Cara Mengukur Tekanan Darah Di Rumah: Gunakan Alat Pengukur Yang Telah Tervalidasi

Berikut cara mengukur tekanan darah di rumah, selengkapnya dalam artikel ini.

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi hanya dapat dideteksi ketika tekanan darah diukur.

Kesadaran akan bahayanya hipertensi membuat semakin banyak masyarakat yang memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah.

Lalu bagaimana cara untuk mengukur tekanan darah dirumah?

Cara Cek Tekanan darah di Rumah (CERAMAH)

Melansir laman p2ptm.kemkes.go.id, sebelum pengecekan harus melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

1. Usahakan tubuh dengan posisi duduk selama 2-5 menit

2. Tidak diperkenankan untuk meminum kopi

3. Tidak mengkonsumsi obat sebelum pengecekan

4. Tidak menahan buang air kecil

5. Pengecekan sebaiknya dilakukan 2-3 kali dengan jangka waktu satu menit untuk mendapatkan data variasi tekanan darah.

6. Alat ukur tekanan darah yang paling dianjurkan adalah jenis digital dan gunakanlah alat pengukuran yang sudah tervalidasi.

Sebaiknya gunakan alat ukur yang menggunakan manset dan dililitkan pada lengan (brachial bloodpressure).

Jenis Alat Pengukur

Terdapat dua jenis alat pengukur tekanan darah yang dikutip dari rsudwaluyojati.probolinggokab.go.id, yaitu:

1. Digital

Baca juga :  Pembahasan Tuberkulosis Di Forum G20 Jadi Langkah Kongkret Pemerintah Eleminasi TB

Untuk konsumen awam, alat jenis ini adalah yang terbaik karena mudah digunakan.

Akan tetapi harganya cukup mahal, memiliki tingkat keakuratan yang paling rendah, dan keakuratan tersebut akan semakin rendah apabila baterai segera habis.

2. Raksa dan Aneroid

Alat ini sangat akurat jika dikalibrasi secara teratur, tidak terlalu mahal, mudah diperbaiki jika rusak.

Akan tetapi membutuhkan pelatihan khusus untuk belajar cara pemeriksaan, mengetahui letak anatomis pembuluh darah arteri, membutuhkan stetoskop, sulit untuk memeriksa diri sendiri, dan mengandalkan ketepatan pendengaran serta pandangan.

Cara pengukuran tekanan darah:

1. Pilih ruangan yang nyaman dan tenang

2. Duduk dengan tenang di sebuah kursi, dengan salah satu lengan diletakkan pada sandaran meja sehingga letaknya kira-kira setinggi jantung anda;

3. Sisingkan lengan baju dan pakailah manset;

Pastikan manset dapat mengunci dengan benar, dan posisi selang berada di atas lengan anda.

4. Jika memakai alat pengukur tekanan darah digital, tekan tombol “start”;

Lalu, alat tersebut secara otomatis akan mulai mengukur.

5. Jika anda memakai alat pengukur tekanan darah raksa atau anerois maka berikut caranya:

Baca juga :  Ingin Minum Kopi, Tapi Punya Asam Lambung? Ini Jenis Kopi Yang Aman

Terdapat dua arteri yang perlu diraba, yaitu brachial dan radial.

Kedua arteri ini akan diraba dengan posisi lengan dan tangan ditelentangkan terbuka.

Rabalah denyut pada arteri brachial (pada lipatan lengan, sisi sebelah dalam). Dalam posisi ini stetoskop akan diletakkan.

Rabalah denyut pada arteri radial (pada pergelangan tangan, sisi sebelah luar). Denyut ini akan menjadi patokan pengukuran.

Pompalah alatnya dengan tangan yang tidak digunakan untuk meraba denyut arteri radial.

Pompa sampai denyut nadi arteri radial tidak teraba dan naikkan sampai 30 mmHg diatasnya;

Lalu, dengan perlahan turunkan tekanan dengan kecepatan 2 sampai 3 mmHg per detik.

Dengarkanlah bunyi detak nadi brachial pada stetoskop;

Bunyi detak pertama yang terdengar, adalah angka tekanan sistolik.

Setelah detak menghilang untuk pertama kalinya, itulah angka tekanan diastolik.

Apabila membaca dengan alat pengukur raksa, anda harus membacanya secara tegak lurus dari permukaan raksa tersebut.

Sementara itu melansir laman rsud.tulungagung.go.id, menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Fitranti, Sp. JP, dalam pemeriksaan tekanan darah harus dilakukan dengan benar dan menyesuaikan waktu saat pagi maupun malam hari.

Baca juga :  7 Manfaat Manggis Bagi Kesehatan: Dapat Mengatur Tekanan Darah Dan Tingkatkan Kesehatan Jantung

Lalu, catat rata-rata hasil pengukuran pada waktu pagi hari dan malam hari berturut turut selama 7 hari.

Klasifikasi tekanan darah pada penderita hipertensi dibagi menjadi tiga tingkatan, diantaranya sebagai berikut:

1. Normal : Sistole terhitung 130 mmHg dan diastole 80 mmHg

2. Normal tinggi : Sistole terhitung 130 – 139 mmHg dan diastole 85 – 89 mmHg

3. Tingkat tinggi : Sistole terhitung 140 – 159 mmHg dan diastole 90 – 99 mmHg

Jika tekanan darah mencapai angka sistole 135-140 mmHg lebih dan diastole 80 – 85 mmHg, segera lakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan terdekat.

(/Devi Rahma)

Artikel Lain Terkait Tips kesehatan