Ibu Menyusui Perlu Perhatikan Takaran ASI Booster Yang Aman

 ASI Booster merupakan makanan atau obat-obatan yang dipercaya dapat melancarkan air susu ibu (ASI) ibu.

ASI Booster ada yang berbentuk herbal dalam bentuk tablet atau kapsul.

Jadi kalau memang sifatnya herbal dan berbentuk obat-obatan silakan dikonsumsi dan tolong dilihat aturan pemakaian.

Hal ini disampaikan oleh Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Dimple Gobind Nagrani Sp A(K)

“Jadi kita jangan konsumsi banyak banget karena menganggap herbal. Gak apa apa konsumsi 10-11 tablet. Komponen herbal ketika sebagai obat terap bisa menyebabkan efek samping,” ungkapnya pada live Instagram IDAI, Jumat (29/4/2022).

Baca juga :  Manfaat Menjaga Kesehatan Mental Dan Kebahagian Karyawan

Namun jika ASI Booster berupa makanan seperti susu almond, daun katu, wake-wake yang dipercaya seringkali meningkatkan produksi ASI, maka terhitung aman. Karena bukan berupa obat.

Tetapi jika jahe, kalau dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan pendarahan. Apa lagi pada ibu menyusui yang sedang masa pendarahan setelah melahirkan.

“Sebetulnya hindari asupan jahe terlalu banyak. Walau ASI booster bersifat herbal harus disesuaikan dengan ketentuan pemakaian. Kalau bentuk makanan tidak ada takaran dosis tertentu,” kata dr Nagrani menegaskan.

Baca juga :  Manfaat Teh Telang Untuk Kesehatan, Anti Penuaan Hingga Tingkatkan Kesehatan Kulit Dan Rambut

ASI Booster dalam obat-obatan, ada dasar pasti akan memberikan smaping. Jadi orangtua atau ibu tidak disarankan konsumsi obat sebagai ASI booster. Kecuali indikasi dokter.

“Karena dosis harus disesuaikan. Kalau salah dosis, konsumsi obat kelamaan bisa efek samping juga. Jangan terus-menerus meminum dengan dosis tinggi dengan meningkatkan produksi ASI kita,” pungkasnya.