Punya Perut Buncit Bisa Membahayakan Karena Lemak Yang Menyelimuti Hati Hingga Pankreas

Memiliki perut buncit belum tentu karena faktor berat badan berlebih atau obesitas. Orang yang memiliki berat badan normal juga bisa punya perut buncit.

Nyatanya, perut buncit punya dampak yang cukup berbahaya bagi tubuh. Hal ini disampaikan oleh dr Santi dari Medical Center Gramedia.

Terkait dengan perut buncit ini dia mengatakan, pada dasarnya ada dua jenis lemak di dalam tubuh. Pertama adalah lemak yang berada di bawah kulit dan relatif tidak berbahaya.

Hal ini karena tidak banyak hasil metabolisme yang terganggu proses secara sistematis di dalam tubuh secara keseluruhan.

Baca juga :  Tiga Gangguan Kulit Yang Kerap Terjadi Saat Menjalani Puasa

Kedua, adalah jenis lemak yang ada di organ-organ di dalam rongga perut yaitu visceral fat. Lemak tersebut menyelimuti hati, pankreas dan semua organ yang di dalam rongga perut apabila perut buncit.

“Organ yang menyelubungi organ, bisa menganggu fungsi organ tersebut. Misalnya pankreas diselubungi lemak, maka fungsinya akan menurun,” ungkap dr Santi di kanal YouTube Sonora FM dikutip , Rabu (11/5/2022).

Sedangkan pankreas bertugas mengubah gula dalam darah untuk dimasukkan ke dalam otot dan jaringan tubuh lain. Kalau fungsi pankreas terganggu, gula akan banyak menumpuk dalam darah.

Baca juga :  Empat Alasan Kenapa Perlu Mengurangi Konsumsi Makanan Yang Digoreng

“Ujung-ujungnya sakit diabetes. Belum lagi hati, akan menganggu fungsi hati, ginjal dan sebagainya. Dan secara keseluruhan lemak yang ada di dalam organ-organ, ini mempunyai metabolisme lebih aktif dibandingkan di bawah kulit,” paparnya.

Hasilnya metabolisme ini dimasukkan ke dalam pembuluh darah. Lalu beredar ke seluruh tubuh dan menyebabkan gangguan di dalam sistim tubuh termasuk di dalam sistim imunitas.

Baca juga :  5 Tips Melatih Tubuh Untuk Kembali Ke Pola Makan Normal Setelah Ramadhan, Jangan Lewatkan Sarapan

“Akibatnya, dapat menimbulkan reaksi peradangan yang luas. Makanya, orang yang mengalami overweight, ketika terkena virus, penyakitnya bisa lebih parah dari orang yang memiliki berat badan normal,” pungkas dr Santi.