Kegiatan Bersih-bersih Rumah Bisakah Turunkan Berat Badan? Berikut Penjelasan Ahli

Pandemi Covid-19 masih berlanjut, didominasi varian Omicron.

Walau di beberapa negara terutama negara Eropa ada yang mulai melepaskan status wabah.

Satu di antara penyakit yang turut mengalami trend peningkatan adalah obesitas.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISBO), dr Rachmad Whisnu Hidayat, Sp KO.

Satu di antara penyebab terjadinya obesitas adalah kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga.

Ditambah lagi selama pandemi, aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan di rumah.

Akibatnya orang-orang pun jarang bergerak.

Data dari Badan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO di tahun 2021 menyebutkan 1 dari 4 dewasa kekurangan aktivitas fisik.

Sementara itu 8 dan 10 anak dan remaja kurang melakukan aktivitas fisik.

Baca juga :  3 Buah Untuk Mempercepat Penyembuhan Demam Berdarah

“Sedangkan data kita, riset kesehatan mengatakan pada tahun 2013 ada 1 dari 4 atau 20 persen orang kurang melakukan aktivitas fisik. Tahu 2018 lebih buruk lagi. Sekitar 1 dari 3,”ungkapnya dalam webinar Kementerian Kesehatan, Sabtu (4/3/2022).

Hal ini tentu mengkhawatirkan. Walau pun saat ini varian didominasi oleh varian Omicron yang terlihat ringan, ternyata masih ada orang yang masuk ruang rawat intensif.

Pasien yang masuk dalam ICU didominasi oleh mereka yang memiliki komorbid dan obesitas.

Oleh karena itu, dr Rachmad mengatakan obesitas harus cepat dikendalikan.

“Usaha harus lebih keras. Supaya risiko kalau pun terinfeksi Covid-19, maka gejala yang didapat adalah ringan atau tanpa gejala. Jangan sampai masuk ruang perawatan karena obesitas tidak terkendali,” katanya menambahkan.

Baca juga :  Mitos Atau Fakta, Saat Jatuh Cinta Picu Munculnya Jerawat? Dokter Kulit Beri Penjelasan

WHO sendiri mengeluarkan ajuran melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit dalam seminggu.

Di sisi lain, dr Rachmad pun menyebutkan sering terjadi salah persepsi oleh.

Di antaranya adalah masyarakat merasa cukup melakukan kegiatan fisik rumah seperti mengepel, mencuci dan sebagainya.

Padahal, kegiatan ini tidak terhitung sebagai olahraga.

“Penelitian menyimpulkan ada over estimate. Ketika orang melakukan aktivitas sehari-hari menganggap aktivitas fisik sudah tinggi, padahal enggak,” paparnya.

Parahnya lagi, setelah beranggapan seperti itu, sebagian orang mengonsumsi makanan yang berlebihan.

Melakukan kegiatan mencuci baju, mengepel memang menghasilkan panas pada tubuh.

“Tapi bukan olahraga. Jika dipresentasikan, kalori yang dikeluarkan sangatlah kecil,” tegas dr Rachmad.

Baca juga :  Manfaat Dark Chocolate Untuk Kesehatan: Dapat Turunkan Tekanan Darah

Oleh karena itu, disarankan melakukan olahraga seperti aerobik dan cardio.

Waktunya 5 kali dalam seminggu dengan durasi 150-300 menit perminggu.

“Kalau obesitas, itu diusahakan tidak 150menit. Coba ditingkatkan hingga 200 menit perminggu,” kata dr Rachmad menambahkan.

Beberapa literatur mengatakan bahwa 150-300 menit aktivitas fisik perminggu bisa dikombinasi dengan aktivitas harian.

Jadi tidak harus 150-300 menit adalah olahraga.