Apa Itu Mental Health? Ini 10 Jenis Gangguan Kesehatan Mental Yang Sering Diderita Orang Di Dunia

 Gangguan kesehatan mental adalah gangguan emosional, psikologis, dan sosial.

Menurut CDC, kondisi ini mempengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak.

Kondisi Mental Health atau Kesehatan mental seseorang dapat membantunya menentukan cara menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan yang sehat.

Sehingga, kesehatan mental penting di setiap tahap kehidupan, dari masa kanak-kanak dan remaja hingga dewasa.

Lantas, apa saja gejala seseorang terkena gangguan kesehatan mental?

Gejala Gangguan Kesehatan Mental

Menurut Mayo Clinic, tanda dan gejala penyakit mental dapat bervariasi, tergantung pada gangguan, keadaan dan faktor lainnya.

Gejala penyakit mental dapat mempengaruhi emosi, pikiran dan perilaku.

Contoh tanda dan gejalanya antara lain:

– Merasa sedih atau sedih

– Pikiran bingung atau kemampuan berkonsentrasi berkurang

– Ketakutan atau kekhawatiran yang berlebihan, atau perasaan bersalah yang ekstrem

– Perubahan suasana hati yang ekstrem dari pasang surut

– Penarikan diri dari teman dan aktivitas

– Kelelahan yang signifikan, energi rendah atau masalah tidur

– Detasemen dari kenyataan (delusi), paranoia atau halusinasi

– Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah atau stres sehari-hari

– Kesulitan memahami dan berhubungan dengan situasi dan orang-orang

– Kemarahan, permusuhan, atau kekerasan yang berlebihan

– Pikiran bunuh diri

– Terkadang gejala gangguan kesehatan mental muncul sebagai masalah fisik, seperti sakit perut, sakit punggung, sakit kepala, atau sakit dan nyeri lain yang tidak dapat dijelaskan.

10 Gangguan Kesehatan Mental

Berikut ini 10 gangguan kesehatan mental yang paling sering diderita, dikutip dari Mental Health Center.

1. Depresi

Gangguan kesehatan mental depresi dapat mempengaruhi jutaan remaja dan orang dewasa secara global.

Baca juga :  6 Manfaat Pisang Bagi Kesehatan: Turunkan Berat Badan Hingga Tingkatkan Kadar Gula Darah

Gejalanya dapat bervariasi untuk masing-masing orang.

Beberapa orang mungkin merasa sedih dan menangis tanpa alasan yang jelas.

Beberapa menemukan diri mereka tidur lebih dari biasanya, dengan perasaan takut setiap kali mereka berpikir untuk memulai hari mereka.

Depresi berat dapat membuat beberapa orang merasa putus asa atau memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Sebaiknya, orang dengan gejala depresi segera mencari pertolongan pada orang terdekat atau layanan kesehatan mental.

2. Kecemasan

Gangguan kecemasan dapat mencakup berbagai gejala, dari kekhawatiran umum hingga serangan panik.

Ketakutan, ketakutan, ketidakmampuan untuk tidur, stres pasca-trauma, mimpi buruk, terlalu banyak pikiran, dan fobia adalah gejala lebih lanjut yang terkait dengan gangguan kecemasan.

Spesialis kesehatan mental dapat menilai gejala kecemasan seseorang untuk menentukan jenis spesifik yang mungkin ia hadapi.

3. ADHD

ADHD adalah singkatan dari Attention-deficit hyperactivity disorder.

Dulu disebut ADD, tapi karena hiperaktif (singkatan dari “H”) ditemukan hadir tanpa kurangnya perhatian pada orang-orang tertentu, gangguan itu berganti nama dalam beberapa tahun terakhir.

Perilaku impulsif sering menyertai gejala ADHD lainnya.

Seseorang mungkin mendengar bahwa ADHD sebagian besar ditemukan pada anak-anak, tetapi 50% anak-anak tidak melampauinya, melainkan berubah menjadi orang dewasa dengan gejala-gejala utama yang kurang perhatian.

4. Insomnia

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk tertidur atau tetap tertidur.

Bahkan jika seseorang bisa tertidur, akan sulit untuk tertidur kembali ketika terbangun di malam hari.

Insomnia adalah gangguan yang dapat dikaitkan dengan penyakit kesehatan mental lainnya seperti depresi dan kecemasan.

Orang dengan gangguan ini sebaiknya menghubungi tenaga profesional kesehatan mental untuk mempelajari kebiasaan tidur yang lebih baik atau minum obat tertentu dapat secara signifikan memperbaiki gejala.

Baca juga :  Manfaat Durian Bagi Kesehatan: Mengobati Insomnia Hingga Meningkatkan Kesehatan Tulang

Ketika ia mengetahui akar penyebab insomnianya, maka akan lebih mudah untuk dikelola.

5. Ketergantungan & Penyalahgunaan Zat

Kecanduan obat resep atau obat-obatan terlarang dan alkohol adalah gangguan yang terdaftar sebagai gangguan kesehatan mental dalam Diagnostic and Statistical Manual, 5th edition (DSM 5).

Seseorang dapat mengalami gejala yang parah dan terkadang mengancam jiwa, tergantung dari jenis obat yang dikonsumsi.

Sebagian besar pecandu dan penyalahguna zat juga berjuang dengan gangguan yang terjadi bersamaan.

Artinya, mereka juga mengalami depresi, kecemasan, bipolar, atau penyakit lain yang tidak diobati selain kecanduan.

Semakin banyak perawatan yang dapat ia terima untuk mengobati kecanduan, maka semakin baik.

Dari detoks medis hingga konseling rawat jalan, mencari dukungan adalah bermanfaat.

6. Gangguan bipolar

Gangguan bipolar mengacu pada dua suasana hati yang terlibat dengan penyakit, yaitu dua emosi di ujung spektrum yang berlawanan dari yang lain.

Depresi bipolar seseorang dapat bervariasi, mulai dari tidak bisa bangun dari tempat tidur hingga merasa seperti sedang sedih.

Dalam gangguan bipolar, siklus gejala depresi seseorang menuju ke ujung lain spektrum, mania.

Mania terkadang terlihat positif karena seseorang memiliki banyak energi.

Namun, ia juga dapat berpartisipasi dalam perilaku berisiko yang bisa berakibat fatal.

Kemudian, ketika seseorang kembali ke suasana hati yang depresi, kecelakaan itu dapat menghancurkannya, keluarganya, dan bahkan pekerjaan.

7. Skizofrenia

Tidak diketahui secara pasti bagaimana seseorang mengembangkan skizofrenia, tetapi biasanya dimulai dengan “kecenderungan genetik dengan pemicu lingkungan.”

Baca juga :  Sederet Manfaat Beras Merah Untuk Kesehatan Tubuh Hingga Bantu Turunkan Berat Badan

Jika seseorang menderita skizofrenia, ia mungkin mengalami saat-saat yang tidak sesuai dengan kenyataan, seperti halusinasi, delusi dan mungkin tidak dapat berkomunikasi dengan tepat.

8. PTSD

PTSD atau gangguan stres pasca trauma dapat terjadi jika seseorang pernah mengalami peristiwa traumatis.

Pertempuran perang, pelecehan seksual, dan bencana alam adalah contoh trauma yang dapat menyebabkan PTSD.

Gejala PTSD termasuk kecemasan parah, mimpi buruk, kilas balik, dan ketidakmampuan untuk mengendalikan pikiran tentang trauma.

Ia mungkin merasa kewalahan oleh pikiran dan ingatan seputar trauma yang ia alami.

9. Gangguan Makan

Anoreksia, bulimia, dan gangguan makan berlebihan adalah gangguan makan yang paling umum.

Begitu mereka selesai makan, mereka akan merasa bersalah dan kebutuhan yang luar biasa untuk membersihkan makanan yang mereka konsumsi.

Gangguan makan berlebihan melibatkan konsumsi makanan dalam jumlah besar tetapi tanpa pembersihan. Namun, rasa bersalahnya sangat berat.

10. Gangguan kepribadian ambang

Gangguan kepribadian ambang dikatakan membuat seseorang tidak dapat mempertahankan hubungan sosial yang positif.

Seseorang menjadi tidak stabil secara emosional, impulsif, dan citra dirinya rusak.

Suasana hatinya mungkin berkisar dari rasa takut ditinggalkan hingga ledakan kemarahan yang meledak-ledak.

Suasana hati seperti ini biasanya tidak terkendali. Garis batas yang parah dapat membuatnya merasa paranoid.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Kesehatan Mental