Lupa Minum Antibiotik Berisiko Bahaya, Apa Yang Harus Dilakukan?

Saat pergi ke dokter tak jarang diresepkan obat antibiotik.

Seringkali aturan minumnya selalu sama: harus dihabiskan.

Obat berjenis antibiotik sedikit berbeda dengan obat-obatan lainnya.

Apoteker sekaligus Kepala Instalasi Farmasi dan Sterilisasi RSA UGM, apt. Anggraini Citra Ryshang Bathari, M.Clin.Pharm, mengatakan antibiotik tersebut memiliki tujuan khusus dan cara konsumsi yang sangat mengedepankan dimensi kepatuhan.

Citra menjelaskan, antibiotik adalah suatu obat yang bertujuan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit.

Selama masa penyembuhan atau terapi, harus dipastikan konsisten.

Pertama, dosis antibiotik yang dikonsumsi harus tepat. Serta kedua, mengonsumi antibiotik juga harus dilakukan pada waktu dan sebanyak yang telah ditentukan oleh dokter.

Baca juga :  6 Manfaat Daging Sapi Untuk Kesehatan: Tingkatkan Kesehatan Otot Hingga Sistem Kekebalan Tubuh

“Kita harus menggunakan antibiotik itu dalam waktu yang harus tepat sesuai ketentuan dokter untuk menjamin efektifitasnya. Karena kalau misalkan terlalu sebentar mengonsumsi antibiotik atau terlalu lama, hal itu bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh,” tutur Citra dikuti dari talkshow Kepatuhan Minum Antibiotik.

Bagaimana jika lupa?

Citra mengatakan hal itu bisa ditolerir jika antibiotik tersebut terlambat dikonsumsi dalam 1-2 jam setelah waktu yang sudah ditentukan.

Pasien boleh meminum antibiotik saat itu juga. Namun, jika keterlambatan mengonsumsinya sudah sampai mendekati waktu konsumsi dosis kedua, maka menggandakan meminum antibiotik itu pada waktu konsumsi kedua dalam satu hari yang sama tidak boleh dilakukan.

Baca juga :  Awas! Olahraga Pagi Hari Di Jabodetabek Bisa Tingkatkan Sakit Jantung, Kok Bisa?

Pada keesokan harinya, usahakan tidak terlewatkan lagi untuk mengonsumsi sesuai dosis dan waktu yang telah ditentukan.

Selain itu, Citra menuturkan patuh dalam mengonsumsi antibiotik ini beberapa tujuan lain.

Pertama, kepatuhan dalam mengonsumsi ini bertujuan untuk memperkecil risiko terjadinya efek samping.

Citra menjelaskan karena tujuannya untuk membunuh bakteri, antibiotik bisa saja turut menyerang bakteri baik atau bakteri yang bukan menjadi target utama antibiotik.

Kemudian, dibutuhkanlah waktu yang tepat untuk mengonsumsi antibiotik tersebut.

Disamping itu, kepatuhan dalam konsumsi antibiotik ini pun dilakukan untuk mencegah terjadinya resistensi atau kondisi dimana bakteri yang diinginkan dibasmi dalam tubuh menjadi kebal.

Baca juga :  4 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Penderita Asam Lambung, Termasuk Tomat Dan Jeruk

Kemudian, untuk menghadapi kondisi tersebut, diperlukan antibiotik baru dengan tingkatan yang lebih canggih, dimana hal ini kemudian berarti proses kesembuhan otomatis menjadi lebih lama dari sebelumnya.

“Gunakanlah antibiotik secara tepat guna: tepat indikasi atau sesuai diagnosis dokter, kemudian tepat dosis dan tepat durasi atau sesuai waktu pemberian. Itu semua harus patuh,” pesan Citra.