Disiplin Prokes Turunkan Frekuensi Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Virus Dan Bakteri Pada Anak

 Pandemi Covid-19 membuat hati para orangtua was-was. Apalagi jika si buah hati mendadak demam dan batuk.

Saat ini, demam dan batuk adalah salah satu gejala dari Covid-19.

Menurut anggota Satgas Covid-19 dan UKK Respirologi IDAI, DR dr Nastiti Kaswandani SpA (K) menyebutkan bahwa penyakit saluran pernapasan rentan pada anak. Bahkan sebelum pandemi terjadi.

“Anak rentan terkena infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Gejala-gejalanya memang sangat luas,” ungkapnya pada live Instagram IDAI, dikutip , Senin (28/2/2022).

Baca juga :  Kenali Gejala Dan Pencegahan Virus Hendra

Jika menyerang saluran napas bagian atas, maka anak akan alami demam, batuk pilek. Sedangkan jika menyerang bagian bawah akan meluas ke paru-paru, sampai terjadi pneumonia dan berakhir sesak.

“Gejala batuk pilek merupakan tanda di saluran nafas, bisa infeksi dan iritasi. Di bawah 5 tahun, setiap satu tahun masih wajar, normal terkenal 4-8 infeksi saluran pernapasan akut,” papar Nastiti menambahkan.

Namun jika gangguan pernapasan terjadi pada tiap bulan atau tiap minggu maka perlu dilakukan evaluasi. Karena durasi normal yang terjadi adalah 4-8 kali dalam.

Baca juga :  7 Makanan Ini Dapat Mencegah Tekanan Darah Tinggi, Mulai Buah Jeruk Hingga Brokoli

Selain itu, dr Nastiti juga menambahkan selama pandemi, ada hal baik yang terjadi. Yaitu dalam penerapan PPKM, diisi dengan segala regulasi kedisiplinan.

Hal itu berdampak pada infeksi saluran pernapasan pada anak yang berkurang. Karena anak-anak melakukan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

“Ketika dilakukan lockdown dan pelaksanaan prokes 3M, nyatanya tidak hanya mencegah Covid-19. Tapi juga infeksi ISPA yang tadinya menimpa anak cukup. Dan kini, frekuensi cukup turun,” paparnya lagi.