cukup berisiko jika terinfeksi pada kelompok rentan.

Di antaranya seperti orang lanjut usia, anak-anak yang belum diberikan imunitas dan mereka yang memiliki komorbid.

Lantas timbul sebuah pertanyaan apakah gastroesophageal reflux disease (GERD) termasuk komorbid?

Dokter Spesialis Gastroentologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH,MMB, FINASIM pun memberikan tanggapannya terkait hal ini.

Baca juga :  Ketua MKEK IDI Singgung Sumpah Dokter Dan Proses Pemecatan, Terawan: Saya Utamakan Kesehatan Pasien

“Pertama Gerd ini bukan komorbid. Bahwa pasien dengan Gerd tidak berisiko saat terkena Omicron. Jelas ada itu Obesitas, hipertensi, diabetes, atau orang orang dengan pengobatan autoimun, tapi kalau orang GERD tidak menjadi risiko terkena Omicron,” ungkap dr Ari pada acara virtual, Jumat (11/2/2022).

Hanya saja, Gerd muncul saat pasien Covid-19 mengonsumsi obat-obatan yang bermacam-macam.

Terkadang tidak sesuai dengan anjuran.

Misalnya mengontrol multivitamin melewati dosis yang ditoleransi. Untuk pasien asam lambung dianjurkan mengonsumsi vitamin C dengan dosis kurang 500 gr.

Baca juga :  Sudah Pasang Ring Jantung, Tapi Ingin Berolahraga? Perhatikan Hal BerikutĀ 

Di sisi lain dr Ari mengingatkan jika posisi tidur pun menjadi hal penting. Ada posisi yang tepat dapat meminimalisir gejalanya ditimbulkan saat sakit maag atau Gerd.

Posisi kepala lebih tinggi membuat situasi bisa lebih baik. Karena biasanya saat kambuh, asam lambung akan naik ke atas.

Namun jika posisi tubuh lebih tinggi, diharapkan asam lambung tetap berada di bawah.

“Bicara kalau posisi dinaikkan sedikit, dengan gaya gravitasi sesuatu akan turun ke bawah. Mungkin bisa dikasih bantal dua bantal tidurnya,” kata dr Ari menambahkan.

Baca juga :  Manfaat Vitamin D Bagi Tubuh Dan Makanan Yang Mengandung Vitamin D

Biasanya asam lambung meningkat di jam 1-2 malam. Hal ini dipengaruhi oleh hormonal. Sehingga pasien kerap terbangun malam hari.

“Kalau sudah berlebihan sampai membangunkan tidur. Akan memengaruhi kualitas hidup dari pasien. Penting tadi dijaga untuk posisi tidurnya tadi, bantal tinggi,” pungkasnya.