5 Bahaya Kurang Tidur Bagi Kesehatan: Percepat Penuaan Kulit Hingga Tingkatkan Risiko Kematian

Tidur cukup merupakan hal yang wajib dilakukan setiap hari.

Dengan tidur cukup, tubuh akan bisa beraktivitas secara produktif.

Bagi sebagian orang yang memiliki banyak aktivitas, jam tidur sering diabaikan.

Kurang tidur mampu menimbulkan pengaruh buruk bagi kesehatan.

Adapun bahaya kurang tidur untuk kesehatan di antaranya meningkatkan risiko kecelakaan hingga meningkatkan risiko kematian.

Namun, masih ada bahaya lain untuk kesehatan apabila kurang tidur.

Apa saja bahaya tersebut?

5 Bahaya Kurang Tidur bagi Kesehatan

Dikutip dari webmd.comberikut 5 pengaruh kurang tidur bagi kesehatan:

1. Meningkatkan Risiko Kecelakaan

Studi menunjukkan bahwa kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk juga menyebabkan kecelakaan dan cedera di tempat kerja.

Dalam sebuah penelitian, pekerja yang mengeluhkan kantuk berlebihan di siang hari mengalami lebih banyak persentase kecelakaan kerja secara berulang.

Baca juga :  Tiga Tanda Sederhana Tubuh Kita Perlu Minum Air Dalam Jumlah Cukup

2. Menurunkan Kualitas Otak

Tidur memiliki peran penting dalam berpikir dan belajar.

Kurang tidur merusak proses kognitif dalam banyak hal.

Pertama, mengganggu fokus, kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan dalam hal memecahkan masalah.

Hal tersebut akan menghambat belajar secara efektif dan efisien.

3. Masalah Kesehatan yang Serius

Gangguan tidur dan kurang tidur kronis dapat mengakibatkan beberapa hal, yakni:

Penyakit jantung

Serangan jantung

Gagal jantung

Detak jantung tak teratur

Tekanan darah tinggi

Diabetes

4. Mempercepat Penuaan Kulit

Kebanyakan orang pernah mengalami kulit pucat dan mata bengkak setelah beberapa malam melewatkan tidur.

Tapi ternyata kurang tidur kronis bisa menyebabkan kulit loyo, garis-garis halus, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Ketika Anda tidak cukup tidur, tubuh Anda melepaskan lebih banyak hormon stres kortisol.

Baca juga :  Sajikan Jus Buah Atau Soft Drink Saat Lebaran? Ini Kata Dokter Spesialis Gizi

Dalam jumlah berlebih, kortisol dapat memecah kolagen kulit, protein yang menjaga kulit tetap halus dan elastis.

Kurang tidur juga menyebabkan tubuh melepaskan terlalu sedikit hormon pertumbuhan manusia.

Seiring bertambahnya usia, hal tersebut membantu meningkatkan massa otot, menebalkan kulit, dan memperkuat tulang.

5. Meningkatkan Risiko Kematian

Dalam “Whitehall II Study,” peneliti Inggris melihat bagaimana pola tidur mempengaruhi kematian lebih dari 10.000 pegawai negeri Inggris selama dua dekade.

Hasilnya, menunjukkan bahwa mereka yang mengurangi waktu tidur mereka dari tujuh menjadi lima jam atau kurang setiap malam meningkatkan risiko kematian.

Secara khusus, kurang tidur dapat melipat gandakan atau meningkatkan risiko kematian akibat kardiovaskular.

Durasi Tidur yang Tepat

Dilansir health.clevelandclinic.org, berikut durasi tidur yang tepat bagi manusia:

Baca juga :  Duduk Lama Di Depan Komputer, Anda Perlu Stretching 1 Jam

Orang dewasa yang lebih tua, 65+ tahun: 7 hingga 8 jam

Dewasa, 26 hingga 64 tahun: 7 hingga 9 jam

Dewasa muda, 18 hingga 25 tahun: 7 hingga 9 jam

Remaja, 14 hingga 17 tahun: 8 hingga 10 jam

Anak usia sekolah, 6 hingga 13 tahun: 9 hingga 11 jam

Anak-anak prasekolah, 3 hingga 5 tahun: 10 hingga 13 jam

Balita, 1 hingga 2 tahun: 11 hingga 14 jam

Bayi, 4 hingga 11 bulan: 12 hingga 15 jam

Bayi baru lahir, 0 hingga 3 bulan: 14 hingga 17 jam

(/Arkan)

Berita lainnya seputar kesehatan