Cara Sederhana Deteksi Kesehatan Mata Yang Bisa Dilakukan Di Rumah

 Mata menjadi salah satu organ penting yang perlu dijaga.

Karena dengan mata kita bisa melihat apa pun di sekitar kita.

Oleh karenanya, perlu penjagaan penting yang dilakukan pada mata.

Namun sayangnya, banyak orang yang datang terlambat saat mengkonsultasikan kesehatan mata pada tenaga kesehatan.

Menurut dokter spesialis mata, dr Mayasari Wahyu SpM (K) M Kes penting untuk lakukan deteksi sedari dini.

“Jadi memang deteksi dini kita mengetahui cara lebih awal. Jika ada tanda pupil itu diketahui lebih awal, ada tanda tidak biasa pada mata cepat, dibawa ke tenaga kesehatan yang terdekat,” ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Sabtu (26/2/2022).

Baca juga :  Anak Demam, Sebaiknya Jangan Kompres Pakai Air Dingin, Ini Alasannya Menurut Dokter

Bisa pula di bawa ke fasilitas kesehatan dan dokter spesialis mata sehingga dapat ditangani secara cepat.

Apa lagi jika telah menampakkan gejala mata kucing.

Mata kucing, apa bila ada tanda bewarna putih pada pupil mata. Dan ketika berada di tempat gelap, warnanya pun bersinar.

Keterlambatan itu bisa karena ketidatahuan orangtua.

Menurutnya penting untuk melakukan penanganan sedari dini.

Baca juga :  Mengenal Apa Itu Overthinking, Atasi Dengan Cara Berikut

Karena hasil penyembuhannya akan membuahkan hasil yang lebih baik.

Contohnya saja katarak.

Katarak bisa terjadi pada anak-anak begitu ada tanda, maka penglihatan akan jauh lebih.

Tanda-tanda tidak beres pada mata bisa dilihat secara sederhana.

Pertama, melihat kondisi mata di dalam pada bagian yang bewarna hitam.

Jika ada yang bewarna bercak putih.

Bisa di kornea atau di lensa mata atau di rongga mata.

Caranya sederhana, yaitu bisa menggunakan senter.

Bisa pula menggunakan senter handphone.

Baca juga :  Apa Yang Menyebabkan Seseorang Memiliki Mata Silinder?

Kedua, bisa pula berfoto pada ruangan yang lebih redup atau pencahayaan minim.

“Sehingga pupil mata melebar dan ambil foto. Kalau mata lebih terang, atau bersinar, atau keputihan, patut curiga,” pungkasnya.(*)