Antisipasi Diabetes, Usia 30 Hingga 40 Tahun Disarankan Mulai Biasakan Cek Gula Darah

Penyakit Diabetes merupakan penyakit kronis karena kadar gula dalam darah sangat tinggi.

Konsekuensinya akan sangat serius apabila diabetes tidak bisa dikontrol oleh si penderita. Termasuk penyakit jantung, ginjal, mengalami kebutaan hingga komplikasi lainnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Sriwijaya, dr Ketherine SpPD mengatakan, diabetes adalah salah satu dari delapan penyakit utama yang bisa mengakibatkan kematian pada orang dewasa.

Menderita diabetes memperbesar kemungkinan dua kali lebih besar terkena serangan jantung.

“Pada usia dewasa, yaitu di antara usia 30 hingga 40 tahun, kami sarankan agar memulai kebiasaan deteksi dini guna mengetahui ada atau tidaknya faktor penyebab timbulnya diabetes,” kata Ketherine dalam kesempatan edukasi bincang sehat guna memperingati Hari Diabetes Nasional belum lama ini.

Dijelaskan, diabetes adalah penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah, dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi lebih rendah.

Ditambahkan Ketherine, pendapat di masyarakat yang menyatakan penderita diabetes harus melakukan diet khusus adalah informasi yang cukup menyesatkan.

Baca juga :  Ketahui Gejala Khusus Penyakit TBC Pada Anak

“Bagi penderita diabetes, pola makanan sehat harus mengandung biji-bijian, sayuran dan buah, menghindari lemak trans, dan membatasi lemak larus dan karbohidrat olahan, terutama gula,” katanya.

Adapun seputar mitos yang menyatakan makanan ramah diabetes dan bebas gula baik bagi penderita diabetes kembali diluruskan dengan memulai membaca dengan teliti label komposisi makanan.

“Ingat, kata-kata ‘natural’ atau ‘asli alami’ tidak selalu bersifat aman”, imbuh Katherine.

Seputar diabetes dan pencegahannya

Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jika dijabarkan, berikut adalah penjelasan mengenai keduanya, yaitu:

Diabetes tipe 1: jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali.

Gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin.

Baca juga :  Gejala Hepatitis Akut Tidak Spesifik Tapi Umumnya Mengalami Sakit Perut, Diare Serta Muntah

Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin, menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Diabetes tipe 2: Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal.

Pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.

“Ada pun diabetes gestasional yang khusus diderita ibu hamil, yaitu tipe diabetes yang baru muncul ketika sedang hamil dan hilang setelah masa kehamilan selesai”, tutur Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Sriwijaya, dr. Ketherine Sp.PD.

Adapun gejala diabetes dikenal dengan sebutan 3P : Poliuria, Polidipsia dan Polifagia, yaitu gejala sering buang air kecil, sering merasa haus dan merasa lapar.

Baca juga :  Manfaat Tidur Siang: Tingkatkan Kewaspadaan Hingga Turunkan Tekanan Darah

Termasuk gejala lainnya yaitu seperti penurunan berat badan drastis, Keputihan ( wanita), Disfungsi ereksi ( pria) dan adanya luka yang sering susah atau lama untuk sembuh.

Diagnosis diabetes dapat dilakukan dengan beberapa ( dapat dikatakan tahap) seperti ; Tes gula darah sewaktu ( acak, kapan saja), Tes gula darah puasa ( setelah puasa 8 jam), HbA1c ( gula darah rata rata dalam 3 bulan).

Pencegahan diabetes tipe 1 sulit dilakukan karena berhubungan dengan faktor genetik.

Sementara itu, diabetes tipe 2 yang umumnya bermula dari gaya hidup tidak sehat masih bisa dicegah.

Cara untuk mencegah diabetes ini adalah dengan fokus menjaga kadar gula darah tetap normal.