Penyakit Tidak Menular Masih Dominan Sebabkan Kematian

 Pandemi Covid-19 memang telah masuk pada tahun ketiga. Namun, selain memerhatikan virus SARS-CoV-2 ini, ada hal penting lainnya yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Yaitu penyakit komorbid.

Seperti yang diketahui, pasien komorbid yang terinfeksi Covid-19 berisiko alami perburukan gejala.

Bahkan berisiko pada kematian.

Oleh karena itu, masyarakat butuh melakukan menerapkan perilaku khusus untuk mengendalikan komorbid.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum PP IAKMI dr Ede Surya Darmawan SKM. MDM.

Menurutnya, penduduk di dunia jumlah sekitar 1,4 miliar dari total penduduk dunia mengalami kerugian karena penyakit tidak menular.

“Sakit pernapasan masih, cardiovascular, saluran darah dan jantung. Kemudian kanker dan ginjal. Semua trend ini meningkat. Kerugian kita selama 30 tahun seperti itu 1990-2019,” ungkapnya pada webinar virtual yang diadakan Kementerian Kesehatan, Kamis (24/2/2022).

Baca juga :  Benarkah Minum Teh Pahit Bisa Mengurangi Diare? Ini Jawaban Dokter

Ia pun menyebutkan jika trend penyakit tidak menular setiap hari semakin banyak. Jumlah terbesar dengan jumlah kematian pertama adalah cardiovascular.

Setelahnya jantung, pembuluh darah, kanker, saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Selain diabetes dan ginjal, juga menujukkan bahwa penyakit menular menjadi penyebab kematian di dunia.

“Kalau membandingkan sebab kematian, antara penyakit tidak menular dengan penyakit menular, dari trend 1990-2019, penyakit menular semakin mengecil. Jadi kalau proporsi di tingkat dunia, tinggal 20 persen saja,” kata dr Ede menambahkan.

Baca juga :  Mengapa Perempuan Sulit Capai Kepuasan Di Ranjang? Dokter Boyke Ungkap Penyebabnya

Sedangkan untuk penyakit tidak menular menjadi penyebab angka kematian hingga angka 73 persen. Sisanya kecelakaan yang sebelumnya 10 persen menurun hingga 7 persen.

Jadi dapat disebutkan faktor dominan yang menyebabkan kematian adalah penyakit tidak menular. Di sisi lain, faktor usia memang memengaruhi kondisi ini yaitu usia 70 tahun ke atas.

“Kematian didominasi oleh lanjut usia, rata-rata 70 tahun ke atas. Harapan ke bawah berkurang. Tapi ada catatan yang menarik, untuk usia 50-59 pada tahun 1990-2019 masih sama yaitu masih 20 persenan,” papar dr Ede lagi.

Baca juga :  8 Cara Mengurangi Rambut Rontok, Mudah Dan Dapat Dilakukan Di Rumah

Hal ini perlu diwaspadai. Oleh karenanya dr Ede menyarankan perlu upaya pencegahan timbulnya penyakit tidak menular ini.

Di antaranya cek kesehatan secara rutin, hindari asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres.