Ketahui Gejala Alergi, Penyebab, Dan Penanganannya

 Alergi merupakan suatu reaksi sistem imun tubuh yang bisa terjadi kepada siapa saja.

Bukan hanya orang dewasa, tapi anak-anak pun berpeluang mengalaminya.

Reaksi ini muncul berlebihan ketika dipicu benda asing tertentu, misalnya bulu hewan, tanaman, jamur, makanan, dan obat.

Gejala alergi juga berbeda-beda pada setiap orang, meliputi gejala ringan sampai berat.

Gejala ringan misalnya kulit kemerahan, gatal, bersin, hidung tersumbat, tenggorokan terasa gatal, dan mata berair.

Sementara, gejala berat misalnya diare, mual muntah, sesak nafas, sulit menelan, mengi, berdebar sampai hilang kesadaran.

“Namun, gejala alergi ini dapat diatasi dengan minum obat golongan antihistamine,” kata dr Shannia Tritama.

Saat alergi terjadi, tubuh akan mengeluarkan zat histamine.

Histamine ini akan berikatan dengan reseptor dalam tubuh dan menyebabkan berbagai gejala alergi.

Karena itu, seorang yang mengalami alergi harus diberikan AntiHistamine.

Contoh obat AntiHistamine, lanjut Shannia, adalah Loratadine dan Cetirizine.

Loratadine dan Cetirizine adalah obat antihistamine bekerja dengan cara mengatasi efek histamine pada reseptor tubuh yang spesifik.

Loratadine termasuk obat golongan antagonis reseptor histamin H1 generasi kedua yang banyak digunakan untuk mengatasi alergi.

Baca juga :  Layanan Telemedisin SiCepat Terpacu Oleh Lonjakan Kasus Omicron

Menurut penelitian, Loratadine dapat mencapai konsentrasi puncak dalam waktu 1-2 jam.

Waktu paruhnya yaitu sekitar 10-20 jam, sehingga Loratadine dapat bertahan setidaknya 24 jam. Dengan demikian, dosis Loratadine cukup 1 kali sehari.

Sementara itu, Cetirizine tidak boleh digunakan untuk mengobati gatal-gatal yang memar atau melepuh karena alergi.

Cetirizine juga mempunyai daya kerja yang pendek sehingga alergi dapat timbul lagi dengan cepat, tergantung dari daya tahan tubuh seseorang.

Tidak hanya itu, Cetirizine juga mempunyai efek samping seperti, mengantuk berat, kelelahan berlebihan, mulut kering, dan bisa juga menyebabkan sakit perut.

Karena perbedaan efektivitas tersebut, Loratadine biasanya menjadi pilihan yang lebih bijaksana untuk mengatasi gejala dari alergi.

4 manfaat Loratadine untuk mengatasi gejala alergi:

1. Mengatasi bersin alergi

Rhinitis alergi adalah alergi yang ditandai dengan bersin-bersin, hidung tersumbat, mata berair dan biasanya disebabkan karena debu, pollen atau cuaca dingin.

Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) sekitar 10-30 persen populasi dunia memiliki rhinitis alergi. Rhinitis alergi lebih banyak dialami oleh laki-laki daripada wanita.

Baca juga :  Gejala Omicron Lebih Ringan Dan Cepat Menular, Penyintas Covid-19 Dapat Terinfeksi Lagi

2. Mengatasi kaligata

Gatal pada kulit beberapa saat setelah makan makanan tertentu, terkena debu atau serangga merupakan salah satu gejala alergi.

Gatal muncul disertai dengan bentol berbentuk seperti pulau-pulau yang semakin lama semakin besar.

Alergi makanan biasanya terjadi sekitar 8 persen pada anak dibawah usia 5 tahun dan hingga 4 persen pada orang dewasa.

3. Bengkak akibat alergi

Bengkak akibat alergi dapat terjadi pada daerah tangan, kaki, area mata, bibir, lidah dan genital. Bengkak akibat alergi disebut sebagai angioedema.

Bengkak akibat alergi dapat terjadi pada saluran pernapasan dan dapat mengancam nyawa.

4. Mata gatal dan berair

Mata terasa gatal dan berair terus menerus paling banyak disebabkan karena alergi. Pemicunya adalah bulu binatang, debu, jamur, make up atau tetes mata.

Tubuh bereaksi terhadap paparan alergi tersebut dan menyebabkan pelepasan histamin.

Selanjutnya, menyebabkan pelebaran pembuluh darah pada mata dan mata menjadi berair dan terasa gatal.

Baca juga :  Saran Ahli Gizi Agar Tak Kalap Makan Saat Lebaran

Cara paling mudah agar tidak terjadi alergi adalah kenali alergen dan hindari paparannya.

Apabila Anda memiliki Riwayat alergi, sebaiknya bawalah obat pribadi anti alergi seperti Alerhis di dalam tas saat bepergian.

Untuk diketahui, ada beberapa merek obat mengandung Loratadine.

Satu di antaranya Alerhis.

Obat ini dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mengatasi gejala alergi, seperti bersin, penyakit kulit, bentol, biduran, kaligata, gatal, dan bengkak karena alergi.

Selain itu, jika dibandingkan dengan jenis anti alergi lain seperti Cetirizine, Alerhis juga tidak menyebabkan kantuk sehingga aman dikonsumsi pagi atau siang hari.

“Alerhis dapat diminum dari anak usia 6 tahun,” kata Heskhel Wijaya, Marketing Manager divisi OTC PT Lapi Laboratories.