Awas! Olahraga Pagi Hari Di Jabodetabek Bisa Tingkatkan Sakit Jantung, Kok Bisa?

 Sejak pandemi Covid-19, setiap orang berbondong-bondong menjalankan hidup sehat.

Karena banyak penelitian yang menyatakan di dalam tubuh yang sehat, maka dapat meningkatkan sistim imunitas yang baik. Sehingga, dapat terhindar dari infeksi Covid-19.

Olahraga menjadi satu upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia. Maka tidak heran olahraga menjadi trend dalam beberapa waktu terakhir.

Biasanya, masyarakat memilih waktu di pagi hari untuk berolahraga, baik itu lari mau pun bersepeda.

Berolahraga di waktu pagi juga menjadi pilihan terbanyak bagi warga Jabodetabek.

Baca juga :  Ketahui Manfaat Kolagen Bagi Tubuh Dan Cara Pemenuhannya

Namun, ternyata berolahraga saat pagi di Jabodetabek justru malah dapat mengganggu kesehatan jantung.

Hal ini diungkapkan oleh Co-founder & Chief Growth Officer Nafas, Piotr Jakubowski.

“Olahraga tidak bisa melawan polusi PM 2.5 Karena pm 2.5 sangat kecil dan kalau sudah masuk paru-paru tidak bisa keluar lagi,” ungkapnya dalam acara Media Briefing bertajuk “Nafas Air Quality Report 2021 secara virtual, Rabu (2/3/2022).

Bahkan sebuah studi yang dipaparkan oleh tim data Nafas menyebut terjadi penambahan risiko penyakit jantung sebanyak 33 persen pada usia 30-45 tahun jika berolahraga setiap hari saat PM 2.5.

Baca juga :  Benarkah Penderita Asam Lambung Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas? Ini Dokter

Orang yang berolahraga di saat kualitas udara memburuk dapat menyebabkan penyakit jantung, dibandingkan orang yang tidak berolahraga sama sekali.

“Ini fakta menakutkan. Olahraga bagus, tapi ada hal penting . Tergantung polusi udara. Tahun 2021 rata rata polusi PM 2.5 di pagi hari lebih besar tiga kali di atas 26ug/m3,”tegasnya.

Apakah tidak boleh berolahraga sama sekali? Hal itu tentu juga tidak disarankan karena berolahraga baik bagi tubuh.

Baca juga :  Rutinitas Padat? Yuk Mulai Konsumsi Kunyit! Kamu Pasti Akan Rasakan 4 Manfaat Ini

Namun kata Piotr memang saat akan beraktivitas di luar seperti berolahraga disarankan mengecek kualitas udara terlebih dahulu.

Sehingga dapat mempersiapkan pencegahan terhirup polusi PM 2.5. Misalnya saja menggunakan masker dengan standar yang baik.